Relawan Lokal Jadi Garda Terdepan! Kalurahan Karangmojo Siapkan Strategi Besar Hadapi Ancaman Bencana

- Kontributor

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungkidul, Tribuncakranews.com – Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam akibat perubahan iklim dan kondisi geografis yang kompleks, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, mengambil langkah nyata dengan memperkuat kapasitas masyarakat melalui Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026 di Balai Kalurahan Karangmojo ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah, relawan, dan warga dalam menciptakan desa yang lebih tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai penguatan strategi relawan dan masyarakat dalam manajemen kebencanaan berbasis masyarakat. Pemerintah Kalurahan Karangmojo kemudian mengundang berbagai unsur masyarakat agar dapat bersama-sama memahami peran masing-masing dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema “Formulasi Strategi Relawan Lokal dalam Penanggulangan Bencana di Kalurahan Karangmojo”, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menyusun strategi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang diisi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Tangguh Bencana. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan BPBD DIY, sebelum peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang menghadirkan narasumber dari Komisi A DPRD DIY dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY.

Dalam sesi materi, peserta diajak memahami pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam manajemen kebencanaan. Konsep yang diangkat menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan relawan lokal yang memiliki kemampuan, kepedulian, serta kesiapsiagaan untuk bertindak cepat ketika situasi darurat terjadi.

Selain memperkuat pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan formulasi strategi yang aplikatif bagi Kalurahan Karangmojo. Dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, relawan, hingga berbagai elemen warga, diharapkan terbentuk sistem penanggulangan bencana yang lebih terkoordinasi, efektif, dan berkelanjutan.

Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, serta gagasan peserta menjadi bekal berharga dalam menyusun langkah-langkah konkret untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Bagi Kabupaten Gunungkidul yang memiliki potensi bencana beragam, mulai dari kekeringan, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran lahan, penguatan kapasitas relawan lokal menjadi investasi sosial yang sangat penting. Semakin banyak masyarakat yang memahami mitigasi dan prosedur penanganan bencana, semakin besar pula peluang untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Karangmojo menunjukkan komitmennya bahwa membangun desa tangguh bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bergerak bersama ketika bencana datang.

Harapannya, strategi yang dirumuskan dari forum ini dapat menjadi model penguatan relawan lokal yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga Karangmojo semakin siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.

“Bencana mungkin tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat dikurangi ketika masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan semangat gotong royong yang kuat.” Pur (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Topeng di Balik Layar Kaca: Antara Ekspresi Piksel dan Kejujuran Nurani
Soroti Kasus Penganiayaan Mahasiswa, Tim Gabungan 7 Media Pertanyakan Komitmen Keselamatan Kampus UHB Purwokerto
Telah wafat Kasad Periode 1998-1999 Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS di Yogyakarta 
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
DPU Kota Semarang Hadirkan SIAP JALAN, Aduan Kerusakan Jalan Kini Berbasis Digital
Pangdam XXVI/Mataram Pimpin Upacara Pemberangkatan Jenazah Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo
Buka kegiatan peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Ungaran, Kapolres Ajak Pelajar Hadapi tantangan era digital.
Hari jadi Humas Polri ke-75, Polres Semarang Bagikan Sembako untuk Pengemudi Ojol dan Angkutan Umum
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Topeng di Balik Layar Kaca: Antara Ekspresi Piksel dan Kejujuran Nurani

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Soroti Kasus Penganiayaan Mahasiswa, Tim Gabungan 7 Media Pertanyakan Komitmen Keselamatan Kampus UHB Purwokerto

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Telah wafat Kasad Periode 1998-1999 Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS di Yogyakarta 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:25 WIB

DPU Kota Semarang Hadirkan SIAP JALAN, Aduan Kerusakan Jalan Kini Berbasis Digital

Berita Terbaru