Papua, Tribuncakranews.com – Koops TNI Habema mendeklarasikan dan meresmikan Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi simbol upaya menghadirkan kehidupan yang aman, normal, bermartabat, dan sejahtera bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan deklarasi, peresmian, serta penandatanganan komitmen Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian kemudian dilanjutkan dengan Jembatan Garuda, yang diharapkan dapat membuka konektivitas dan mempermudah akses masyarakat menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial.
Nuansa kebersamaan juga diperkuat melalui tradisi bakar batu bersama masyarakat. Selain itu, Koops TNI Habema memborong hasil pertanian warga sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.
Pelayanan kesehatan dan pembagian sembako turut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat
Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan Kampung Papua Damai merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui pendekatan keamanan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
“Kampung Papua Damai adalah wujud nyata bahwa kedamaian harus dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan,” tuturnya.
Menurutnya, keberlanjutan perdamaian membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. TNI, kata dia, hadir untuk bersama-sama membangun kondisi yang memungkinkan masyarakat berkembang.
“TNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Konsep Kampung Papua Damai menempatkan masyarakat sebagai bagian utama pembangunan. Adat berperan menjaga identitas budaya, gereja memperkuat nilai kemanusiaan dan rekonsiliasi, pemerintah menghadirkan pelayanan publik, sedangkan aparat keamanan menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Distrik Hitadipa, Soleman Bilambani Sloiman, menyampaikan terima kasih atas perhatian, kepedulian, bantuan, dan pengabdian yang diberikan kepada masyarakat Hitadipa.
Menurutnya, berbagai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kehidupan masyarakat yang lebih aman, sejahtera, dan penuh harapan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Hitadipa pun menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera, bermartabat, serta memiliki kesempatan membangun masa depan di tanahnya sendiri.














