Persatuan Landasan Utama Lahirnya Sumpah Pemuda

- Kontributor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Tribuncakranews.com Kalangan akademisi dan aktivis mahasiswa mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat daya kritis generasi muda di tengah polarisasi yang dipicu media sosial. Pemuda juga dituntut mampu melahirkan gagasan dan tindakan nyata untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk “Menyongsong Seabad Sumpah Pemuda dan Tantangan Ruang Gema: Polarisasi Pemuda dan Merawat Persatuan di Era Algoritma” di Medan, yang dipandu Rafael Sinaga, SH, dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan aktivis kepemudaan antara lain, Akademisi A. Fattah Lubis, S.Sos, MIP, Komda PMKRI Sumut-NAD, Sirdo Sagala, SH, Ketua Agitasi dan Diplomasi Politik Viva Voce, Kristoporus Simamora, S.Sos dan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Nicola Simarmata, S.Sos,

Akademisi USU, A. Fattah Lubis, S.Sos, MIP dalam pemaparannya menjelaskan, Sumpah Pemuda 1928 lahir dari kesadaran generasi muda untuk mengesampingkan perbedaan latar belakang dan bersatu memperjuangkan cita-cita kebangsaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurutnya, tantangan pemuda saat ini berbeda. Ketergantungan pada gawai dan media sosial dinilai perlu diimbangi dengan kebiasaan membaca, kepekaan sosial, serta kemampuan menindaklanjuti gagasan menjadi tindakan nyata.

“Jangan sampai kita hanya menyalahkan instansi dan pemerintah tanpa merefleksikan diri sendiri. Pemuda harus mampu menindaklanjuti gagasan yang dimiliki,” ujarnya. Ia juga mengingatkan generasi muda agar selektif menggunakan media sosial.

Senada, Komda PMKRI Sumut-NAD, Sirdo Sagala, SH, menegaskan persatuan menjadi landasan utama lahirnya Sumpah Pemuda. Semangat tersebut perlu terus dijaga, terutama dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperkuat pemuda dalam menghadapi perkembangan zaman, yakni kesadaran diri, keberanian, dan kemampuan melahirkan karya nyata.

“Persatuan harus dibangun dari perasaan, keresahan, dan penderitaan yang sama. Sebagai generasi muda, kita juga harus menghadirkan tindakan konkret untuk memperjuangkan keadilan,” katanya.

Sirdo turut mengajak pemuda mengambil peran di tengah masyarakat dan bergandengan tangan menyukseskan berbagai program kepemudaan, termasuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PMKRI Sanctus Thomas Aquinas yang akan digelar di Medan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pesisir, Kasdam IV/Diponegoro Hadiri Penanaman Mangrove Serentak di Kendal

Sementara itu, Ketua Agitasi Diplomasi Politik Viva Voce, Kristoporus, S.Sos, menyoroti pengaruh algoritma terhadap dinamika politik dan pembentukan opini publik. Menurutnya, penguasaan data dan kemampuan mengendalikan arus informasi dapat memengaruhi arah kekuasaan.

Ia menjelaskan, fenomena yang dikenal sebagai algokrasi memperlihatkan bagaimana algoritma semakin berperan dalam mengatur distribusi informasi dan membentuk perhatian publik. Dalam situasi tersebut, konten menjadi salah satu instrumen aktor politik untuk membangun citra dan memengaruhi persepsi masyarakat.

Karena itu, Kristoporus mendorong perluasan ruang diskusi agar pemuda memiliki perspektif lebih luas dan tidak mudah menerima informasi secara mentah. “Jadikan media sosial sebagai teman yang baik agar kita tetap kritis,” ujarnya.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Nicola Simarmata, S.Sos, menambahkan bahwa paparan informasi di media sosial berpotensi memperlebar perpecahan di tengah masyarakat. Untuk itu, mahasiswa harus terus merawat nasionalisme dan menghidupkan kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda.

Ia menilai peringatan Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat persatuan. Terutama, dalam mencapai nilai “Bonum Communae” sebuah kebaikan bersama yang harus digagas dan diimplementasikan secara bersama.

Nicola juga mengajak organisasi kepemudaan melakukan evaluasi internal serta memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anggota untuk berpartisipasi. Ia menegaskan jangan sampai sebuah gagasan dan perwujudannya berhenti pada sekat-sekat perbedaan.

Diskusi tersebut berlangsung interaktif dengan munculnya pertanyaan dari dua orang peserta, Luis dan Ardiansyah yang menanyakan, mengenai cara mewujudkan persatuan di kalangan mahasiswa dan langkah konkret untuk memperoleh keadilan.

Para narasumber menekankan bahwa persatuan membutuhkan lebih dari sekadar seruan. Generasi muda perlu memperkuat literasi digital, menjaga solidaritas, berani menyampaikan gagasan, serta menghadirkan karya dan tindakan nyata bagi masyarakat. *(Tim)*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Glorifikasi Ops Patuh Candi 2026, Kapolres Semarang Bagikan Helm dan Apresiasi Pengguna Jalan Tertib.
Kapolres Demak Ingatkan Pejabat Baru Petakan Kerawanan Wilayah
Belasan Chromebook SDN di Kudus Dicuri, Polsek Jati Buru Jejak Pelaku
Glorifikasi Ops Patuh Candi 2026, Kapolres Semarang Bagikan Helm dan Apresiasi Pengguna Jalan Tertib.
Perkuat Sinergi Deradikalisasi Terpadu, Lapas Pati Ikuti FGD Series 3 Zonasi 3 Tahun 2026
Ketua MPC PP Kota Pekanbaru Bung Iwan Pansa Didampingi Dankoti MPC Bung Eri Bukik Buka Pertandingan Mini Soccer Dalam Rangka HUT PP ke-67.
Hari Keempat Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Ditlantas dan Propam Polda Riau Gelar Gaktibplin Personel
Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Kebumen
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Persatuan Landasan Utama Lahirnya Sumpah Pemuda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Glorifikasi Ops Patuh Candi 2026, Kapolres Semarang Bagikan Helm dan Apresiasi Pengguna Jalan Tertib.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Kapolres Demak Ingatkan Pejabat Baru Petakan Kerawanan Wilayah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Belasan Chromebook SDN di Kudus Dicuri, Polsek Jati Buru Jejak Pelaku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Glorifikasi Ops Patuh Candi 2026, Kapolres Semarang Bagikan Helm dan Apresiasi Pengguna Jalan Tertib.

Berita Terbaru

Berita

Persatuan Landasan Utama Lahirnya Sumpah Pemuda

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:20 WIB