Polsek Ngaliyan Kembalikan 23 Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Penggelapan, Korban Bersyukur Kendaraan Kembali Tanpa Dipungut Biaya

- Kontributor

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Tribuncakranews.com – Senyum lega terpancar dari wajah para korban tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor saat menerima kembali sepeda motor miliknya di Mapolsek Ngaliyan, Rabu (10/6/2026). Pengembalian barang bukti tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum sekaligus mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan.

Sebanyak 23 unit sepeda motor diserahkan langsung oleh Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, S.Sos., M.H., didampingi Kanit Reskrim Iptu Nur Azam, S.H., M.H., kepada para pemilik sah setelah melalui proses penyelidikan, penyitaan, dan verifikasi dokumen kepemilikan.

Pengembalian kendaraan tersebut merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Unit Reskrim Polsek Ngaliyan mengungkap kasus penggelapan kendaraan bermotor dengan modus penyewaan yang dilakukan seorang mahasiswa berinisial IM (23). Dalam aksinya, pelaku diduga meminjam atau menyewa sepeda motor dari para korban dengan alasan akan digunakan untuk usaha rental, namun tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan tersebut justru digadaikan kepada pihak lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi mengungkap bahwa pelaku diduga telah menguasai sekitar 40 unit sepeda motor dengan modus serupa. Hingga saat ini tercatat 25 laporan polisi telah diterima, sementara 23 unit kendaraan berhasil diamankan sebagai barang bukti dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard mengatakan bahwa pengembalian barang bukti ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab dalam memulihkan hak korban setelah proses penyidikan berjalan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar barang bukti yang telah berhasil diamankan dapat segera dikembalikan kepada pemiliknya sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus komitmen kami dalam memberikan kepastian hukum kepada para korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes, 100 Personel Polres Wonogiri Ikuti Vaksinasi Influenza

Suasana haru juga dirasakan para korban saat menerima kembali kendaraan yang selama beberapa waktu tidak diketahui keberadaannya. Salah satunya Nabila, warga Kabupaten Jepara, yang mengaku sempat tidak menyangka sepeda motor miliknya telah digadaikan oleh pelaku.

Menurut Nabila, pelaku awalnya meminjam kendaraan dengan alasan tipudaya akan dirental sehingga dirinya tidak menaruh rasa curiga. Namun beberapa waktu kemudian ia mengetahui bahwa sepeda motor tersebut telah berpindah tangan melalui praktik gadai tanpa seizin dirinya.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau motor saya ternyata digadaikan. Saya sangat bersyukur karena akhirnya kendaraan saya bisa kembali. Terima kasih kepada Polsek Ngaliyan yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini dan mengembalikan motor kami tanpa dipungut biaya apa pun,” ungkapnya.

Kegiatan pengembalian barang bukti berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa syukur dari para korban yang akhirnya dapat kembali menggunakan kendaraan mereka untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Melalui pengungkapan kasus ini, Polsek Ngaliyan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meminjamkan maupun menyewakan kendaraan kepada pihak lain. Masyarakat disarankan melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh, mengetahui tujuan penggunaan kendaraan, serta membuat perjanjian yang jelas dan disertai dokumen pendukung guna meminimalkan risiko penyalahgunaan.

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi tindak pidana serupa. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya penggelapan kendaraan bermotor sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Penulis : Khanza Haryati

Editor : Khanza Haryati

Sumber Berita: Humas Polrestabes Semarang

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biasanya Timbang Balita, Sore Ini Posyandu Anggur Riuh oleh Tawa Para Janda Bersama Mbah Con
Biasanya Timbang Balita, Sore Ini Posyandu Anggur Riuh oleh Tawa Para Janda Bersama Mbah Con
BERITA DUKA : Ibunda Diyos Susanto, Tan Kiu Kian, Berpulang Pada Usia 74 Tahun” Keluarga Besar Tan Kim Liong & Agus Darma Wijaya Sampaikan Belasungkawa
_Kades Luwuk Sumarna Diduga Fasilitasi Pengusaha Kandang Ayam Lebarkan Jalan Desa 2,5 Meter Jadi 6 Meter Tanpa Izin Pemilik Tanah_
GMPK Laporkan Dugaan Tambang Ilegal di Kedungsari Rowosari ke Polrestabes Semarang, Aparat Diminta Turun ke Lapangan
Proyek Hanggar Pengolahan Sampah Di Bawuran mangkrak, timbulkan pertanyaan mengenai legalitas
PT Azwari Berlian Traaz dan IKAPTRI Tandatangani MoU, Dorong Sinergi Pembangunan Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim
Judi Sabung Ayam Diduga Masih Berdenyut di Kranggan, Publik Menanti Ketegasan Polres Kediri
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:55 WIB

Biasanya Timbang Balita, Sore Ini Posyandu Anggur Riuh oleh Tawa Para Janda Bersama Mbah Con

Senin, 2 November 2026 - 05:55 WIB

Biasanya Timbang Balita, Sore Ini Posyandu Anggur Riuh oleh Tawa Para Janda Bersama Mbah Con

Senin, 2 November 2026 - 05:16 WIB

BERITA DUKA : Ibunda Diyos Susanto, Tan Kiu Kian, Berpulang Pada Usia 74 Tahun” Keluarga Besar Tan Kim Liong & Agus Darma Wijaya Sampaikan Belasungkawa

Senin, 2 November 2026 - 05:11 WIB

_Kades Luwuk Sumarna Diduga Fasilitasi Pengusaha Kandang Ayam Lebarkan Jalan Desa 2,5 Meter Jadi 6 Meter Tanpa Izin Pemilik Tanah_

Senin, 2 November 2026 - 02:17 WIB

GMPK Laporkan Dugaan Tambang Ilegal di Kedungsari Rowosari ke Polrestabes Semarang, Aparat Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru