Tragedi di Sungai Silandak: Niat Ambil Bakul Hanyut, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

- Kontributor

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Tribuncakranews.com – Suasana cerah di Kampung Silandak, RT 12 RW 13, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Dwi Alfahri ditemukan meninggal dunia di dasar sungai dengan kedalaman sekitar dua meter, Kamis (19/2/2026).

Peristiwa tragis tersebut bermula sekitar pukul 11.00 WIB, saat korban bermain petak umpet bersama dua temannya di sekitar lingkungan rumah. Sekitar pukul 12.00 WIB, ketiganya kemudian menuju sungai kecil di dekat permukiman warga dengan tujuan mencari ikan kecil menggunakan bakul plastik sebagai alat tangkap.

Nahas, bakul plastik yang digunakan korban terlepas dari genggaman dan hanyut terbawa arus. Korban yang berusaha mengambil kembali bakul tersebut diduga terpeleset dan terperosok ke bagian sungai yang lebih dalam. Korban pun tenggelam dan tidak terlihat lagi oleh teman-temannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah, sehingga warga mulai melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan tim SAR. Aparat dari Polsek Ngaliyan bersama Basarnas Kota Semarang serta personel TNI-Polri segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian.

Foto: Bambang dan juga warga Kampung Silandak, RT 12 RW 13, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang berhasil menemukan korban. 19/2/2026.

Sekitar pukul 19.15 WIB, seorang warga bernama Bambang, yang akrab disapa Kutuk, bersama warga lainnya berhasil menemukan tubuh korban di dasar sungai.

Jenazah korban kemudian dievakuasi secara gotong royong dengan bantuan petugas yang berada di lokasi.

Tangis histeris keluarga dan warga pecah saat jenazah Dwi Alfahri diangkat dari sungai.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, yang tidak menyangka aktivitas bermain sehari-hari dapat berujung pada tragedi memilukan.

Kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai atau aliran air, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Red/Agus)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semangat Juara! SMPN 1 Bungbulang Siap Tempur di Seleksi POPWILDA 2026 Kabupaten Garut
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
Pastikan Keamanan dan Kelancaran, Danrem 072/Pamungkas Sambut Kedatangan Presiden RI 
Jalan Jawa Raya Leyangan Penuh Lubang, Warga: “Desa Wisata atau Jalan Seribu Lubang?”
Banding, Mantan Sekda & Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri, Hukuman Malah Diperberat
Gagal mendahului dari Kiri, Pelajar 17 asal Boyolali alami Laka di Tengaran.
Peringati Hari Jadi Simalungun ke-193, Kesenian Reog Ponorogo (KRJP-S) Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
TNI-Polri Ungkap Kasus Narkotika di Pegunungan Bintang, Tiga Tersangka dan Ratusan Barang Bukti Diamankan
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:40 WIB

Semangat Juara! SMPN 1 Bungbulang Siap Tempur di Seleksi POPWILDA 2026 Kabupaten Garut

Minggu, 19 April 2026 - 14:17 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Minggu, 19 April 2026 - 13:38 WIB

Pastikan Keamanan dan Kelancaran, Danrem 072/Pamungkas Sambut Kedatangan Presiden RI 

Minggu, 19 April 2026 - 12:23 WIB

Jalan Jawa Raya Leyangan Penuh Lubang, Warga: “Desa Wisata atau Jalan Seribu Lubang?”

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

Banding, Mantan Sekda & Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri, Hukuman Malah Diperberat

Berita Terbaru