Empat Anak Tolak Penjualan Aset Warisan, Sengketa Harta Keluarga di Tegal Bergulir di Pengadilan Agama Slawi

- Kontributor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Perwakilan tergugat Uut Fahriyah, kepada awak media saat memberikan keterangan. Rabu. 8/7/2026.

TEGAL, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Jum’at, 10/7/2026. Sengketa pembagian harta warisan keluarga almarhumah Siti Aminah di Desa Bojongsana, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, kini tengah bergulir di Pengadilan Agama Slawi. Gugatan diajukan oleh Mughni bersama anak ketiganya, Uus Fadillah, melalui kuasa hukum Agus Ikhwanuddin, terhadap empat anak lainnya, yakni Burhanuddin Musahad, Uut Fahriyah, Siti Khumasiah, dan Husni Syuhada.

Pihak tergugat membantah menguasai harta warisan secara sepihak. Mereka menegaskan sejak awal hanya menghendaki agar harta peninggalan almarhumah dibagikan kepada seluruh ahli waris sesuai hak masing-masing, bukan dijual.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu tergugat, Uut Fahriyah, kepada awak media menjelaskan bahwa keluarga sebenarnya telah beberapa kali melakukan musyawarah, termasuk sekitar 40 hari setelah wafatnya almarhumah Siti Aminah.

“Musyawarah keluarga sudah dilakukan dan dihadiri seluruh keluarga, termasuk bapak. Saat itu sudah ada pembagian secara kekeluargaan, meskipun belum seluruhnya dituangkan dalam akta notaris,” ujarnya.

Menurut Uut, objek yang kini menjadi sengketa meliputi rumah induk, tanah pekarangan sekitar 800 meter persegi, tanah seluas sekitar 1.100 meter persegi, serta beberapa bidang sawah dan tanah lainnya yang berada di Desa Bojongsana. Secara keseluruhan terdapat sekitar lima objek tanah yang menjadi pokok perkara.

Sebagian bidang sawah disebut masih tercatat atas nama almarhumah Siti Aminah, sedangkan beberapa bidang tanah dan bangunan telah memiliki sertifikat atas nama ahli waris.

Uut menyatakan keberatan karena menurut pihaknya, beberapa aset yang telah dibagikan melalui musyawarah keluarga bahkan sudah bersertifikat tetap dimasukkan sebagai objek gugatan.

“Kami bukan menolak pembagian warisan. Kami hanya tidak setuju apabila aset keluarga dijual. Keinginan kami sejak awal adalah dibagi sesuai hak masing-masing ahli waris,” katanya.

Ia juga menyebut keluarga telah memiliki Surat Keterangan Waris (SKW) yang diterbitkan oleh notaris, meskipun proses administrasi berupa balik nama dan sertifikasi seluruh aset belum sepenuhnya selesai.

“Uut Fahriyah juga menjelaskan bahwa menurut pihaknya, harta yang menjadi peninggalan keluarga terdiri atas harta bawaan dan harta bersama (gono-gini). Ia menyebut harta gono-gini sebelumnya telah disepakati dan dibagikan melalui musyawarah keluarga.”

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Agus Ikhwanuddin, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa gugatan yang diajukan bukan semata-mata untuk mempersoalkan penguasaan aset, melainkan meminta adanya kepastian hukum mengenai status para ahli waris dan pembagian hak masing-masing sesuai ketentuan hukum.

Ket foto: Kuasa hukum penggugat Agus Ikhwanuddin, saat dikonfirmasi awak media di salah satu lokasi obyek sengketa. 8/7/2026

Ia juga membenarkan bahwa keluarga telah memiliki Surat Keterangan Waris dari notaris. Namun, menurutnya, keberadaan SKW tidak otomatis menyelesaikan persoalan pembagian hak apabila masih terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli waris.

“Kami juga sudah beberapa kali mengupayakan mediasi, baik di rumah keluarga maupun di luar persidangan. Namun hingga saat ini belum ditemukan titik temu, sehingga penyelesaiannya ditempuh melalui Pengadilan Agama,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, perkara masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Agama Slawi. Kedua belah pihak menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu putusan majelis hakim. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Yang Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km
Poldasu Siap Kawal Pendistribusian BBM, Setidaknya 786 Personel Poldasu Dikerahkan Amankan Distribusi BB
DPD LDII Kota Semarang Hadiri Sarasehan Kesbangpol, Teguhkan Komitmen Wujudkan Semarang Kota Harmoni dan Toleransi
Sidokkes Polres Wonogiri Layani 100 Warga di Batuwarno, Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Digencarkan
Pimpin Upacara Peningkatan Tipe Polresta Klaten, Kapolda Jateng Tegaskan Pelayanan kepada Masyarakat Harus Semakin Profesional dan Humanis
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka di Jatiroto, Polri Siap Dukung Percepatan Pembangunan Desa
DPD LDII Kota Semarang Hadiri Sarasehan Kesbangpol, Teguhkan Komitmen Wujudkan Semarang Kota Harmoni dan Toleransi
Ikatan Remaja Masjid Baiturrahim Pacor Perkuat Pembinaan Generasi Muda Lewat Edukasi Bahaya Rokok dan Pola Hidup Sehat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:01 WIB

Pengguna Jalan Keluhkan Aksi Unras Ilegal Yang Dipimpin Istri DPO LS, Sebabkan Kemacetan Hampir 1 Km

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:55 WIB

Poldasu Siap Kawal Pendistribusian BBM, Setidaknya 786 Personel Poldasu Dikerahkan Amankan Distribusi BB

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:40 WIB

DPD LDII Kota Semarang Hadiri Sarasehan Kesbangpol, Teguhkan Komitmen Wujudkan Semarang Kota Harmoni dan Toleransi

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:03 WIB

Sidokkes Polres Wonogiri Layani 100 Warga di Batuwarno, Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Digencarkan

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Pimpin Upacara Peningkatan Tipe Polresta Klaten, Kapolda Jateng Tegaskan Pelayanan kepada Masyarakat Harus Semakin Profesional dan Humanis

Berita Terbaru