Program Pernikahan Massal Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kemenag Dorong Edukasi Pernikahan Sesuai Syariah dan Adat

- Kontributor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM // Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi dan finalisasi program Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bertajuk Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri, Rabu (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan program pernikahan massal bagi santri untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Rapat berlangsung di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jateng dengan melibatkan perwakilan Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ketua RMINU Jawa Tengah, Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Provinsi Jawa Tengah, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kepala Kantor Kemenag dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Semarang Raya, serta perwakilan instansi pemerintah tingkat Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.

Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Bagian Tata Usaha Hidayat Maskur menegaskan bahwa program Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni pernikahan massal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai tata cara pernikahan yang benar sesuai ketentuan agama, dengan tetap memperhatikan adat yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bimas Islam Mantu ini bukan sekadar ritual pernikahan biasa yang bisa kita saksikan setiap tahunnya. Namun, harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, mulai dari proses akad hingga ajaran-ajaran yang menyertainya harus benar,” pesan Hidayat.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai proses pernikahan, termasuk penerapan adat dan syariah secara tepat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi pasangan yang menikah, tetapi juga memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap masyarakat bisa mengetahui bagaimana proses pernikahan yang benar. Terutama terkait adat dan syariah yang diterapkan. Harus ada edukasi kepada masyarakat tentang pernikahan yang benar dan utuh, sehingga banyak ilmu yang bisa diberikan,” lanjutnya.

Hidayat juga berharap sinergi antara Kanwil Kemenag Jateng dan RMINU dapat memastikan program tersebut terlaksana dengan baik. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena digagas sebagai program yang disebut pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

Baca Juga:  Sudirlam : "14 tahun rakyat transmigrasi Air Balui diduga dirampas haknya, kami akan perjuangkan tanpa pamrih"

“Semoga kita bisa mewujudkan apa yang telah digagas bersama RMI dengan Bimas Islam ini. Karena ini baru pertama di Indonesia, mudah-mudahan menjadi tinggalan atau kenangan tersendiri,” ungkapnya.

Berawal dari Kuota 50 Pasangan, Kini Menargetkan 500 Santri

Sementara itu, Ketua RMINU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Sambang Pesantren yang rutin dilaksanakan setiap bulan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme pendaftar untuk mengikuti program pernikahan santri tersebut begitu besar. Pada awalnya, RMINU Jateng merencanakan kuota hanya 50 hingga 100 pasangan. Namun, jumlah itu dinilai masih terlalu sedikit sehingga program kemudian dikembangkan dengan target 500 santri.

“Awalnya kami hanya membuka kuota 50 dan 100. Pak Dirjen Bimas Islam menyampaikan bahwa jumlah tersebut terlalu sedikit,” ujarnya.

KH Ahmad Fadlullah menambahkan, gagasan awal kegiatan ini adalah memfasilitasi para guru di lingkungan pesantren serta keluarga besar pesantren yang telah siap menikah. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan mendapatkan kemudahan dan pendampingan dalam mempersiapkan pernikahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama kabupaten dan kota yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan. Sinergi lintas instansi dan lembaga dinilai menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.

Dijadwalkan Berlangsung di Masjid Agung jawa Tengah

Program Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para peserta dan masyarakat melalui edukasi pernikahan sesuai ketentuan agama.

Melalui program tersebut, Kemenag Jateng bersama RMINU berharap para santri dan keluarga besar pesantren dapat memperoleh pengalaman berharga sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pernikahan yang sah, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Chaca (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

159 Warga Binaan Lapas Purworejo Jalani Tes Urine, Seluruh Hasil Dinyatakan Negatif
Mie Ayam Tono 11 Buka Outlet di Purworejo, Tempe Kemul Khas Wonosobo Jadi Daya Tarik
Perkuat Ketahanan Medis di Pelosok Papua, TEP UNDIP Latih Kader Kesehatan
FIB UNDIP Rayakan Dies Natalis ke-61 melalui Orasi Budaya dan Pameran Tosan Aji
Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Alat Berat di Katingan Jadi Sorotan Masyarakat
Pengeroyokan Maut di Pantura Demak Terungkap, 3 Orang Ditangkap Resmob
Danrem 072/Pamungkas Silaturahmi dengan Kapolda DIY, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:23 WIB

159 Warga Binaan Lapas Purworejo Jalani Tes Urine, Seluruh Hasil Dinyatakan Negatif

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Mie Ayam Tono 11 Buka Outlet di Purworejo, Tempe Kemul Khas Wonosobo Jadi Daya Tarik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Perkuat Ketahanan Medis di Pelosok Papua, TEP UNDIP Latih Kader Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:04 WIB

FIB UNDIP Rayakan Dies Natalis ke-61 melalui Orasi Budaya dan Pameran Tosan Aji

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Alat Berat di Katingan Jadi Sorotan Masyarakat

Berita Terbaru