Dampak Kekeringan, Kapolres Sragen Salurkan 30 Tangki Air Bersih ke Lima Kecamatan

- Kontributor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN, Tribuncakranewa.com — Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyalurkan bantuan 30 tangki air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di lima kecamatan.

Lima wilayah yang menjadi sasaran distribusi bantuan tersebut yakni Kecamatan Jenar, Tangen, Gesi, Mondokan, dan Miri. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Pada tahap pertama, sebanyak 14 tangki air bersih diberangkatkan dari Mapolres Sragen, Kamis (27/8/2026). Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belasan kendaraan tangki tersebut kemudian bergerak menuju sejumlah desa yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Untuk Kecamatan Tangen, bantuan sebanyak dua tangki disalurkan ke Desa Galeh. Kemudian Kecamatan Gesi mendapatkan empat tangki, masing-masing dua tangki untuk Desa Srawung dan dua tangki untuk Desa Poleng.

Sementara di Kecamatan Jenar, sebanyak tujuh tangki didistribusikan ke wilayah Desa Banyurip, meliputi Dukuh Betek, Plosombo, dan Sempu. Adapun Kecamatan Mondokan mendapatkan satu tangki air bersih.

Total 14 tangki dengan kapasitas yang beragam tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi.

Sedangkan 16 tangki air bersih lainnya akan didistribusikan pada tahap berikutnya ke wilayah Kecamatan Miri serta kecamatan lain yang membutuhkan bantuan air bersih.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen. Sejumlah wilayah diprioritaskan karena dinilai memiliki kebutuhan air bersih yang lebih mendesak.

“Berdasarkan kemarin kita rapat dengan BPBD, kemudian kita mendapatkan informasi beberapa kecamatan yang memang urgensinya lebih daripada kecamatan yang lain untuk bantuan air bersih,” ujar Dewiana saat ditemui wartawan seusai pelepasan bantuan.

Baca Juga:  Polrestabes Semarang Kembalikan Motor Korban Curanmor, Wujud Nyata Pelayanan dan Komitmen Mengembalikan Hak Masyarakat

Menurut Dewiana, kekeringan menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau di sejumlah wilayah Sragen. Wilayah bagian utara menjadi salah satu kawasan yang kerap mengalami keterbatasan air bersih.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika sumber air warga mulai berkurang bahkan tidak lagi dapat diandalkan.

“Ketika kita mau membantu, misalkan sumur itu juga sudah tidak efektif lagi, karena memang di bawahnya sudah tidak ada sumber air bersih,” jelasnya

Ia menyebut dropping air bersih menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air belum kembali tersedia.

“Memang sudah menjadi agenda tahunan di Sragen ini, beberapa kecamatan itu memang selalu membutuhkan dropping air bersih. Satu-satunya solusi seperti itu,” katanya.

Dewiana memperkirakan sejumlah wilayah masih berpotensi membutuhkan bantuan air bersih hingga sekitar Oktober. Namun, perkembangan kondisi kekeringan akan terus dipantau dengan melihat situasi di lapangan.

“Kalau kita lihat memang biasanya sampai sekitar Oktober, mungkin masih akan ada beberapa wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk tidak ragu menyampaikan kebutuhan tersebut kepada kepolisian.

Masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan dropping air bersih. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan untuk menentukan kebutuhan serta lokasi penyaluran.

“Monggo silakan. Ketika memang ada wilayah masyarakat yang membutuhkan, menghubungi 110, nanti akan kita segera dropping,” pungkas Dewiana.

Penyaluran puluhan tangki air bersih ini menjadi wujud kepedulian Polres Sragen terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polres Sragen

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EMPAT SAKSI DIHADIRKAN! KUBU H. UTOMO GEMPUR KEABSAHAN PENETAPAN TERSANGKA DI PN PATI
TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan
Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bulumanis Lor Pati, Kerugian Negara Capai Rp310 Juta, Polresta Pati Tegaskan Penanganan Profesional
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Tumbuhkan Gotong Royong demi Kesejahteraan Warga Kebumen
Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, Polisi Pati Tetapkan 14 Anak Berhadapan dengan Hukum
Kasus Pengeroyokan Maut di Sukolilo Pati, Polresta Pati Ungkap Perkembangan Penyidikan
Komisi III DPR RI Dorong Polda Jateng Hadirkan Pelayanan Polri yang Dekat dengan Masyarakat
Layanan Lebih Mudah dan Transparan: BRI Life dan BPJS Kesehatan Hadirkan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:02 WIB

EMPAT SAKSI DIHADIRKAN! KUBU H. UTOMO GEMPUR KEABSAHAN PENETAPAN TERSANGKA DI PN PATI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:59 WIB

TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bulumanis Lor Pati, Kerugian Negara Capai Rp310 Juta, Polresta Pati Tegaskan Penanganan Profesional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Tumbuhkan Gotong Royong demi Kesejahteraan Warga Kebumen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, Polisi Pati Tetapkan 14 Anak Berhadapan dengan Hukum

Berita Terbaru

Berita

TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:59 WIB