GARUT, Tribuncakranews com – Suasana khusyuk dan penuh keharuan menyelimuti wilayah Kabupaten Garut. Di bawah naungan langit yang sama, ribuan warga bersama jajaran pemerintah dan para ulama tertunduk pasrah, melangitkan doa dan harapan demi keselamatan, kedamaian, serta keberkahan tanah kelahiran mereka.
Gerakan keagamaan masif ini lahir dari ketulusan hati dan kepedulian bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Surat Himbauan bernomor 400.8/5533/KESRA tertanggal 7 Oktober 2026, Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., mengajak seluruh aparatur pemerintah hingga pelosok warga untuk berdiri dan bersimpuh bersama pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB.
Surat tersebut bukan sekadar seruan dinas, melainkan ajakan untuk saling berpegangan tangan memohon pertolongan dan perlindungan Sang Pencipta agar pembangunan daerah berjalan lancar dan warga hidup tenteram.
Gemuruh Doa Menembus Langit di Berbagai Kecamatan
Pesan haru tersebut menyentuh hati masyarakat di berbagai sudut kecamatan, yang langsung menyambutnya dengan gema zikir dan tawakal, diantaranya di wilayah
Kecamatan Bungbulang: Melangitkan Asa Keselamatan
Di Mesjid Besar Kecamatan Bungbulang, suasana haru terasa membuncah sejak pagi pukul 08.00 WIB.
Mengusung tema “Bersama Ulama dan Pemerintah, Melangitkan Doa untuk Keselamatan dan Kemajuan Masyarakat Bungbulang”, para ulama dan pejabat pemerintahan duduk bersanding rapat dengan warga.
Tidak ada batas di antara mereka; semua menyatu dalam isak tangis dan ketulusan doa, memohon agar daerah mereka dijauhkan dari marabahaya.
Kecamatan Pakenjeng: Bersimpuh Demi Kedamaian Bersama
Lantunan zikir juga menggema syahdu di Masjid Besar Al Falah Sindangratu, Desa Jatiwangi. Mulai pukul 07.30 WIB, jajaran Muspika, MUI, dan ribuan jamaah Pakenjeng berkumpul memadati area masjid.
Dalam keheningan yang menyentuh jiwa, mereka memanjatkan permohonan agar setiap tetes keringat pembangunan diberi kelancaran dan membawa ketenteraman serta kesejahteraan bagi seluruh warga.
Dan di wilayah Kecamatan Mekarmukti: Air Mata dalam Sujud Shalat Istisqo
Pemandangan paling mengharukan tampak di Halaman Kantor Kecamatan Mekarmukti. Dipelopori oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mekarmukti, warga memadati lapangan beralaskan sejadah di bawah terik matahari untuk menunaikan Shalat Istisqo.
Dalam sujud yang panjang, warga menumpahkan air mata ketulusan, mengetuk pintu rahmat Allah SWT agar secepatnya menurunkan hujan yang penuh keberkahan untuk membasahi tanah mereka yang dahaga.
Satu Hati untuk Garut
Momen serentak pada Rabu pagi (14/10/2026). menjadi bukti betapa kuatnya kebersamaan masyarakat Garut ketika musibah, harapan, dan keimanan menyatu. Di antara hamparan sejadah dan tadahan tangan yang terangkat, tersimpan satu kerinduan mendalam: melihat Garut tumbuh menjadi daerah yang aman, damai, sejahtera, dan senantiasa berada dalam naungan berkah-Nya.
(Enjang)














