Sragen-Jateng, Tribuncakranews.com – Duka mendalam menyelimuti peristiwa tragis yang terjadi di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Minggu (10/5/2026) sore. Seorang ibu muda bersama anak perempuannya ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi embung tersebut.
Peristiwa memilukan itu sontak menggegerkan warga sekitar setelah terdengar teriakan minta tolong dari area embung sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi yang diterima Polsek Tangen langsung ditindaklanjuti dengan cepat oleh personel kepolisian bersama tim gabungan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menjelaskan, sesaat setelah laporan diterima, personel Pamapta, Polsek Tangen dan Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan cepat di tempat kejadian perkara (TKP).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi bersama tim Inafis dan relawan BPBD Ganefo Tangen untuk melakukan pencarian serta evakuasi korban,” terang AKP Catur Agus Yudo Praseno.
Korban diketahui bernama Yasma Egi Okta Saputri (27), warga Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dan anaknya Debia Anita Arabela (6). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar embung.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, awalnya seorang warga yang sedang mencari rumput mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah embung. Saat didatangi, saksi melihat seorang anak perempuan berada di dalam air bersama seorang laki-laki yang berusaha memberikan pertolongan.
Saksi sempat berupaya membantu menggunakan bambu dan tali, namun kondisi embung yang cukup dalam membuat proses penyelamatan tidak mudah. Saksi kemudian berinisiatif mencari bantuan ke desa dengan membawa pelampung dan ban bersama warga sekitar.
Namun nahas, saat kembali ke lokasi, ibu korban yang sebelumnya berada di sekitar embung sudah tidak terlihat. Tim gabungan bersama warga kemudian melakukan pencarian intensif hingga akhirnya kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Di tengah situasi penuh kepanikan warga, kehadiran personel Pamapta dan Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen menjadi garda terdepan dalam pengamanan lokasi, proses evakuasi hingga identifikasi korban.
Aparat juga melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian.
“Tim Inafis bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Tangen melakukan pemeriksaan tubuh luar terhadap kedua korban. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam atau laka air,” jelas AKP Catur.
Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban, meminta keterangan para saksi serta membantu proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius jajaran Polres Sragen mengingat lokasi embung kerap menjadi area aktivitas masyarakat.
Kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat berada di kawasan perairan maupun embung terbuka.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengawasi anak-anak dan lebih berhati-hati saat berada di area perairan,” pungkasnya.
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Humas Polres Sragen













