Garut, Tribuncakranews.com
Suasana malam yang tenang di Kampung Ciparay tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah musibah kebakaran hebat melanda rumah permanen milik warga bernama Pak Yana di RT 001 / RW 004, Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut pada Selasa malam (7/7/2026).
Kronologi Kejadian
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 19.33 WIB saat pemilik rumah sedang beristirahat melepas penat.
Tanpa diduga, terdengar suara ledakan keras yang bersumber dari lantai atas bangunan. Ketika Pak Yana bergegas memeriksa asal suara tersebut, ia mendapati kobaran api sudah membesar dan menjalar cepat ke area lantai atas seluas kurang lebih 50 meter persegi.
Diduga kuat, bencana ini dipicu oleh adanya korsleting listrik (arus pendek).
Perjuangan Petugas di Lapangan
Mendapat laporan warga, tim UPT Bungbulang dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut langsung bergerak cepat menuju lokasi. Jarak tempuh sejauh ± 17 kilometer dengan medan yang menantang membuat petugas membutuhkan waktu respon sekitar 35 menit dan tiba di lokasi pada pukul 20.10 WIB.
Namun, perjuangan petugas di lapangan tidaklah mudah. Armada pemadam sempat mengalami kendala besar karena unit pancar tidak dapat masuk langsung ke titik lokasi kebakaran.
Tak hilang akal, demi menjinakkan si jago merah, petugas bersama warga sekitar, Kapolsek Pakenjeng, Babinsa, perangkat desa, serta para relawan bergotong royong mencari sumber air terdekat menggunakan mesin pompa alcon.
Setelah berjibaku melawan api selama kurang lebih 80 menit, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.35 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kerugian materiil yang diderita korban ditaksir mencapai ± Rp100.000.000,- akibat rusaknya bangunan lantai atas.
Di balik kesedihan tersebut, kesigapan petugas dan warga berhasil menyelamatkan sisa aset bangunan Pak Yana senilai ± Rp50.000.000,- beserta 5 orang anggota keluarganya.
Selain itu, pemadaman yang cepat juga berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya, termasuk rumah milik Ibu Iwis, Bapak Erwin, dan Pak Haris, dengan total 16 jiwa di area sekitar berhasil diselamatkan dari amukan api.
(Enjang)













