Integrasikan Pertanian dan Peternakan Berbasis Ekonomi Sirkular, TEP UNDIP Perkuat Kemandirian Transmigran di Senggi

- Kontributor

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNDIP, Senggi Kabupaten Keerom (2/10) – tribuncakranews.com

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 15 merancang dan merealisasikan pengembangan klaster pertanian dan peternakan terpadu di Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Program kolaborasi antara UNDIP dan Kementerian Transmigrasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan produktivitas ternak, serta menciptakan sistem produksi kawasan yang mandiri dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Tim 15 berfokus pada perancangan klaster pertanian dan peternakan terpadu, bersinergi dengan Tim 3 yang berfokus pada pengembangan kelembagaan kelompok ternak. Kolaborasi ini memastikan pembangunan infrastruktur produksi berjalan selaras dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klaster ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan sapi dan pertanian. Limbah ternak diolah menjadi kompos dan pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian, sedangkan hasil tanaman serta hijauan rumput dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus menekan ketergantungan pada pasokan luar.

Kawasan klaster yang dirancang Tim 15 mencakup ladang rumput potong, padang umbaran (pasture), fasilitas pengolahan limbah, gudang pakan, hingga kandang khusus penanganan sapi sakit dan indukan bunting.

Selain aspek produksi, Tim 15 menaruh perhatian pada pembenahan kualitas genetik dan pengelolaan reproduksi ternak. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko inbreeding (perkawinan sedarah) yang selama ini menurunkan kualitas populasi sapi warga. Melalui penguatan kelembagaan dan pengelolaan reproduksi yang lebih terarah, masyarakat diharapkan mampu mengurangi praktik inbreeding, menjaga keragaman genetik, serta meningkatkan kualitas populasi sapi.

Baca Juga:  Puluhan Rumah di Kecamatan Bener Rusak Tertimpa Pohon, Akibat Angin Puting Beliung

Pendekatan partisipatif diterapkan sejak awal perencanaan melalui pemetaan bersama warga hingga dibentuk kelompok perintis beranggotakan enam orang sebagai penggerak awal kegiatan. Pendekatan tersebut memadukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat dalam bertani dan beternak. Ketua Kelompok Perintis, Hari, menegaskan bahwa kelompok yang dibentuk warga ini lahir dari komitmen bersama untuk membangun kemandirian lokal. “Kelompok perintis ini merupakan perwujudan tekad masyarakat transmigrasi dalam mengembangkan sub sektor peternakan menjadi mandiri dan berinovasi tanpa mengharapkan bantuan,” ungkapnya.

Sebagai dasar penataan kawasan, TEP UNDIP melakukan pemetaan dan pengukuran lahan demplot memanfaatkan pemetaan drone untuk mengukur kontur serta luasan area secara komprehensif. Tahap awal pengembangan klaster mulai direalisasikan pada Rabu (2/9) melalui gotong royong pembersihan lahan dan pembuatan bedengan sebagai persiapan penanaman rumput pakan unggul.

Melalui sinergi TEP UNDIP Tim 15 dan Tim 3. pengembangan klaster ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terbentuknya kelembagaan peternak, peningkatan mutu ternak, serta terwujudnya sistem pertanian – peternakan yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi Senggi.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan ekonomi sirkular, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat setempat.

 

TCN

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang
Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Lakukan Penggalian Data Lapangan untuk Mendukung Usulan Integrasi Klien Pemasyarakatan
Kuasa Hukum Budhiarto ; Jejak Lahan IUP PT Timah, SKT Masyarakat Beralih ke APH” Kemudian Terbit STD-B Atas Nama Rudy dan Luci
HUT TNI Ke-81, Kodim 0703/Cilacap Gelar Upacara Bersama Forkopimda, Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Soliditas TNI-Polri Makin Kuat, Polda DIY Bawa Tumpeng Kejutan ke Korem 072/Pamungkas
Diiringi Bregodo Keraton, Elemen Masyarakat Yogyakarta Beri Kejutan Potong Tumpeng HUT ke-81 TNI Bersama Danrem 072/Pamungkas
Pekerjaan Beton Rp620 Juta Disorot! Jalan Taman Srinindito Sudah Dibuka, Retak Muncul, Ketebalan Dicek Ulang
Luas Api TPA Jatibarang Tersisa 2–2,5 Hektare, Wali Kota Semarang Agustina Siagakan Pasokan Air 24 Jam
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Integrasikan Pertanian dan Peternakan Berbasis Ekonomi Sirkular, TEP UNDIP Perkuat Kemandirian Transmigran di Senggi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pati Lakukan Penggalian Data Lapangan untuk Mendukung Usulan Integrasi Klien Pemasyarakatan

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Kuasa Hukum Budhiarto ; Jejak Lahan IUP PT Timah, SKT Masyarakat Beralih ke APH” Kemudian Terbit STD-B Atas Nama Rudy dan Luci

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:23 WIB

HUT TNI Ke-81, Kodim 0703/Cilacap Gelar Upacara Bersama Forkopimda, Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Berita Terbaru