Irfan Bakhtiar Terima Gelar MBE: Dedikasi Dua Dekade untuk Tata Kelola Hutan Berkelanjutan

- Kontributor

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Tribuncakranews.com // Kabar gembira dari tokoh kehutanan Irfan Bakhtiar. Ia baru saja dianugerahi gelar Member of the Order of the British Empire (MBE) oleh Raja Charles III atas jasanya dalam memperkuat hubungan Inggris-Indonesia.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kontribusi Irfan yang luar biasa dalam mendorong kerja sama yang lebih erat antara kedua negara, terutama di bidang tata kelola kehutanan, perdagangan berkelanjutan, konservasi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Irfan Bakhtiar atas penganugerahan gelar MBE ini. Anugerah ini sangat layak diterima dan Bapak Irfan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kemitraan Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, keberlanjutan, dan konservasi. Melalui berbagai kontribusinya, ia telah membantu memperkuat tata kelola, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan manfaat jangka panjang bagi hutan, keanekaragaman hayati, dan masyarakat setempat,” kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dalam keterangannya Jumat 21 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama lebih dari dua dekade, Irfan Bakhtiar telah menjadi salah satu tokoh penting dalam kemitraan Inggris-Indonesia di bidang kehutanan, pembangunan berkelanjutan, dan konservasi. Sebagai salah satu pakar kehutanan dan keberlanjutan di Indonesia, Irfan berperan penting dalam mendorong reformasi tata kelola kehutanan serta membangun kemitraan konservasi yang diakui secara internasional untuk melindungi beberapa bentang alam keanekaragaman hayati yang sangat penting di Indonesia.

Kontribusinya berfokus pada dua kerja sama utama Inggris-Indonesia yakni pengembangan dan penguatan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+), yang kini diakui secara internasional sebagai sistem jaminan legalitas kayu Indonesia, serta dukungannya dalam memulai berbagai inisiatif konservasi, seperti Proyek Konservasi Gajah Peusangan (Peusangan Elephant Conservation Initiative – PECI) di Aceh.

Salah satu karir yang menonjol dari Irfan Bakhtiar adalah keterlibatannya yang cukup lama dalam Multi-Stakeholder Forestry Programme (MFP), program yang didukung oleh Pemerintah Inggris. Melalui berbagai peran kepemimpinan pada MFP Fase 1, Fase 2, Fase 4, hingga saat ini sebagai Co-Director MFP Fase 5, Irfan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap reformasi tata kelola kehutanan di Indonesia.

Salah satu pencapaiannya adalah kontribusinya dalam pengembangan dan penguatan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+) di bawah kepemimpinan Pemerintah Indonesia. Saat ini, SVLK+ diakui secara internasional sebagai model sistem jaminan legalitas kayu yang memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan hutan berkelanjutan, sekaligus memfasilitasi akses produk kayu Indonesia ke pasar internasional, termasuk Inggris dan Uni Eropa.

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berarti dari Raja Charles III dan Pemerintah Inggris atas upaya bersama yang telah saya lakukan bersama rekan-rekan, para mitra, serta para pemangku kepentingan di Pemerintah Indonesia. Berbagai pencapaian yang diakui hari ini hanya dapat terwujud berkat dedikasi dan kolaborasi dari begitu banyak pihak, termasuk rekan kerja, mitra, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan masyarakat lokal di seluruh Indonesia maupun Inggris,” ujar Irfan Bakhtiar.

“Saya menerima penghargaan ini atas nama semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Inggris, serta memastikan bahwa hutan dan sumber daya alam terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Selain di bidang tata kelola kehutanan, Irfan juga merupakan pendukung kuat upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan bentang alam berkelanjutan. Dalam perannya sebagai Direktur Transformasi Pasar WWF Indonesia, ia mendukung berbagai inisiatif yang mendorong produksi komoditas berkelanjutan dan rantai pasok yang bertanggung jawab, termasuk dalam Proyek Konservasi Gajah Peusangan (PECI) yang didukung oleh Pemerintah Inggris.

Proyek ini telah menjadi salah satu contoh kerja sama unggulan di bidang konservasi antara Inggris dan Indonesia, dengan mempertemukan lembaga-lembaga pemerintah, sektor swasta, masyarakat lokal, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional untuk melindungi gajah Sumatra yang terancam punah, sekaligus mendukung penghidupan masyarakat dan pengelolaan bentang alam yang berkelanjutan.

Hingga saat ini, Irfan juga masih aktif sebagai anggota Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional, dengan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan yang mendorong pembiayaan berkelanjutan bagi taman-taman nasional di seluruh Indonesia.

Irfan juga pernah menjabat sebagai Team Leader program Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOS Indonesia) yang didukung oleh Pemerintah Inggris. Dalam perannya tersebut, ia bekerja sama erat dengan lembaga-lembaga pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan petani swadaya untuk memperkuat tata kelola keberlanjutan di sektor kelapa sawit Indonesia.

Kontribusinya mendukung penguatan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta mendorong berbagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan budidaya kelapa sawit yang tidak berizin di kawasan hutan. Bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Irfan juga membantu mengembangkan dan menerapkan Strategi Jangka Benah, sebuah strategi rehabilitasi hutan jangka panjang yang berkontribusi pada pemulihan fungsi-fungsi hutan. Risks (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla
Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Tindak Lanjuti Keluhan Nelayan, Wapres Tinjau Langsung Pendangkalan Sungai di Cilacap
Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan
Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme

Berita Terbaru