Yogyakarta Sleman, Tribuncakranews.com BU seorang pasien yang dirawat di RSUD Prambanan Sleman, DIY. akhirnya meninggal dunia. Kabar duka ini diperoleh dari laporan masyarakat. Mendengar kabar duka ini kemudian, Tim media mengkonfirmasi kebenaran berita duka tersebut ke bagian Humas RSUD Prambanan.
Tim Media menanyakan kabar duka kepada Didin bagian Humas RSUD Prambanan, “Apakah benar pasien yang berinitial BU telah meninggal Dunia, kapan meninggalnya dan dirawat berapa hari?” Tanya Tim media kepada Didin bagian Humas RSUD Prambanan.
Didin membenarkan berita duka tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasien tn. B sudah dirawat di ICU selama 20 hari. Pada hari ini, tgl 22 Oktober 2026 pukul 01.29 WIB telah meninggal dunia. Kemudian jenazah diantar ambulan dari RS dengan didampingi penuh oleh keluarga sampai rumah duka.” Jawab Didin bagian Humas RSUD Prambanan.
Kronologi Tn BU dirawat di RSUD Prambanan.
Tim mendapat laporan dari sebuah dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Bantul. Tn BU masuk rumah sakit sejak Tanggal 2 Oktober 2026.
Tn BU mendapatkan perawatan di ICU selama 20 hari dari Tanggal 2 Oktober sampai 22 Oktober 2026. Tn BU meninggal pada Hari Kamis Tanggal 22 Oktober 2026.
Kronologi
Saat itu pasien datang ke RSUD Prambanan dengan diantar familinya dengan mobil dalam kondisi sadar (tidak pingsan). Pasien langsung masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prambanan. Pasien yang berinitial BU mendapatkan perawatan oleh tim medis RSUD Prambanan. Sesaat setelah mendapat perawatan kemudian pasien tersebut pingsan.
Saat Tim Media ke RSUD Prambanan, pasa Hari Rabu Tanggal 14 Oktober 2026 kurang lebih pukul 11.15 pasien masih dalam kondisi pingsan.
Tujusn Tim Media berkunjung ke RSUD Prambanan hendak menemui Direktur RSUD Prambanan tetapi beliau tidak berada di tempat.
Petugas bagian informasi RSUD Prambanan mengatakan, “Bu Direktur sedang berada di Banyuwangi Jawa Timur.”
Kemudian Tim Media dipertemukan dengan Didin bagian Humas RSUD Prambanan di ruang tamu lantai dua.
Terkesan ditutup-ditutupi
Ketika Tim Media bertemu Didin bagian Humas RSUD Prambanan melakukan wawancara untuk menggali informasi tetapi tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Jawaban yang diberikan Humas RSUD Prambanan sangat minim sekali dan terkesan menutup-nutupi kasus ini. Ia mengaku tidak tahu banyak masalah ini. Lebih lanjut Didin Humas RSUD Prambanan mengatakan, “Yang punya wewenang untuk menjawab pertanyaan ini Bu Direktur saya tidak punya wewenang. Bila mau bertemu Bu Direktur besuk janjian dulu.”
“Apakah benar kondisi pasien yang berinitial BU sampai hari ini masih dalam kondisi pingsan?” Tanya salah satu tim media.
Didin Humas RSUD Prambanan ragu-ragu, dan suaranya tersendat sambil mengangguk untuk menjawab. Petugas Humas RSUD Prambanan akhirnya mengiyakan pertanyaan Tim Media.
Angota media memastikan dengan pertanyaan, “Kita pastikan apakah kondisi pasien BU masih pingsan.”
“Ya! Jawab Didin.
Selanjut anggota tim lainnya menanyakan satu hal lagi, Apakah pasien masih di RSUD Prambanan.”
Didin menjawab,”ya, masih.”
Apakah pasien tidak dirujuk ke rumah sakit lain?”
Didin menjawab, “Tidak, selanjutnya apakah ada pesan untuk disampaikan Bu Direktur? Lanjut Didin sambil bertanya.
“Tidak ada, besuk saja kalau bertemu Bu Direktur langsung, terima kasih.” Jawab Tim Media
Kejanggalan
Yang jadi pertanyaan mengapa ada kejadian seperti ini bagian Humas justru mengaku tidak tahu menahu. Selanjutnya, kalau pihak RSUD Prambanan tidak mampu menangani kasus seperti tn BU mengapa tidak merujuk ke rumah sakit lain yang lebih mumpuni?
Inilah yang menjadi pertanyaan besar. Mengapa hal ini bisa terjadi???
Kemudian, setelah selesai tim media berusaha menemui keluarga tn BU di rumahnya. Kenyataannya, keluarga BU menolak untuk diwawancarai. Tujuan menolak diwawancarai supaya kasus ini tidak berkepanjangan. Tetapi keluarga tetap mengakui bahwa BU masih pingsan di RSUD Prambanan. Selanjutnya, Keluarga hanya berharap supaya pasien lekas sembuh.
Tetapi kenyataan yang terjadi pada Hari Kamis, Tanggal 22 Okrober 2026 pukul 01.29 tn BU telah di panggil Allah SWT dengan tenang, Innalillahi wainna ilaihi roji’un, semoga diampuni semua dosanya diterima amal baiknya, amin.
Tim Media/red














