Mantan Pejabat Geram, Kelalaian SPPG Meranti, Minta Standar Keamanan MBG Diperketat, Pertanyakan IPAL

- Kontributor

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO, TRIBUNCAKRANEWS.COM // 1 Mei 2026 — Seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan pejabat di Kabupaten Purworejo melontarkan sorotan tajam terhadap dugaan kelalaian SPPG Meranti, menyusul temuan benda asing menyerupai lintah dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral beberapa hari terakhir.

Dalam keterangannya pada Jumat (01/05/2026), tokoh yang enggan disebutkan namanya itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai kejadian ini berpotensi menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi kesehatan dan psikologis anak-anak sebagai penerima manfaat program.

“Kasihan anak-anak kita, kejadian seperti ini bisa menimbulkan trauma. Program yang seharusnya menyehatkan justru berpotensi menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penyelenggara layanan makanan, termasuk SPPG Meranti, wajib memenuhi berbagai ketentuan perizinan dan standar operasional yang telah ditetapkan. Hal tersebut meliputi kelengkapan dokumen seperti KKPR, izin lingkungan (UKL-UPL maupun AMDAL), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Menurutnya, tidak hanya aspek administratif, standar teknis juga harus menjadi perhatian utama. Mulai dari kualitas bahan baku, kebersihan (higienitas), proses dan teknik memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima harus dipastikan aman dan sehat.

“Seluruh tahapan harus sesuai standar. Dari bahan baku, proses memasak, hingga makanan diterima anak-anak, semuanya harus terjamin kualitas dan keamanannya,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa program MBG memiliki tujuan mulia dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita sedang menjaga generasi penerus bangsa. Jangan sampai kelalaian seperti ini merusak kepercayaan masyarakat dan membahayakan anak-anak kita,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dokumen dan perijinan.

Penulis : Surjono

Editor : Riska

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diikuti 63 Peserta, Ini Pemenang Ujian Dua Pamong Kalurahan Bejiharjo
Kapolresta Banyumas Jalin Silaturahmi Dengan Akademisi Perkuat Sinergi Melalui Program Polisi Bersama Masyarakat
DIDUGA MOBIL PENGANGSUR SOLAR BEROPERASI DI SPBU GRABAGAN GROBOGAN, SOPIR SEBUT SOSOK BOS BERNAMA JENGGOT DAN KOORDINATOR LAPANGAN MAS DAVID
Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD Akhir Pekan
Ada Apa Dengan Proyek Irigasi Kumisik? U-DITCH, Batu Blondos, Saluran Tersier Hingga Pengawasan Jadi Sorotan
Ketua DPD Laskar NKRI Cilegon Datangi Polres Cilegon, Minta APH Rampas Alat Berat Tambang Bagendung Jika Izinnya Tidak Jelas
DPO Kasus Pembakaran Warung di Sukoharjo Ditangkap, Kapolres Sukoharjo Ungkap Peran Tersangka I
KENDARAAN DIDUGA PARKIR DI SEKITAR SPBU TROWOLU PURWODADI, MUNCUL INFORMASI DUGAAN PENGANGKUTAN SOLAR BERSUBSIDI, NAMA AMBON ATAU BRAM DISEBUT
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 15:51 WIB

Diikuti 63 Peserta, Ini Pemenang Ujian Dua Pamong Kalurahan Bejiharjo

Minggu, 8 November 2026 - 15:48 WIB

Kapolresta Banyumas Jalin Silaturahmi Dengan Akademisi Perkuat Sinergi Melalui Program Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 8 November 2026 - 14:18 WIB

DIDUGA MOBIL PENGANGSUR SOLAR BEROPERASI DI SPBU GRABAGAN GROBOGAN, SOPIR SEBUT SOSOK BOS BERNAMA JENGGOT DAN KOORDINATOR LAPANGAN MAS DAVID

Minggu, 8 November 2026 - 14:14 WIB

Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD Akhir Pekan

Minggu, 8 November 2026 - 11:20 WIB

Ada Apa Dengan Proyek Irigasi Kumisik? U-DITCH, Batu Blondos, Saluran Tersier Hingga Pengawasan Jadi Sorotan

Berita Terbaru