Garut, Tribuncakranews. com
Suasana di Pasar Hewan Bungbulang, di Kampung Citalun, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut, mulai berubah memasuki pekan-pekan krusial sebulan menjelang Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji.
Pusat perdagangan ternak yang biasanya tenang, kini bertransformasi menjadi lautan domba dan dipadati para pencari hewan kurban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan pengunjung ini terpantau sejak pagi buta. Bukan rahasia lagi jika Domba Bungbulang memiliki reputasi tinggi karena kualitas fisiknya yang prima, menjadikannya primadona bagi pembeli lokal maupun luar daerah.
Geliat Ekonomi di Pasar Tradisional
Peningkatan aktivitas ini membawa angin segar bagi para peternak dan pedagang.
Jumlah domba yang masuk ke pasar meningkat hingga 40-50% dibanding hari pasar biasanya.
Harganyapun bervariasi, domba kurban tahun ini terpantau cukup kompetitif, mulai dari Rp2,5 juta hingga belasan juta rupiah untuk kelas kontes atau kualitas super.
Kedatangan para pembeli banyak tengkulak besar mulai memborong ternak untuk dikirim ke kota-kota besar guna memenuhi stok Idul Adha, dan juga keperluan lainnya.
Rabu( 13/5/2026).Seorang pedagang setempat, Abang, (40), mengaku kadang kewalahan kadang juga sepi, namun senang dengan kondisi seperti ini.
”Tahun sekarang pembeli datang lebih awal. Mungkin karena takut kehabisan stok yang bagus. Domba Bungbulang itu perawakannya gagah, jadi orang-orang berani bayar,” ujarnya di sela-sela transaksi.
Pembeli Domba kurban di pasar biasanya terlebih dahulu
memperhatikan beberapa hal seperti cek kesehatannya, diantaranya memastikan kesehatan matanya apakah jernih, bulu bersih, dan lincah. Terus Syarat Syar’i:nya memeriksa gigi (sudah poel/lepas) dan memastikan tidak ada cacat fisik,
Waktu terbaik datang lebih pagi sekira pukul 06.00 – 08.00 WIB untuk mendapatkan pilihan terbaik sebelum dibeli.
Biasanya jelang idul adha pemerintah daerah melalui dinas terkait suka melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala di lokasi untuk memastikan domba yang dijual bebas dari penyakit menular, sehingga masyarakat bisa berkurban dengan tenang dan aman.
(Enjang)













