UNDIP, Tiongkok (26/10) – tribuncakranews.com
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP), Robetmi Jumpakita Pinem, Ph.D., bersama tim dari Kementerian Transmigrasi berpartisipasi dalam kegiatan internasional bertajuk “Seminar on Cross-border Empowerment for ASEAN SMEs under the RCEP Framework” yang berlangsung pada 13 Oktober hingga 2 November 2026 di Beijing dan Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok.
Dalam kegiatan tersebut, Robetmi mewakili tim Indonesia untuk mempresentasikan potensi kawasan Barelang, yang meliputi Batam, Rempang, dan Galang, sebagai kawasan strategis untuk pengembangan ekonomi dan investasi. Presentasi tersebut mengangkat tema “Barelang Transmigration Area: Preferential Policies and the Business Environment for Attracting Investment.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi yang dipresentasikan memperkenalkan posisi strategis Barelang dalam mendukung perdagangan regional, mengingat kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia serta dukungan infrastruktur pelabuhan dan bandara. Keunggulan geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat daya tarik Barelang sebagai pintu gerbang perdagangan dan investasi di kawasan Asia Tenggara.
Presentasi tersebut juga menyoroti lima sektor potensial bagi investor, yaitu pusat data (data centers), pengembangan kawasan Rempang Eco City, perikanan dan kelautan, pertanian dan agroforestri, serta pariwisata bahari. Berbagai sektor tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan melalui investasi yang mempertimbangkan potensi wilayah dan keterlibatan masyarakat setempat.
Selain potensi sektor usaha, materi turut membahas kebijakan yang dapat mendukung iklim investasi, termasuk fasilitas Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone and Free Port), insentif investasi sesuai ketentuan yang berlaku, serta fasilitasi dan koordinasi antarlembaga untuk mendukung kemudahan berusaha. Presentasi tersebut juga menekankan bahwa pengembangan investasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan keterampilan tenaga kerja lokal, akses pembiayaan bagi usaha lokal, serta perlindungan lingkungan pesisir menjadi aspek penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Keikutsertaan Robetmi dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kawasan Indonesia kepada forum internasional sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan usaha dan investasi lintas negara. Pembahasan mengenai pemberdayaan UMKM ASEAN dalam kerangka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga relevan dengan upaya memperkuat konektivitas ekonomi dan kerja sama regional.
Partisipasi tersebut sekaligus mencerminkan keterlibatan akademisi Universitas Diponegoro dalam forum internasional yang menghubungkan perspektif akademik dengan isu pengembangan ekonomi, investasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, potensi kawasan Barelang diharapkan dapat semakin dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki peluang pengembangan ekonomi dan kemitraan investasi di Indonesia.
TCN














