Merasa Dibohongi, Warga Soroti Talud Proyek Jalan Tegalsari-Klepu, Basiran Akan Adukan ke Dinas PUPESDM DIY

- Kontributor

Minggu, 27 September 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KULONPROGO, TRIBUNCAKRANEWS.COM // Pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Ruas Tegalsari–Klepu di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menuai keluhan dari warga. Salah satunya Basiran (50), warga RT 47 Padukuhan Tengiri 2, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap.

Basiran mengaku merasa kecewa lantaran pekerjaan pasangan talud tebing di bawah tanah miliknya yang sebelumnya disebut akan dibangun, hingga proyek mendekati akhir masa pelaksanaan disebut belum juga terealisasi.

Kepada awak media saat ditemui di titik lokasi proyek, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Basiran menuturkan bahwa sebelum proyek dimulai, dirinya pernah diminta menandatangani sebuah dokumen oleh seseorang berinisial S yang disebutnya berkaitan dengan pelaksanaan proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Basiran, pada saat itu dirinya juga mendapat penjelasan bahwa di lokasi tanah miliknya akan dibangun talud tebing yang menyambung dengan talud dari pekerjaan proyek sebelumnya.

“Waktu itu sebelum proyek mulai, saya diminta tanda tangan oleh Pak S. Beliau menyampaikan akan membangun talud tebing di bawah tanah saya. Tapi sampai saat ini proyek hampir selesai, talud yang dibilang Pak S tidak ada realisasi,” ungkap Basiran.

Basiran mengaku persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada sejumlah tokoh masyarakat setempat maupun pihak kontraktor. Namun, menurut pengakuannya, keluhan tersebut belum mendapatkan tanggapan yang diharapkan.

“Saya sudah mengadu ke tokoh masyarakat sini, bahkan kepada pihak PT kontraktor, tapi tidak digubris,” imbuhnya.

Warga Khawatir Tebing Longsor

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang warga Padukuhan Tengiri 2 yang merupakan tetangga Basiran. Warga tersebut membenarkan adanya tebing di lokasi dan meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, kondisi tebing di sekitar lokasi memiliki panjang kurang lebih 50 meter dengan ketinggian sekitar 20 meter. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, terutama ketika memasuki musim hujan.

“Benar itu tanah sepanjang 50 meter dan tinggi tebing 20 meter memang rawan longsor. Nanti saat hujan datang, bisa dipastikan longsor. Saya heran, proyek sebelumnya saja dibangun talud tebing, ini kok tidak, padahal jelas bahaya bagi pengguna jalan nantinya,” tuturnya.

Kekhawatiran warga tersebut kini menjadi perhatian Basiran. Ia bersama sejumlah warga berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY.

Basiran berharap instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lapangan sekaligus memastikan apakah pembangunan talud pada titik yang dikeluhkan tersebut memang masuk dalam lingkup pekerjaan proyek.

“Kami akan mengadu ke Dinas PUPESDM DIY secepatnya. Kami juga meminta media ikut mengawal persoalan ini,” kata Basiran.

Nilai Proyek Rp14,6 Miliar

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Tegalsari–Klepu tersebut merupakan proyek Dinas PUPESDM DIY dengan nilai kontrak tercantum sebesar Rp14.618.643.000.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Cahaya Andatu Mulya Abadi (CAMA) dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung sejak 10 April 2026.

Sementara itu, konsultan pengawas sebagaimana tercantum pada papan proyek adalah PT Duta Bhuana Jaya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum dapat meminta konfirmasi kepada pihak PT Cahaya Andatu Mulya Abadi maupun Dinas PUPESDM DIY karena bertepatan dengan hari Sabtu.

Awak media akan berupaya meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait pada Senin (28/9/2026), termasuk mengenai status pekerjaan talud yang dikeluhkan warga, dasar pelaksanaan pekerjaan, serta apakah pembangunan talud pada titik tersebut tercantum dalam perencanaan atau kontrak pekerjaan.

Awak media akan terus mengawal informasi dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC GRIB JAYA Banyumas Hadir Di Anniversary Ke-4 Sekawan Natajiwa Banyumas
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI
HENING TAK TERBENDUNG !! SAPU BERSIH 9 TPS, RAIH 2.438 SUARA DI PILUR HARGOSARI GUNUNGKIDUL
MARDI MELEJIT !! 1.435 SUARA ANTAR DIRINYA UNGGUL PILUR WATUSIGAR GUNUNGKIDUL
Jiyanto Serukan Pengurus KSB SMSI Solo Raya harus Tetap Solid dan Hadir pada Pelantikan di Hotel Amantis Dema
Konsolidasi SMSI Karesidenan Semarang Digelar, Jayanto Tekankan Kekompakan dan Profesionalisme
PMI Kota Semarang Uji Kompetensi Ratusan Anggota PMR dari SD hingga SMA
Penjual Pentol Dikeroyok Usai Tegur Pemuda Berknalpot Bising, Tiga Pelaku Diamankan Polres Kudus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:22 WIB

DPC GRIB JAYA Banyumas Hadir Di Anniversary Ke-4 Sekawan Natajiwa Banyumas

Minggu, 27 September 2026 - 11:19 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Open Tournament Domino Orado 101 Piala Panglima TNI

Minggu, 27 September 2026 - 09:52 WIB

Merasa Dibohongi, Warga Soroti Talud Proyek Jalan Tegalsari-Klepu, Basiran Akan Adukan ke Dinas PUPESDM DIY

Minggu, 27 September 2026 - 09:29 WIB

HENING TAK TERBENDUNG !! SAPU BERSIH 9 TPS, RAIH 2.438 SUARA DI PILUR HARGOSARI GUNUNGKIDUL

Minggu, 27 September 2026 - 09:25 WIB

MARDI MELEJIT !! 1.435 SUARA ANTAR DIRINYA UNGGUL PILUR WATUSIGAR GUNUNGKIDUL

Berita Terbaru