KARANG GETAS, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Di tengah kondisi perekonomian yang dinilai semakin sulit, Kepala Desa Karang Getas, Wagiyono yang akrab disapa Tono, terus berupaya mencari peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Di sela kesibukannya sebagai kepala desa, ia bersama sang istri memilih berjualan hasil panen berupa semangka dan melon.
Usaha tersebut berasal dari lahan pertanian seluas kurang lebih 2 hektare. Wagiyono tidak hanya mengandalkan hasil panen, tetapi turut turun langsung menjualnya kepada masyarakat.
Setiap hari, aktivitas berjualan dimulai sejak sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB di Pasar Gembor, Desa Wirun, tepatnya di depan Puskesmas Wirun. Setelah itu, ia berpindah lokasi ke kawasan Alun-Alun Kemiri dan melanjutkan aktivitas berjualan hingga sekitar pukul 20.00 WIB sebelum akhirnya pulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wagiyono, dalam sehari ia bersama istrinya dapat menjual semangka dan melon sekitar 3 kuintal.
“Berjualan semangka ini juga untuk melatih Ibu Kades agar terbiasa hidup dengan mencari rezeki. Tidak perlu malu, yang penting rezeki yang didapat halal,” tutur Wagiyono, Minggu (27/9/2026).
Ia menambahkan, kegiatan berjualan tersebut telah dijalani kurang lebih selama lima hari. Meski masih tergolong baru, hasil yang diperoleh menurutnya cukup menggembirakan
“Sudah kurang lebih lima hari, Mas, berjualan di sini. Alhamdulillah, omzetnya lumayan,” ungkapnya.
Bagi Wagiyono, menjadi kepala desa bukan berarti harus membatasi diri dari aktivitas ekonomi masyarakat. Justru dengan ikut terjun langsung berjualan, ia ingin memberikan contoh bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan secara halal dan sungguh-sungguh merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Selain menjadi kegiatan ekonomi, aktivitas tersebut juga menjadi pengalaman bersama bagi Wagiyono dan istrinya untuk tetap produktif serta tidak gengsi dalam mencari rezeki yang halal. ( Surjono )














