SEMARANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menggelar kegiatan invitasi Palang Merah Remaja (PMR) pembinaan, evaluasi, sekaligus uji kompetensi bagi anggota tingkat Mula, Madya, dan Wira.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 380 peserta dari berbagai sekolah di Kota Semarang, mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Untuk tingkat PMR Mula, tercatat sebanyak 15 sekolah mengikuti kegiatan. Sementara tingkat PMR Madya diikuti 33 sekolah serta dua sekolah inklusi atau Sekolah Luar Biasa (SLB). Adapun tingkat PMR Wira diikuti 40 sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah perlombaan dan uji kompetensi, di antaranya paduan suara, peer support, storytelling, serta peer educator.
Perwakilan dr. Anna Kartika Yuli Astuti, M.Biomed. adalah Kepala Markas PMI Kota Semarang (Palang Merah Indonesia) mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana untuk melihat dan meningkatkan kompetensi anggota PMR.
“Harapannya pastinya kita tidak melihat kalah menang, tapi yang pastinya untuk anak-anak itu lebih berkompeten,” ujarnya.
Menurutnya, anggota PMR memiliki sejumlah kecakapan yang harus dikuasai. Di antaranya pertolongan pertama serta perawatan keluarga. Kemampuan tersebut dinilai penting agar anggota PMR memiliki kompetensi ketika memberikan bantuan kepada orang lain.
“Untuk membantu orang itu perlu kompetensi, tidak hanya serta-merta membantu, tapi kita juga punya kompetensi,” katanya.
Kompetensi yang diperoleh anggota PMR diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Selain menjadi ajang evaluasi kegiatan PMR di sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi PMI Kota Semarang dalam pembinaan anggota PMR.
“Ini untuk kami juga evaluasi di PMI Kota Semarang sendiri, kemudian ini juga untuk uji kompetensi dari adik-adik anggota PMR,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para anggota PMR untuk mengenal dan memahami nilai-nilai kepalangmerahan melalui lagu-lagu yang berkaitan dengan PMI dan PMR, seperti lagu PMR, Mars PMI, dan Hymne PMI.
Para peserta tidak hanya diarahkan untuk mampu menyanyikan lagu-lagu tersebut, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengenalan nilai-nilai kepalangmerahan.














