LUBUK LINGGAU, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Lubuk Linggau mengikuti Survei Akreditasi selama dua hari,
Survei dilakukan oleh LPA-SBN Utama sebagai lembaga penyelenggara akreditasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UDD PMI Kota Lubuk Linggau untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan darah kepada masyarakat.
Kepala UDD PMI Kota Lubuk Linggau, dr. Monica Angela, mengatakan pihaknya optimistis menghadapi proses akreditasi tersebut. Namun, hasil akhir tetap diserahkan sepenuhnya kepada proses penilaian lembaga akreditasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap mendapatkan hasil terbaik. Tetapi yang paling penting, melalui akreditasi ini kami dapat mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Monica.
Menurutnya, hasil akreditasi diperkirakan diterima sekitar satu hingga tiga bulan setelah survei, sesuai tahapan penilaian yang dilakukan lembaga akreditasi.
Optimisme tersebut didukung sejumlah pembenahan yang telah dilakukan UDD PMI Kota Lubuk Linggau dalam enam bulan terakhir. Di antaranya pelaksanaan Mobile Unit setiap hari sejak 1 Juli 2026 untuk meningkatkan donor darah sukarela, peningkatan metode pemeriksaan dari rapid test menjadi CLIA, serta peningkatan kesiapan sistem informasi melalui pelatihan Sistem Informasi Donor Darah bagi petugas.
“Kami tidak hanya mempersiapkan dokumen untuk akreditasi. Yang kami lakukan adalah perubahan nyata dalam pelayanan, terutama dari sisi ketersediaan darah, mutu dan keamanan darah, serta sistem informasi,” jelas Monica.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Lubuk Linggau, Hj. Risca Priba Ayu, S.E., M.M., melalui Sekretaris PMI, menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai penilaian atau formalitas administrasi. Akreditasi menjadi sarana untuk melihat sejauh mana pelayanan darah telah memenuhi standar sehingga pelayanan kepada pendonor maupun pasien semakin aman dan bermutu. Hal tersebut sejalan dengan sambutan pembukaan yang menempatkan mutu dan keselamatan sebagai prioritas pelayanan darah.
Pengurus PMI Kota Lubuk Linggau juga berkomitmen mendukung tindak lanjut hasil akreditasi, terutama dalam penguatan tata kelola, sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Monica menambahkan, berbagai perubahan yang dilakukan UDD dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari dukungan penuh Ketua PMI Kota Lubuk Linggau. Dukungan tersebut menjadi penguat bagi jajaran UDD untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Perubahan yang kami lakukan tentu tidak terlepas dari dukungan penuh Ketua PMI Kota Lubuk Linggau. Dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada UDD menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi, berbenah, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Monica.
Ke depan, UDD PMI Kota Lubuk Linggau berharap dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Kota, Dinas Kesehatan, rumah sakit, instansi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat semakin kuat, khususnya dalam penguatan pelayanan, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan donor darah sukarela.
“Harapan kami, setelah akreditasi perbaikan tidak berhenti. Kami ingin UDD PMI Kota Lubuk Linggau terus berkembang dan mampu menyediakan darah yang cukup, aman, bermutu, dan tepat waktu bagi masyarakat,” pungkas Monica.
Melalui Survei Akreditasi 2026, UDD PMI Kota Lubuk Linggau menegaskan komitmennya untuk menjadikan akreditasi sebagai momentum perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan darah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan kesehatan daerah dengan semangat “Linggau Juara, Maju Kotanya Sejahtera Masyarakatnya.”
(andi irawan)














