UNDIP, Semarang (24/10) – tribuncakranews.com
Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi pengembangan teknologi dan industri di bidang pertahanan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS., FIMMA, Kepala Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi Pusat Kesehatan Pertahanan RI, pada Malam Puncak Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP yang diselenggarakan di Jepara pada 10 Oktober 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penganugerahan Dharma Pertahanan Pratama ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi UNDIP melalui karya dan inovasi yang memiliki manfaat bagi pengembangan teknologi serta industri pertahanan. Penghargaan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan strategis bangsa
Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UNDIP terus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil riset bagi pembangunan nasional.
Ketua Departemen Teknik Mesin UNDIP sekaligus Kepala Pusat Teknologi Kesehatan CIBIOM3S, Prof. Dr. Rifky Ismail, S.T., M.T. mengatakan bahwa penghargaan Dharma Pertahanan Pratama dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan riset dan inovasi teknologi kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian bangsa, termasuk di bidang kesehatan dan pertahanan.
“Melalui Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CIBIOM3S) UNDIP, kami berupaya mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset, mulai dari biomekanika, biomaterial, biomekatronika, hingga pemrosesan biosinyal. Kami berharap berbagai inovasi yang dihasilkan dapat mendukung pelayanan kesehatan, teknologi rehabilitasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Beberapa produk yang telah diproduksi CIBIOM3S UNDIP antara lain: MyoMES; tangan bionik/tangan robot; robot Domas dan Dimas; stetoskop digital dan alat terapi jari dan bahu; segi panggul buatan; Mobil Listrik & Riset Otomotif; eksoskeleton siku lunak; skrup interferensi 3D printing; serta dual task bratomes.
Sementara dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., Sp.KFR(K)., FISPH, FISCM, Konsultan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Geriatri Fakultas Kedokteran UNDIP menjelaskan bahwa penghargaan Dharma Pertahanan Pratama ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Dalam bidang rehabilitasi geriatri, upaya mempertahankan kemampuan fungsional dan kemandirian lansia menjadi hal yang sangat penting. Kolaborasi antara tenaga medis, peneliti, dan pengembang teknologi kesehatan dapat menghasilkan pendekatan rehabilitasi yang lebih tepat guna dan berkelanjutan. Kami berharap kontribusi UNDIP melalui riset, inovasi, dan pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, mandiri, dan produktif,” imbuhnya.
“Rencananya produk inovasi yang bermanfaat bagi anggota tubuh yang terkena musibah di medan tugas seperti tangan bionik, alat terapi jari dan bahu, segi panggul buatan dan dual task bratomes akan dikembangkan sebagai pusat keunggulan RSND UNDIP Bidang Rehabilitasi Medik,” kata Dokter Peni.
Penghargaan Dharma Pertahanan Pratama menjadi momentum bagi UNDIP untuk terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat sesuai dengan tagline “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”.
Melalui sinergi antara riset rekayasa teknologi dan keilmuan kedokteran, UNDIP berkomitmen mendorong lahirnya solusi kesehatan yang inovatif, aplikatif, serta mendukung kepentingan bangsa dan negara.
TCN














