Aksi Damai KMHA Dayak Kalteng: Camat Mentaya Hulu Diduga Memihak Perusahaan Sawit 

- Kontributor

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAWARINGIN TIMUR, Tribuncakranews. com – Oknum Camat Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga tidak netral dan memihak kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Tapian Nadenggan, saat aksi demonstrasi yang digelar oleh Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dugaan ketidaknetralan ini mencuat setelah camat mengeluarkan pernyataan (statement) yang meminta kedua belah pihak yang bersengketa dalam konflik agraria tersebut untuk tidak melakukan tindakan apa pun di lokasi lahan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu peserta aksi yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Menurut sumber tersebut, pernyataan camat dinilai mencederai perjuangan warga. Warga merasa penguasaan lahan sengketa yang telah mereka lakukan selama tujuh bulan terakhir menjadi sia-sia dan tidak dihargai oleh pihak pemerintah kecamatan. Selain pernyataannya yang dinilai kontroversial, kehadiran camat dalam aksi demonstrasi tersebut juga dianggap janggal oleh massa aksi.”Selama ini, surat-menyurat terkait dugaan pelanggaran hukum operasional PT Tapian Nadenggan yang dilaporkan oleh Masyarakat Adat Dayak tidak pernah mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari camat,” ujar sumber

Tersebut menambahkan.Ia menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, camat seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di tengah situasi konflik agar tidak menimbulkan salah tafsir atau memicu ketegangan yang lebih besar di antara pihak yang bersengketa.Sebagai bentuk kekecewaan, perwakilan massa aksi mendesak ketegasan dari pimpinan daerah atas sikap tidak netral ASN tersebut.

“Saya meminta kepada Bupati Kotawaringin Timur agar segera mengevaluasi kinerja yang bersangkutan, serta mempertimbangkan opsi mutasi atau menonaktifkan (non-job) oknum camat ini,” pungkasnya.

 

IWANSYAH

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Main-Main dengan Uang Negara! GAWARIS Jabar Desak Pemeriksaan Proyek Revitalisasi SMA IT Mekarmukti
Jangan Main-Main dengan Uang Negara! GAWARIS Jabar Desak Pemeriksaan Proyek Revitalisasi SMA IT Mekarmukti
Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, 14 Penumpang Berhasil Dievakuasi.
Kapolda Jateng Jelaskan Penggeledahan di Sukoharjo: Pengembangan Kasus Perusakan Warung oleh Eks Napiter
Polres Jepara Gandeng PWI Salurkan 6.000 Liter Air Bersih Pakai Mobil AWC untuk Warga Batealit
Bukan Sekadar Ganti Nama: Mengapa Sebutan TKI/TKW Harus Dipensiunkan?
Olahraga Bersama, Polres Semarang Lanjutkan Jumat Bersih dan Green Policing di Alun-Alun Ungaran Timur.
PJR BERSATU Soroti Penindakan Judi Online: Hukum Harus Tegas, Transparansi Jangan Diabaikan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jangan Main-Main dengan Uang Negara! GAWARIS Jabar Desak Pemeriksaan Proyek Revitalisasi SMA IT Mekarmukti

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Jangan Main-Main dengan Uang Negara! GAWARIS Jabar Desak Pemeriksaan Proyek Revitalisasi SMA IT Mekarmukti

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, 14 Penumpang Berhasil Dievakuasi.

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:01 WIB

Kapolda Jateng Jelaskan Penggeledahan di Sukoharjo: Pengembangan Kasus Perusakan Warung oleh Eks Napiter

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:39 WIB

Polres Jepara Gandeng PWI Salurkan 6.000 Liter Air Bersih Pakai Mobil AWC untuk Warga Batealit

Berita Terbaru