Oknum Siswa Berbuat Mesum di Kelas, Ancam dan Pukuli Tukang Yang Pergoki

- Kontributor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Dinding kelas yang seharusnya menjadi benteng suci penanaman karakter dan ilmu pengetahuan, justru berubah fungsi menjadi “sarang maksiat” bagi segelintir oknum peserta didik di SMAN 1 Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Fakta pahit ini terungkap setelah seorang pekerja bangunan bernama Farhan memergoki aksi asusila dua pelajar di dalam ruang kelas pada Jumat (2/10/2026). Namun, alih-alih merasa malu, para oknum tersebut justru merespons dengan ancaman kekerasan hingga penganiayaan fisik terhadap saksi mata.

Kronologi memilukan ini disampaikan langsung oleh Farhan kepada media, Selasa (6/10/2026). Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB, Farhan yang sedang bertugas melakukan pekerjaan renovasi di area sekolah, tidak sengaja melewati salah satu ruang kelas yang sepi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kebetulan lewat, dan saya melihat dua orang pelajar sedang asyik bercumbu layaknya adegan film porno (bokeh). Saya kaget, karena ini terjadi di siang hari di lingkungan sekolah,” ujar Farhan dengan nada masih kesal dan trauma.

Alih-alih meminta maaf atau mengakui kesalahan, reaksi para oknum siswa tersebut justru menunjukkan degradasi moral yang parah. Pada sore harinya, salah satu pelaku, sebut saja Fulan (nama samaran), mendatangi Farhan dengan sikap intimidatif.

“Dia menghampiri saya dan langsung mengancam, ‘Kamu ngapa ngintip-ngintip tadi? Nanti kamu saya gebuk!'” tiru Farhan menirukan ucapan kasar sang siswa.

Puncak ketegangan terjadi ketika Farhan kembali bekerja di lokasi yang sama. Oknum siswa tersebut kembali melintas dan memberikan kode kepada kawannya dengan sebutan menghina, “Awas, ada orang gila.”

Merasa dihina, Farhan mempertanyakan maksud ucapan tersebut. “Saya tanya, siapa yang kamu sebut orang gila? Kalau saya gila, saya tidak akan kerja seperti ini mencari nafkah halal,” kenang Farhan.

Baca Juga:  Dukung Transformasi Pelayanan Publik, Polres Wonogiri Perkuat Sinergi dalam Penganugerahan Desa Nyawiji Migunani 2026

Respon yang diterima Farhan bukan permintaan maaf, melainkan kekerasan fisik. Teman dari Fulan datang dengan emosi tinggi, melayangkan hujatan, “Tidak usah ikut campur urusan kami!” Sontak, tersangka tersebut menyerang Farhan dengan mencoba memukul dan menendangnya. Dalam kepanikan upaya menghindar, Farhan mengaku kehilangan kesadaran sesaat akibat pukulan beruntun dari kelompok siswa tersebut.

“Saat itu saya sudah tidak sadar lagi siapa-siapa saja yang memukuli saya. Kejadian itu sangat brutal,” tukas Farhan sambil menunjukkan bekas luka memar di tubuhnya.

Insiden ini menyisakan tanda tanya besar bagi publik dan orang tua wali murid. Bagaimana bisa aktivitas mesum berlangsung di dalam ruang kelas pada jam sekolah tanpa diketahui oleh guru atau staf keamanan? Selain itu, sikap arogan dan kekerasan yang ditunjukkan oleh para oknum siswa terhadap warga sipil yang bekerja di lingkungan sekolah mencerminkan kegagalan pendidikan karakter yang serius.

SMAN 1 Bukit Kemuning kini berada di bawah sorotan tajam. Publik menuntut transparansi penuh dari pihak manajemen sekolah terkait tindakan disipliner terhadap oknum siswa yang terlibat, baik dalam kasus asusila maupun penganiayaan terhadap saksi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat belum merilis keterangan resmi apakah laporan penganiayaan telah diproses secara hukum. Sementara itu, Farhan menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan atas kekerasan fisik dan intimidasi yang dialaminya.

Kasus ini menjadi peringatan keras: Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan adab. Jika ruang kelas saja sudah tidak aman dari perilaku bejat, lalu di mana lagi generasi muda ini akan belajar tentang batas-batas norma? (Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kendal Selidiki Penemuan Jenazah Pria di Bangunan Kosong Brangsong, Identitas Korban Terungkap
Hutomo Lim Desak OJK Evaluasi PT Permata Finance Indonesia: Perusahaan Pembiayaan Wajib Taat SOP
Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan
Irdam IV/Diponegoro Pimpin Entry Meeting BPK RI Terkait Binter Yonif TP
Awali Tugas, Kapolres Jombang Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan
DPRD Jateng Tampung Aspirasi Pekerja Online, Dorong Perlindungan dan Jaminan Keselamatan
Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Gelar Operasi Gabungan Perparkiran untuk Wujudkan Parkir Tertib
Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Tanah Bumbu dari PAN Inisial R Kembali Mencuat, Publik Desak Ketua DPD PAN Bertanggung Jawab dan Nonaktifkan Sementara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Polres Kendal Selidiki Penemuan Jenazah Pria di Bangunan Kosong Brangsong, Identitas Korban Terungkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:33 WIB

Hutomo Lim Desak OJK Evaluasi PT Permata Finance Indonesia: Perusahaan Pembiayaan Wajib Taat SOP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:43 WIB

Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Irdam IV/Diponegoro Pimpin Entry Meeting BPK RI Terkait Binter Yonif TP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Awali Tugas, Kapolres Jombang Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan

Berita Terbaru