Bandar Miras Besar di Baledono Keluhkan Omzet Anjlok, Persaingan Penjual Pinggiran Kian Menggerus Pasar

- Kontributor

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, Tribuncakranews. com – Seorang pelaku usaha minuman keras (miras) yang dikenal sebagai salah satu bandar terbesar di Kabupaten Purworejo mengaku tengah menghadapi tekanan berat akibat merosotnya penjualan. Pengusaha yang disebut berinisial G, dengan lokasi usaha di kawasan Baledono, menyatakan bahwa bisnis yang dulu sangat menguntungkan kini tidak lagi memberikan hasil seperti masa lalu.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (13/5/2026), G secara terbuka mengungkapkan keresahannya. Menurutnya, menjamurnya penjual miras skala kecil di berbagai sudut wilayah Purworejo membuat pasar terpecah dan keuntungan terus tergerus.

“Sekarang pembeli makin sepi. Dulu omzet lumayan besar, bisa menyekolahkan anak sampai kuliah. Kalau sekarang paling hanya cukup buat nyicil bank,” ujar G.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengakuan tersebut menggambarkan perubahan signifikan dalam peta peredaran miras di Purworejo. Jika sebelumnya bisnis miras dikuasai oleh segelintir pemain besar, kini peredaran diduga semakin meluas hingga ke tingkat eceran. Kondisi ini memicu persaingan yang ketat sekaligus menandakan bahwa pengawasan terhadap distribusi miras masih menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Bupati Garut Instruksikan Respon Cepat Terkait Pencoretan 70 Ribu Peserta PBI BPJS

G bahkan mengaku mulai mencari sumber penghasilan lain untuk menopang kebutuhan hidup. Ia menyebut kini menekuni usaha kerajinan kayu sebagai alternatif di tengah lesunya bisnis lama yang selama bertahun-tahun menjadi penopang ekonomi keluarganya.

“Makanya sekarang saya mulai mainan kayu. Sudah pusing, mumet, rasanya gelap,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada sektor informal berisiko tinggi. Di sisi lain, situasi ini juga menjadi cermin bahwa peredaran miras di Purworejo belum sepenuhnya terkendali.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan instansi terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol ilegal. Selain berdampak pada ketertiban umum, peredaran miras tanpa kontrol yang ketat kerap dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial dan kriminalitas.

Meredupnya omzet bandar besar bukan sekadar kisah bisnis yang lesu, tetapi juga menjadi potret persaingan di sektor yang selama ini bergerak di wilayah abu-abu, di mana keuntungan besar selalu dibayangi risiko hukum dan dampak sosial yang luas. ( Surjono )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Luat Unterudang Minta Satgas PKH Garuda Lakukan Tindakan Hukum Terhadap PT Barapala
Balai Pemasyarakatan Kelas II Pati Hadapi Desk Evaluasi Pembangunan ZI Menuju WBBM oleh Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Polda Jateng Berhasil Bongkar Korupsi Kredit Topengan BPR Purworejo, Negara Rugi Rp41,3 Miliar
Polres Wonogiri Gelar Konferensi Pers Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Pracimantoro
Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes, 100 Personel Polres Wonogiri Ikuti Vaksinasi Influenza
Polres Wonogiri Serahkan Bantuan Mesin Listrik Tempel untuk Nelayan Waduk Gajah Mungkur
Kapolres Wonogiri Jalin Silaturahmi dengan BEM STAIMAS, Perkuat Sinergitas Jaga Kondusifitas Wilayah
Kapolres Kendal Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Sidodadi, Dorong Ekonomi Warga
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:51 WIB

Masyarakat Luat Unterudang Minta Satgas PKH Garuda Lakukan Tindakan Hukum Terhadap PT Barapala

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:45 WIB

Balai Pemasyarakatan Kelas II Pati Hadapi Desk Evaluasi Pembangunan ZI Menuju WBBM oleh Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:36 WIB

Polda Jateng Berhasil Bongkar Korupsi Kredit Topengan BPR Purworejo, Negara Rugi Rp41,3 Miliar

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:30 WIB

Polres Wonogiri Gelar Konferensi Pers Kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Pracimantoro

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:23 WIB

Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes, 100 Personel Polres Wonogiri Ikuti Vaksinasi Influenza

Berita Terbaru