Kasus Pengeroyokan Maut di Sukolilo Pati, Polresta Pati Ungkap Perkembangan Penyidikan

- Kontributor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Polresta Pati menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan perkara dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Sanika Satyawada Polresta Pati, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 12 September 2024, sekitar pukul 19.50 WIB, di Lapangan Sukolilo, tepatnya di depan SDN 03 Sukolilo, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama menjelaskan, perkara tersebut bermula ketika korban D.A.P. bersama saksi korban H.A. mengendarai sepeda motor menuju arena pasar malam di Lapangan Sukolilo. Saat hendak memasuki lokasi, keduanya dimintai uang parkir oleh sejumlah orang yang bertugas sebagai juru parkir.

“Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa ini bermula dari persoalan permintaan uang parkir. Penyidik kemudian mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat,” jelas Kompol Dika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut uraian perkara, setelah berada di area parkir, kedua korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pelaku. Dalam kejadian tersebut, salah satu pelaku diduga melakukan penusukan terhadap D.A.P. dan H.A. Korban D.A.P. terjatuh dan kembali mengalami pengeroyokan, sedangkan H.A. berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke arah timur.

“Kami mendalami keterangan para saksi dan mencocokkannya dengan alat bukti yang diperoleh. Setiap informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan,” ungkapnya.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas Polsek Sukolilo mendatangi lokasi kejadian dan membawa kedua korban ke Puskesmas Sukolilo I untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban D.A.P. dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, H.A. mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ini. Penanganan perkara dilakukan dengan serius, disertai pengumpulan bukti dan pendalaman keterangan untuk memastikan fakta hukum,” kata Kompol Dika.

Dalam perkembangan penanganan perkara, penyidik menetapkan seorang tersangka berinisial W.S. alias G., laki-laki kelahiran Pati, 26 Desember 1992, yang berusia 33 tahun per Oktober 2026. Berdasarkan bahan rilis, tersangka diduga terlibat bersama sejumlah pelaku lain dalam pengeroyokan tersebut.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Belengkong Pantau Lahan Jagung, Wujud Nyata Dukung Swasembada Pangan

“Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang telah diperoleh. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut, di antaranya pakaian milik korban D.A.P., berupa celana panjang hitam, kaus hitam bertuliskan Sukoliloboys, jaket hoodie merah, celana pendek putih, serta selembar kain batik. Selain itu, dalam bahan rilis tercantum barang bukti berupa pisau belati dengan panjang keseluruhan 25 sentimeter beserta sarungnya yang diserahkan oleh saksi.

“Barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembuktian. Penyidik akan menelaah keterkaitannya dengan keterangan saksi dan fakta lain yang ditemukan selama penyidikan,” paparnya.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik turut memeriksa sejumlah saksi, termasuk H.A. selaku saksi korban, saksi pelapor berinisial S., serta beberapa saksi lain yang tercantum dalam berkas perkara. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kejadian, mulai dari awal perselisihan hingga peristiwa pengeroyokan.

“Kami mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian secara langsung. Keterangan tersebut dianalisis dan dicocokkan dengan alat bukti lainnya agar penanganan perkara didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kompol Dika.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka disangkakan dengan ketentuan pidana terkait dugaan pembunuhan, kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan meninggalnya seseorang, atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sebagaimana dirumuskan dalam bahan rilis penyidikan. Penerapan pasal dilakukan dengan memperhatikan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menerapkan pasal sesuai konstruksi perkara dan bukti yang diperoleh. Penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan tidak mengabaikan hak-hak setiap pihak dalam proses hukum,” jelasnya.

Kompol Dika menegaskan, Polresta Pati terus berupaya menuntaskan penanganan perkara tersebut melalui tahapan penyidikan sesuai prosedur. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan tidak menggunakan kekerasan, terlebih hanya karena perselisihan kecil yang dapat berujung pada konsekuensi hukum serius.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan tidak mudah terpancing emosi. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan secara baik, sedangkan dugaan tindak pidana dapat dilaporkan kepada kepolisian untuk ditangani sesuai hukum,” pungkasnya.

 

(Humas Resta Pat)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan
Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bulumanis Lor Pati, Kerugian Negara Capai Rp310 Juta, Polresta Pati Tegaskan Penanganan Profesional
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Tumbuhkan Gotong Royong demi Kesejahteraan Warga Kebumen
Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, Polisi Pati Tetapkan 14 Anak Berhadapan dengan Hukum
Komisi III DPR RI Dorong Polda Jateng Hadirkan Pelayanan Polri yang Dekat dengan Masyarakat
Layanan Lebih Mudah dan Transparan: BRI Life dan BPJS Kesehatan Hadirkan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan
Bukan Sekadar Hukuman, Ada Masa Depan yang Harus Diselamatkan: Rekomendasi PK Bapas Buka Jalan Anak Kembali Bersekolah
Cegah Risiko Penyakit Sejak Dini, Lapas Pati Fasilitasi Pemeriksaan Laboratorium WBP
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:59 WIB

TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Bulumanis Lor Pati, Kerugian Negara Capai Rp310 Juta, Polresta Pati Tegaskan Penanganan Profesional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Tumbuhkan Gotong Royong demi Kesejahteraan Warga Kebumen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah, Polisi Pati Tetapkan 14 Anak Berhadapan dengan Hukum

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Kasus Pengeroyokan Maut di Sukolilo Pati, Polresta Pati Ungkap Perkembangan Penyidikan

Berita Terbaru

Berita

TEP UNDIP Perkuat Kapasitas Petani Woslay Hadapi Kekeringan

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:59 WIB