Garut, Tribuncakranews.com
Suasana tenang di Kampung Mekarsari Cieurih, RT 05/RW 06, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut seketika berubah menjadi ketegangan yang mencekam pada Rabu siang (15/07/2026).
Sebuah kelalaian kecil nyaris berujung petaka besar yang mengancam keselamatan warga dan menghanguskan mata pencaharian mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa pilu ini bermula ketika seorang Asisten Rumah Tangga (ART) membakar tumpukan sampah di area kebun milik Ny. Atit Sobariah. Sayangnya, setelah api dinyalakan, tumpukan sampah tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan.
Dalam hitungan menit, embusan angin membuat api dengan cepat merembet, tak terkendali, menjilati dedaunan kering hingga membakar habis Kebun Jati Bodas (jabon) milik korban.
Asap hitam pekat membubung tinggi, menciptakan kepanikan luar biasa bagi warga sekitar yang menyadari bahwa kobaran api terus meluas hingga mendekati area pemukiman padat penduduk
Luas lahan yang terbakar dengan cepat mencapai yang luas.
Kesigapan Damkar Pameungpeuk Jadi Juru Selamat
Di tengah kepanikan warga yang mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, laporan darurat segera diteruskan ke UPT Damkarmat Pameungpeuk pada pukul 14.28 WIB.
Mengingat jarak tempuh ke lokasi kejadian mencapai kurang lebih 11 (km}, setiap detik sangatlah berharga.
Dengan respon cepat hanya dalam waktu 8 menit, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 14.38 WIB dan langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam beserta 4 personel tangguh.
Sinergi luar biasa pun tercipta di lapangan. Dibantu oleh aparat Polsek, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran), serta warga setempat yang bahu-membahu, petugas Damkar Pameungpeuk langsung melakukan lokalisir api.
Prioritas utama petugas adalah menahan laju api agar tidak menjalar ke arah rumah-rumah warga yang jaraknya sudah sangat dekat.
”Kami langsung fokus melakukan pemadaman di area yang dekat dengan pemukiman untuk mencegah adanya korban jiwa maupun kerugian materiil yang lebih besar pada bangunan warga,” tulis laporan resmi petugas di lapangan.
Setelah perjuangan keras dan melelahkan, api akhirnya berhasil ditaklukan dan situasi dinyatakan sepenuhnya kondusif pada pukul 16.40 WIB.
Tanpa Korban Jiwa, Namun Menjadi Pelajaran Berharga
Berkat aksi cepat dan heroik dari tim UPT Damkarmat Pameungpeuk beserta seluruh unsur yang membantu, musibah ini dipastikan tidak memakan korban luka maupun korban meninggal dunia (0 orang). Nilai kerugian materiil pun berhasil ditekan sekecil mungkin berkat penanganan yang taktis.
Meski demikian, kebakaran ini menyisakan kesedihan mendalam bagi pemilik lahan dan menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Kelalaian sederhana seperti meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan bisa berdampak fatal, merusak lingkungan, dan mengancam nyawa serta harta benda orang banyak.
(Enjang)












