Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

- Kontributor

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMSI JATENG, TRIBUNCAKRANEWS.COM // Selasa, 18/8/2026. Saya mengenal Gus Yusuf sebagai adik kelas di MHM Lirboyo, terpaut dua tingkat. Dalam pergaulan, ia pribadi yang tenang. Tidak gemar membuat kegaduhan, tetapi tekun bekerja dan memilih menunjukkan kesungguhannya melalui hasil, bukan sekadar kata-kata.

Ia lahir dari keluarga kiai besar. Namun, nama besar itu tidak dijadikannya alasan untuk merasa cukup. Ia membangun dirinya dengan kerja keras, kesabaran, dan pengabdian. Di situlah watak seorang santri diuji: bukan sekadar ingin dikenal, melainkan berusaha agar kehadirannya benar-benar membawa manfaat.

Gus Yusuf tumbuh dari rahim pesantren. Ia memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab, melainkan tempat seseorang ditempa untuk mandiri, menghormati ulama, hidup sederhana, dekat dengan masyarakat, dan siap melayani umat. Karena itu, perhatiannya terhadap pendidikan pesantren terasa sebagai panggilan hati, bukan sekadar agenda organisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya melihat kesungguhannya dalam mengelola pesantren warisan orang tuanya. Ia merawat apa yang telah dibangun para pendahulu, sambil mencari jalan agar lembaga itu terus berkembang dan manfaatnya semakin luas. Kepeduliannya juga tidak berhenti pada pesantrennya sendiri. Pesantren yang sudah baik ia dukung, yang menghadapi keterbatasan ia bantu agar dapat bangkit dan maju.

Kerja seperti itu sering kali tidak terdengar. Tidak selalu masuk pemberitaan dan tidak selalu menjadi bahan perbincangan. Padahal, warga pesantren memahami bahwa perubahan besar lahir dari ketekunan mengurus hal-hal yang tampak kecil: memperbaiki mutu pendidikan, memperhatikan santri, menguatkan guru, dan memastikan pesantren tetap tegak menghadapi perubahan zaman.

Saya pernah bersama Gus Yusuf dalam kepengurusan PBNU, khususnya di Rabithah Ma’ahid Islamiyah. Dari situ, saya mengenalnya sebagai kader yang memahami dunia pesantren dan mengerti watak perjuangan NU. Pengalamannya dalam organisasi, termasuk di PKB, melatihnya membangun komunikasi, merawat hubungan, serta bekerja bersama banyak pihak tanpa kehilangan akar tradisinya.

Baca Juga:  Hutomo Lim Desak OJK Evaluasi PT Permata Finance Indonesia: Perusahaan Pembiayaan Wajib Taat SOP

NU membutuhkan kader seperti ini: dekat dengan pesantren, tidak tercerabut dari kehidupan warga, dan bersedia bekerja keras tanpa banyak meminta sorotan. NU tidak cukup hanya dipimpin oleh orang yang pandai tampil di panggung. NU harus dihidupi oleh orang-orang yang siap hadir ketika pesantren membutuhkan perhatian, ketika warga memerlukan jalan keluar, dan ketika umat membutuhkan pelayanan nyata.

Saya mendengar Gus Yusuf membawa perhatian besar pada penguatan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Dua hal ini sangat dekat dengan kebutuhan warga NU. Pesantren harus terus tumbuh menjadi pusat ilmu dan pembentukan akhlak. Di saat yang sama, masyarakat kecil harus memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa merasa dipersulit atau dibebani.

Saya percaya Gus Yusuf memiliki ketekunan dan semangat khidmah untuk menjalankan amanah tersebut. Ia bukan sosok yang datang dengan janji-janji besar, melainkan kader yang telah lama belajar bekerja. Memberi ruang kepadanya untuk memperluas pengabdian di Nahdlatul Ulama adalah ikhtiar menghadirkan darah segar bagi NU: segar dalam gagasan, kuat dalam kerja, namun tetap berakar pada tradisi, adab, dan kepedulian kepada umat.

Selamat datang, Gus Yusuf. Semoga langkah khidmah ini membawa manfaat yang luas bagi NU, pesantren, dan bangsa. Red/Khanza

Oleh: Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi

Ketua PBNU Bidang Keagamaan

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Sragen Gelar Operasi Sarang Narkoba, Pengunjung Karaoke Jalani Tes Urine Acak
Bobol Outlet Ayam Crispy di Kudus, Pemuda 18 Tahun Gasak 4 Tabung Elpiji hingga Minyak Goreng
Resmi Berganti !  Ini Pesan AKBP Damus Asa dan Komitmen AKBP Rosana Albertina Labobar Pimpin Polres Gunungkidul
Kurang dari 1×24 Jam, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Mobil di Gereja Kartasura
Nyaris Kabur Tinggalkan Sragen, Pelaku Penggelapan Honda Scoopy Diciduk Tim URC di Bus
Modus!! Pengangsu BBM Jenis Pertalite di Secang Berganti Unit Terus Beroprasi Sebut Sudah Berkoordinasi
Lahirkan “Deklarasi Bali”, Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Proyek Jalan Rp11,7 Miliar di Kulon Progo Disorot! Pengadukan Beton Pakai Ekskavator, Retak Memanjang Jadi Pertanyaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Polres Sragen Gelar Operasi Sarang Narkoba, Pengunjung Karaoke Jalani Tes Urine Acak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Bobol Outlet Ayam Crispy di Kudus, Pemuda 18 Tahun Gasak 4 Tabung Elpiji hingga Minyak Goreng

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Resmi Berganti !  Ini Pesan AKBP Damus Asa dan Komitmen AKBP Rosana Albertina Labobar Pimpin Polres Gunungkidul

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Kurang dari 1×24 Jam, Tim URC Satreskrim Polres Sukoharjo Ungkap Pencurian Mobil di Gereja Kartasura

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Nyaris Kabur Tinggalkan Sragen, Pelaku Penggelapan Honda Scoopy Diciduk Tim URC di Bus

Berita Terbaru