Siswa SD di Garut Diduga Meninggal Usai Minum Obat Dari Salah Satu Klinik, Keluarga Soroti Dugaan Keracunan, Diminta Pihak Terkait Segera Turun Tangan

- Kontributor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut.Tribuncakranews. com – Beredarnya video di sejumlah media sosial terkait dugaan keracunan obat yang diberikan oleh Klinik BMC Bungbulang Desa Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, kepada seorang anak sekolah dasar mengundang perhatian publik. Seorang siswa kelas 4 SD berinisial BRA (10), warga Kampung Cijayana, Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke RSUD Pameungpeuk, Kamis (30/4/2026).

Kedua orang tua korban, Inisaial L(40) dan inisial H (50), mengaku terpukul atas meninggalnya putra mereka yang dinilai terjadi secara mendadak usai mengonsumsi obat dari klinik tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (1/5/2026), ibu korban menjelaskan kronologi awal kejadian. Menurutnya, anaknya dibawa ke Klinik BMC Bungbulang sekitar pukul 12.00 WIB karena mengalami benjolan di bagian leher.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah sampai di klinik, anak saya diperiksa dan terlihat biasa saja. Dokter sempat bertanya obatnya mau cair atau tablet. Anak saya minta yang cair, tapi dokter bilang kasih saja yang tablet,” ujar ibu korban.

Usai mendapatkan obat, keluarga sempat mampir ke rumah saudara. Di sana korban sempat meminta jajan dan masih dalam kondisi normal.

“Setelah pulang ke rumah, obat dari klinik langsung diminumkan. Beberapa menit kemudian anak saya tiba-tiba kejang-kejang, badannya membengkak, membiru, dan sesak napas,” tuturnya.

Melihat kondisi anaknya memburuk, keluarga langsung membawa korban ke tenaga medis setempat untuk mendapatkan bantuan oksigen. Namun karena keterbatasan penanganan, korban kemudian dirujuk ke RSUD Pameungpeuk.

“Setelah sampai di rumah sakit langsung ditangani dokter, tapi tiba-tiba anak saya dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Pihak keluarga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar penyebab pasti meninggalnya anak mereka dapat diungkap secara jelas.

“Kami hanya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada anak kami,” ujar keluarga.

Sementara itu, pihak RSUD Pameungpeuk belum dapat memberikan keterangan rinci terkait penyebab kematian korban.

“Belum bisa memberikan penjelasan karena perlu kajian medis lebih mendalam bersama pihak manajemen,

Di sisi lain, pihak Klinik BMC Bungbulang melalui dr. Dessy Supitra Amiyati, M.K.M, selaku penanggung jawab klinik, membantah adanya kesalahan prosedur pemberian obat.

Menurut dr. Dessy, berdasarkan rekam medis pasien, obat yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan dosis berdasarkan berat badan pasien.

“Kami juga turut berduka cita. Setelah kami cek rekam medis, pemberian obat sudah sesuai aturan, baik jenis maupun dosisnya,” jelasnya saat ditemui awak media di Cikuya Desa Mekarjaya Kecamatan Bungbulang, Jumat (1/5/2026).

Ia menilai reaksi yang dialami korban kecil kemungkinan merupakan efek langsung dari obat yang diberikan.

“Kalau reaksi obat yang cepat biasanya terjadi jika obat masuk langsung ke pembuluh darah, misalnya melalui suntikan. Kalau obat tablet harus melalui proses pencernaan terlebih dahulu. Gejala seperti kejang dan tubuh membiru secara mendadak lebih mungkin karena kekurangan oksigen,” terangnya.

dr. Dessy menduga kondisi tersebut bisa saja dipicu faktor lain, termasuk kemungkinan tersedak atau adanya kondisi medis lain yang berkaitan dengan benjolan di leher korban.

Ia juga menyayangkan beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang menurutnya menggiring opini dan merugikan pihak klinik.

“Kami merasa dirugikan jika langsung disimpulkan sebagai akibat obat tanpa kajian medis. Kami berharap masyarakat menunggu hasil klarifikasi yang objektif,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil pemeriksaan medis resmi yang menyatakan penyebab pasti meninggalnya korban. Kasus ini masih menunggu penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang guna memastikan fakta medis yang sebenarnya.

 

 

 

 

Red/ Tim Liputan

Kabiro Garut

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi, Danrem 072/Pamungkas Terima Audiensi OIC Youth Indonesia (Pemuda OKI Indonesia)
Ketua FWJI Indramayu Mutadi Laporkan Dugaan Intimidasi Wartawan ke Polres Indramayu
DPD GERAM Edukasi WBP Lapas Pati tentang Bahaya Narkoba, Perkuat Komitmen Wujudkan Lapas Bersih dari Narkotika
Tim Trainer AI Polres Sragen, Bekali Pelajar SMA Negeri 1 Sukodono Paham Kecerdasan Buatan
Peringati HUT ke-24 Propam Polri, Bid Propam Polda Jateng Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Ajaib…TPST Randu Makmur Kedungrandu Banyumas Terselamatkan dari Bencana Kebakaran Api Hebat
Pangdam IV/Diponegoro Sambut Pemeriksaan BPK RI, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Rumah Negara yang Akuntabel
Cawagub Sulut 2030-2035 Dr. Ali Abah: Bangga Jadi Putra Sulawesi, Siap Mendukung Sulut Damai
Berita ini 217 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Silaturahmi, Danrem 072/Pamungkas Terima Audiensi OIC Youth Indonesia (Pemuda OKI Indonesia)

Senin, 21 September 2026 - 18:30 WIB

Ketua FWJI Indramayu Mutadi Laporkan Dugaan Intimidasi Wartawan ke Polres Indramayu

Senin, 21 September 2026 - 18:08 WIB

DPD GERAM Edukasi WBP Lapas Pati tentang Bahaya Narkoba, Perkuat Komitmen Wujudkan Lapas Bersih dari Narkotika

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIB

Tim Trainer AI Polres Sragen, Bekali Pelajar SMA Negeri 1 Sukodono Paham Kecerdasan Buatan

Senin, 21 September 2026 - 17:37 WIB

Peringati HUT ke-24 Propam Polri, Bid Propam Polda Jateng Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru