Tanggul Sungai Bodri Jebol Berbulan-bulan, Petani di Pidodokulon Minta Pemerintah Segera Bertindak

- Kontributor

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL – Tribuncakranews.com – Jebolnya tanggul Sungai Bodri di Dusun Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, yang hingga kini belum juga diperbaiki, menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Selain menghambat aktivitas petani menuju lahan pertanian, kerusakan tanggul juga menyebabkan sampah dari aliran sungai menumpuk di tambak ikan milik warga. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak awal Mei 2026 hingga pertengahan Juli 2026 tanpa adanya perbaikan yang berarti.

Para petani berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan tanggul yang rusak. Terlebih saat ini memasuki musim kemarau yang dinilai menjadi waktu paling tepat untuk melakukan perbaikan sebelum musim hujan kembali tiba.

Salah seorang petani tambak, Jumulyo, mengaku mengalami kerugian besar akibat jebolnya tanggul tersebut. Saat tanggul jebol, ikan bandeng yang baru ditebar hanyut terbawa arus sehingga ia gagal melanjutkan usaha budidayanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

«”Sejak tanggul Sungai Bodri jebol saya tidak bisa menebar benih ikan lagi. Ikan bandeng yang sudah saya tebar semuanya hanyut. Sekarang musim kemarau, tambak justru dipenuhi sampah yang terbawa dari Sungai Bodri. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul ini agar kami bisa kembali mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.»

Keluhan serupa disampaikan Atmo, petani ladang di Dusun Pilangsari. Menurutnya, jebolnya tanggul membuat akses utama menuju lahan pertanian terputus sehingga para petani harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

«”Kami sangat kesulitan saat membawa pupuk maupun mengangkut hasil panen karena harus memutar cukup jauh. Saya berharap Bupati Kendal segera memperjuangkan perbaikan tanggul ini. Saat penanaman mangrove dulu, Bu Tika juga pernah menyampaikan akan mengupayakan agar tanggul segera diperbaiki,” katanya.»

Sementara itu, Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan, menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Bupati Kendal saat kegiatan penanaman mangrove beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Program seragam Sekolah Gratis Janji Politik Bupati Subang Menjadi Sorotan LSM Bhineka

Menurut Didik, Bupati Kendal menyampaikan bahwa penanganan tanggul Sungai Bodri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui instansi terkait. Pemerintah Kabupaten Kendal, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan PSDA Provinsi dan akan terus mendorong agar perbaikan segera direalisasikan karena tidak dapat dibiayai melalui APBD Kabupaten.

«”Kami terus berupaya mendorong agar perbaikan segera dilaksanakan. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan. Sampah dari Sungai Bodri masuk ke tambak warga dan banyak petani yang sudah mengeluh karena tambaknya tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujar Didik.»

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk melakukan perbaikan karena masih berada pada musim kemarau.

«”Kalau bisa segera diperbaiki sekarang. Jangan sampai menunggu musim hujan datang. Kami khawatir jika tanggul tidak segera dibenahi, saat hujan deras nanti banjir kembali melanda dan menggenangi permukiman warga Dusun Pilangsari,” tegasnya.»

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kendal terus mengawal persoalan ini serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera merealisasikan perbaikan tanggul Sungai Bodri. Penanganan yang cepat dinilai sangat penting untuk memulihkan aktivitas pertanian dan perikanan warga sekaligus mencegah potensi banjir yang mengancam permukiman saat musim penghujan tiba.

Kerusakan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, warga berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi tidak berhenti pada pembahasan semata, melainkan segera diwujudkan dalam langkah nyata melalui perbaikan tanggul demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malam Tirakatan Sedekah Dusun Dukuh Ngargotirto Dikemas Sederhana dan Meriah
Tidak Ada Kepastian, Orang Tua Korban Dugaan Tabrak Lari di Perempatan Terong Dlingo Akan Tempuh Jalur Hukum
Temu Pelajar Katolik dan Kristen di Slogohimo Berlangsung Kondusif, Polres Wonogiri Pastikan Keamanan dan Perkuat Toleransi
Wakapolda Jateng Pimpin Pembukaan Diktukba Polri TA 2026, 231 Calon Bintara Resmi Awali Pendidikan di SPN Polda Jateng
Kualitas Material, Transparansi, dan Progres Proyek Revitalisasi Tujuh SD di Purbalingga Dipertanyakan, Dinas Pendidikan Akui Kewenangannya Terbatas
Klaten Fair 2026 Tampilkan Ratusan Produk Unggulan UMKM-IKM Lokal
GEGER! JAGO MERAH AMUK KAKI GUNUNG PUTRI, RANCABANGO NYARIS DILAHAP SI JAGO MERAH!
Kolaborasi Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Salurkan Bantuan Sembako, Wujud Nyata Kepedulian Melalui Dunia Digital
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:28 WIB

Malam Tirakatan Sedekah Dusun Dukuh Ngargotirto Dikemas Sederhana dan Meriah

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:57 WIB

Tidak Ada Kepastian, Orang Tua Korban Dugaan Tabrak Lari di Perempatan Terong Dlingo Akan Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:52 WIB

Temu Pelajar Katolik dan Kristen di Slogohimo Berlangsung Kondusif, Polres Wonogiri Pastikan Keamanan dan Perkuat Toleransi

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:48 WIB

Wakapolda Jateng Pimpin Pembukaan Diktukba Polri TA 2026, 231 Calon Bintara Resmi Awali Pendidikan di SPN Polda Jateng

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:30 WIB

Kualitas Material, Transparansi, dan Progres Proyek Revitalisasi Tujuh SD di Purbalingga Dipertanyakan, Dinas Pendidikan Akui Kewenangannya Terbatas

Berita Terbaru