UNDIP, Semarang (4/10) – tribuncakranews.com
Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar rapat bersama dengan tim Technology Innovation and Implementation (TII) PT. Pertamina (Persero) pada tanggal 1-2 Oktober 2026 bertempat di Lantai 4 gedung Acintya Prasada FSM UNDIP. Rapat selama 2 hari tersebut membahas hasil penelitian dan tindaklanjut penelitian bersama pengembangan nanofluida untuk aplikasi peningkatan perolehan minyak/enhanced oil recovery (Nano EOR) pada hari pertama dan rapat pada hari ke-2 melakukan Kick-off penelitian Nano Tracer pada Reservoir (Oil Well).
Rangkaian kegiatan hari pertama, Kamis (1/10) dengan agenda workshop nano-EOR diawali dengan sambutan Ketua Tim Peneliti UNDIP oleh Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si. M.Si. menyampaikan terkait pengembangan penelitian Nano EOR sudah mendekati tahap akhir dengan hasil-hasil yang positif dan sedang dikaji untuk implementasi di sumur minyak. Sambutan berikutnya oleh Dekan FSM UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T. yang mengapresiasi capaian penelitian nano EOR dan berharap penelitian tersebut bisa terus dikembangkan dan diimplementasikan kedepannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya sambutan dari tim PT. Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Sumadi Paryoto menyampaikan bahwa kerja sama pengembangan nano EOR ini sudah sesuai arah tujuan dan untuk proses implementasi ke depannya tentunya butuh persiapan yang lebih kompleks dan mendalam untuk meminimalisir resiko-resiko yang mungkin akan terjadi.
Pemaparan materi workshop oleh tim UNDIP diwakili oleh Khasan Rowi, S.Si., M.Si. yang menyampaikan dan menjelaskan hasil-hasil penelitian nano EOR. Sejauh ini penelitian sudah berhasil mengembangkan silika nanofluida dengan stabilitas termal yang baik selama berbulan-bulan menggunakan bahan stabilizer yang ekonomis dan tersedia dalam jumlah cukup banyak di Indonesia dengan hasil recovery factor yang diuji menggunakan alat coreflooding menghasilkan incremental oil sebesar 28,3% OOIP (original oil in place) menggunakan fluida dari salah satu lapangan minyak di Indonesia.
Hasil pengujian skala laboratorium tersebut kemudian disimulasikan dalam bentuk simulasi reservoir yang disampaikan oleh Dr. Pahala D. Sinurat (anggota tim peneliti dari Departemen Perminyakan ITB) yang menjelaskan potensi aplikasi nanofluida di lapangan cukup besar ke depannya. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi terkait hasil penelitian dan tindaklanjut ke depannya yang disambut positif oleh perwakilan Divisi Laboratorium Pertamina, Divisi Regional I Pertamina dan Divisi Upstream Innovation (UI) Pertamina.
Setelah rangkaian pemaparan hasil penelitian nano EOR tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertemuan dengan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang mendorong teknologi tersebut bisa dihilirisasikan sesuai dengan semboyan UNDIP Bermartabat UNDIP Bermanfaat, perlu dilakukan secara terus-menerus untuk mendorong hasil penelitian dari para dosen dan civitas academica UNDIP supaya dapat dimanfaatkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri. Melalui sistem kerja sama seperti ini, sinergi antara perguruan tinggi dan pihak industri bisa terjalin sehingga peran perguruan tinggi bisa lebih maksimal untuk membantu menyelesaikan dan meningkatkan daya saing. “Bukan hanya sekedar penelitian tapi kami akan terus mendorong hasil penelitian tersebut dapat dihilirisasi,” pesan Prof Suharnomo.
Pada agenda hari ke-2 Jum’at (2/10) dilakukan Kick-off meeting penelitian Nano Tracer Reservoir yang dibuka oleh dekan FSM UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T., Ketua Peneliti Prof. Dr. Agus Subagio, S.Si., M.Si. dan Tim PT. Pertamina (Persero) Sumadi Paryoto, dan turut dihadiri oleh perwakilan pihak Divisi Regional I, Divisi Upstream Innovation (UI), Unit Bisnis dan Legal dari PT. Pertamina serta anggota tim peneliti dari UPN-Yogyakarta.
Pada agenda kick-off meeting ini disampaikan rencana kerja pengembangan nanofluida sebagai tracer “pelacak” reservoir dan potensi usaha bisnis ke depannya. Pengembangan Nano Tracer di Indonesia sangat penting karena selama ini teknologi tracer reservoir masih bergantung pada vendor dari luar negeri dan harganya yang cukup mahal.
Pada materi paparan yang disampaikan oleh tim peneliti UNDIP yang diwakili oleh Khasan Rowi, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa pengembangan Nano Tracer yang akan dilakukan menggunakan bahan baku lokal dengan metode sintesis baru yang belum ada sebelumnya yang telah dikembangkan oleh tim peneliti UNDIP sehingga harganya akan jauh lebih ekonomis dan mudah di scale-up pada skala industri. Nano Tracer yang akan dikembangkan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui konektivitas antar sumur, baik sumur inter-well ataupun multi-well, mengetahui arah aliran fluida, waktu breaktrough, kecepatan aliran dan sisa minyak di dalam reservoir.
Teknologi ini sangat penting untuk mengetahui pergerakan fluida, karakteristik reservoir, menginvestigasi komunikasi di sepanjang patahan, mengoptimalkan strategi waterflooding dan mengevaluasi kinerja metode EOR. Agenda rapat bersama kemudian ditutup dengan visit ke Laboratorium Nanoteknologi yang berlokasi lantai 2 gedung UPT Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Laser di Departemen Fisika, FSM UNDIP.
Selanjutnya penandatanganan kontrak kerja sama riset implementasi Nano Tracer ini akan dilakukan secara desk to desk antara Dekan Fakultas Sains dan Matematika UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T. dengan Vice President Technology Innovation Upstream and Low Carbon (TIULC) Pertamina Ali Sundja.
TCN














