GARUT, TRIBUNCAKRANEWS.COM
Gelanggang GOR Cikuray, SOR RAA Adiwijaya mendadak “membara”! Jumat (2/10/2026), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, secara spektakuler resmi membuka ajang bergengsi Garut Open Silat Series 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 600 atlet tangguh dari 25 paguron ternama turun gunung untuk saling adu sakti dan memperebutkan takhta tertinggi!
Suasana megah dan kemasan acara yang luar biasa sukses bikin Kadispora terperangah hingga melayangkan pujian setinggi langit.
”Saya acungkan dua jempol! Ini luar biasa dan harus jadi benchmark alias percontohan buat event-event olahraga lainnya.
Fasilitasnya komplit, sponsor masuk, penonton nyaman—benar-benar punya nilai jual tinggi!” seru Asep Mulyana dengan penuh semangat di hadapan ratusan pasang mata yang memadati arena.
Misi Rahasia: Bangkitkan “Raksasa Tidur” Kategori Tarung Garut!
Namun, di balik kemegahan acara, Kadispora menyelipkan gertakan dan tantangan besar.
Selama ini, kontingen Garut memang dikenal sangat mengerikan dan ditakuti musuh di kategori seni Tunggal, Ganda, dan Regu (TGR).
Tapi Asep menegaskan, itu belum cukup!
Ia menyentil keras performa kategori tanding (tarung) Garut yang dinilai masih membeberkan celah. Padahal, Garut sejak zaman dahulu kala adalah “Sarang Jawara”!
”TGR kita memang juara dan bikin lawan gemetar, tapi ingat, sektor tarung kita masih jadi PR besar!
Garut ini dari dulu terkenal gudangnya jawara, masa di kategori tanding kita melempem? Ini saatnya kita bangkit dan evaluasi total!” tegasnya membakar semangat IPSI Garut untuk segera menggelar pemusatan latihan jangka panjang.
Karpet Merah Buat Para Juara: GOR Gratis dan Garansi Latihan Khusus!
Bukan sekadar gertak sambal, Pemkab Garut langsung pasang badan. Sebagai bukti keseriusan membantai ketertinggalan di kategori tarung, Dispora Garut siap menggratiskan GOR Bela Diri bagi para pesilat terbaik yang berhasil keluar sebagai juara di ajang ini untuk digembleng dalam program latihan terpadu.
Mengakhiri orasinya yang membakar jiwa, Asep melempar peringatan keras kepada seluruh wasit dan juri yang bertugas agar tidak bermain-main dengan sumpah jabatan.
”Ingat, kalian disumpah di hadapan Allah SWT! Jaga netralitas, junjung tinggi sportivitas, dan jangan coba-coba main mata!” pungkasnya menatap tajam seluruh pengadil lapangan.
Siapakah dari 600 kesatria ini yang bakal pulang membawa gelar juara dan dinobatkan sebagai jawara sejati Garut? Arena GOR Cikuray siap jadi saksi sejarah!
(Enjang)














