Kasrem 072/Pamungkas Hadiri FGD Lemhannas RI: Tegaskan Pentingnya Integrasi Teknologi Geospasial untuk Deteksi Dini Ancaman Negara

- Kontributor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN, Tribuncakranews.com —Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., mewakili Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Jangka Panjang yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Ruang Rapat Hotel Inside by Melia Yogyakarta, Depok, Sleman, Rabu (22/7/2026).

Acara bertajuk “Optimalisasi Teknologi Geospasial Guna Memantapkan Sistem Peringatan Dini Terhadap Potensi Ancaman Negara” dipimpin langsung oleh Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI, Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M., serta dihadiri oleh Penanggung Jawab kegiatan Marsma TNI Ade Teguh Budianto (Dirjuan Hankam dan Geografi Debidjianstrat Lemhannas RI), Dirprogbangjian Brigjen TNI Mohammad Rohadi, S.Sos., para Pakar Geospasial, Akademisi, hingga perwakilan Instansi Daerah.

Dalam sambutan pembukanya, Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M., menegaskan bahwa FGD ini digelar sebagai wadah untuk menghimpun pemikiran komprehensif, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dari berbagai pemangku kepentingan. Hasil dari kajian ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang disampaikan langsung kepada Presiden RI guna memperkuat sistem pertahanan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama,S.Sos.,M.Han., hadir sebagai salah satu narasumber utama. Membawa pemikiran dari sudut pandang pertahanan dan keamanan wilayah, Kolonel Inf Teguh Wiratama menjelaskan tantangan kompleks yang dihadapi Korem 072/Pamungkas yang membawahi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan eks-Karesidenan Kedu (Jawa Tengah).

“Wilayah Korem 072/Pamungkas memiliki potensi kerawanan bencana alam yang tinggi seperti erupsi Merapi, gempa bumi, dan potensi tsunami pesisir selatan. Di sisi lain, sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata, tantangan keamanan cenderung bersifat asimetris seperti potensi konflik sosial, kriminalitas jalanan, hingga penetrasi paham ekstrem,” papar Kasrem.

Untuk mengatasi dinamika ancaman tersebut, Kasrem mengungkapkan bahwa Korem 072/Pamungkas terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi spasial yang dipadukan dengan kekuatan aparat teritorial dan partisipasi aktif masyarakat. Pengalaman mitigasi bencana seperti pada erupsi Merapi 2010 menjadi bukti pentingnya penetapan Kawasan Rawan Bencana (KRB) berbasis pemetaan presisi.

Baca Juga:  Satgas TNI-Polri Temukan Ladang Ganja di Papua, Puluhan Pohon Siap Panen Diamankan.

Kasrem menekankan tiga pemetaan utama yang kini dimaksimalkan oleh instansinya yaitu Peta Kerawanan Sosial dan Demografi, Peta Titik Rawan Kriminalitas dan Konflik, Peta Jalur Evakuasi dan Navigasi Cepat bagi aparat gabungan serta masyarakat saat kondisi krisis.

Lebih lanjut, Kasrem memandangkan pentingnya penguatan integrasi data antarinstansi di masa depan. “Strategi ke depan yang perlu kita dorong bersama adalah penguatan mekanisme berbagi data, standardisasi data spasial, serta pembangunan pusat data terpadu agar interoperabilitas antarinstansi dapat berjalan optimal demi keselamatan bangsa,” tegasnya.

Selain Korem 072/Pamungkas, FGD ini juga menghadirkan narasumber berkompeten lainnya, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta Ardianto Septiadhi, S.Si. (representasi BMKG), serta Guru Besar Fakultas Geografi UGM Prof. Dr. rer. nat. Muh. Aris Marfai, S.Si., M.Sc.

Dalam paparannya, Prof. Aris Marfai mengusulkan gagasan besar untuk menjadikan Yogyakarta sebagai Living Laboratory Spasial Nasional. Mengingat kelengkapan karakteristik geomorfologi, potensi multi-hazard, hingga berkumpulnya para pakar dan lembaga geospasial di DIY, daerah ini dinilai sangat ideal menjadi pusat percontohan Geo Governance (Tata Kelola Geospasial) nasional.

Seluruh narasumber sepakat bahwa kunci utama penguatan peringatan dini nasional terletak pada transmisi dari sekadar “pemetaan” menuju “intelijen data” di mana data geospasial tidak hanya lengkap dan real-time, namun juga memiliki kejelasan klasifikasi antara keterbukaan informasi publik dan perlindungan rahasia objek vital militer/strategis negara.

Rangkaian FGD berlangsung interaktif, tertib, dan lancar, menghasilkan berbagai rekomendasi poin kunci yang akan diolah oleh tim Debidjianstrat Lemhannas RI sebagai pijakan kebijakan ketahanan nasional.(Penrem 072/Pamungkas)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas
Arah Persaingan Negara Besar dan Kecenderungan Strategi Pertahanan yang Diterapkan
Pertahanan Digital Berbasis Bitcoin, Persimpangan Kriptografi, Geopolitik, dan Dominasi Global
Polres Jepara Gelar Apel Pengamanan Pertandingan BRI Super League Antara Persijap Jepara vs Java United
Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh
FORMASA Fest #1 Satukan 67 Ormas di Surakarta, Budiman Sudjatmiko Dorong Solusi Struktural Atasi Kemiskinan
Ambulans Ditolak Isi Pertalite, Puluhan Driver Datangi SPBU Mijahan
Rayakan HUT ke-67, MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru Gelar Aksi Donor Darah Kemanusiaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Polres Garut Sita 75 Botol Miras, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Arah Persaingan Negara Besar dan Kecenderungan Strategi Pertahanan yang Diterapkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pertahanan Digital Berbasis Bitcoin, Persimpangan Kriptografi, Geopolitik, dan Dominasi Global

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Polres Jepara Gelar Apel Pengamanan Pertandingan BRI Super League Antara Persijap Jepara vs Java United

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Berita Terbaru