Sidang Dukun Palsu: Korban Minta Semua Pihak yang Terlibat Diadili  

- Kontributor

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB SEMARANG, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Proses sidang saksi dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan berlangsung di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang, Selasa (7/7/2026). Terdakwa yang berperan sebagai dukun palsu dengan nama samaran “Gus Sabar” kini menjawab tuduhan, namun pelapor Siti Sholekah menyisakan pertanyaan besar terkait status rekan pelaku yang justru memulai semuanya.

Di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum, korban memaparkan kronologi lengkap kelicikan yang merugikan harta benda hingga menanamkan rasa takut. Awal mula bencana bermula dari tetangganya sendiri, yaitu Mahmudi, yang memperkenalkan sosok mengaku dukun sakti bernama Gus Sabar dan terus memaksa korban untuk berobat.

“Saya sempat menolak keras, namun karena terus didesak Mahmudi, akhirnya saya bersedia dengan syarat pengobatan ini tidak memungut biaya sepeser pun,” tutur Siti di ruang sidang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama kemudian, sosok yang mengaku Gus Sabar mendatangi rumah korban. Ia meminta syarat ritual berupa emas yang harus direndam air. Korban pun menyerahkan dua cincin emas seberat total 4 gram. Setelah proses yang dibuat-buat, pelaku menyimpan emas itu di lemari kaca dan melarang korban membukanya tanpa izin. Lebih mengerikan, pelaku mengancam akan membuat usaha korban bangkrut hingga mendatangkan kematian jika larangan dilanggar.

Belum selesai di situ, Gus Sabar kembali datang dengan alasan syarat ritual belum lengkap dan meminta tambahan emas. Karena sudah terlanjur takut dan percaya, korban akhirnya meminjamkan dua gelang emas—satu miliknya sendiri dan satu lagi milik keponakannya—dengan berat mendekati 4 gram.

Kelicikan berlanjut saat Gus Sabar berpura-pura mencatat nomor telepon di ponsel korban, namun justru menyembunyikan perangkat itu. Di waktu lain, Mahmudi juga meminjam sepeda motor milik korban. Rangkaian kejadian ini semakin menguatkan dugaan kuat kedua orang ini bekerja sama secara terencana.

Saat menyadari ditipu, korban menyampaikan hal ini kepada adiknya. Keduanya menuntut Mahmudi mengembalikan seluruh barang berharga beserta uang yang diminta senilai Rp3,65 juta. Mahmudi awalnya menyetujui, bahkan membuat surat pernyataan tanggung jawab di atas materai dengan janji lunas dalam satu minggu. Namun saat ditagih, ia justru menantang korban: “Silakan saja kalau mau melapor ke polisi!”

Korban pun melaporkan ke Polsek Pabelan. Di hadapan penyidik, Mahmudi kembali berjanji mengganti seluruh kerugian yang kini mencapai sekitar Rp36 juta dan menandatangani kesepakatan di ruang penyidik. Sekali lagi ia mengingkari janji itu.

Pihak kepolisian akhirnya melacak dan berhasil menemukan sepeda motor serta ponsel korban di lokasi terpisah, lalu menangkap tersangka Gus Sabar di wilayah Juangi, Kabupaten Boyolali.

Di sidang hari ini, Siti memaparkan seluruh fakta dengan tenang namun tegas. Ia memohon majelis hakim mengadili perkara ini seadil-adilnya. Namun satu hal yang sangat ia keluhkan: mengapa Mahmudi belum ditangkap?

“Dia yang pertama kali memaksa saya berobat ke dukun gadungan ini, dia juga yang berjanji mengganti semua kerugian. Kenapa hanya Gus Sabar yang dijadikan tersangka?” tanyanya dengan nada kecewa.

Informasi yang dihimpun redaksi juga menunjukkan Siti bukan satu-satunya korban. Sudah ada laporan warga lain yang mengalami nasib serupa di wilayah Kabupaten Semarang. Korban dan masyarakat meminta aparat menelusuri jejak seluruh korbannya, mengungkap jaringan yang mungkin lebih luas, dan memproses hukum semua pihak yang terlibat tanpa terkecuali.

Sidang selanjutnya berupa pembacaan tuntutan dijadwalkan berlangsung Selasa, 14 Juli 2026.

(Tim Redaksi)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda, HUT DPD RI dan Milad Bang Japar dengan Donor Darah, Fahira Idris: Bersama Kita Rawat Persatuan dan Persaudaraan
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gunungkidul Gandeng Garda Mawar dan Media Salurkan 100 Paket Sembako
Tantangan Masa Depan Keamanan Ditinjau dari Kompetensi Aparat dan Kurikulum Atributif Pendidikannya
Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Wali Kota Cup Golf 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah
Penegakan Hukum terhadap Korporasi yang Melakukan Pembakaran Hutan dan Lahan
Camat Kedungbanteng Sosialisasikan UHC Banyumas di Haul Massal dan Peringatan Hari Santri 2026
Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan, Abdul Manan dan Sekjen AJI Soroti Tata Kelola HPN, Dorong Dewan Pers Jadi Penanggung Jawab
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, HUT DPD RI dan Milad Bang Japar dengan Donor Darah, Fahira Idris: Bersama Kita Rawat Persatuan dan Persaudaraan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gunungkidul Gandeng Garda Mawar dan Media Salurkan 100 Paket Sembako

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Tantangan Masa Depan Keamanan Ditinjau dari Kompetensi Aparat dan Kurikulum Atributif Pendidikannya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Meski Ada Laporan ke Polda Jabar, Sentul City Terus Garap Lahan Tetangga Prabowo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Wali Kota Cup Golf 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru