SRAGEN, TRIBUNCAKRANEWS.COM – Mengantisipasi dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya menginstruksikan seluruh personel yang tergabung dalam pengendalian massa (Dalmas) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tetap siaga di markas komando (Mako).
Langkah ini dilakukan menyusul perkembangan aksi massa di Semarang, Pati, dan Solo, yang masing-masing mengangkat isu berbeda. Situasi tersebut menjadi perhatian kepolisian, mengingat dinamika di lapangan dapat berkembang sewaktu-waktu, termasuk pada malam hingga dini hari.
Dalam arahannya saat apel kesiapsiagaan, Kapolres menekankan bahwa kesiapan personel tidak boleh hanya didasarkan pada perkiraan situasi yang terlihat aman. Pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting, ketika situasi yang semula diprediksi kondusif ternyata berkembang menjadi aksi massa pada tengah malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengalaman tahun lalu harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Saat itu, situasi yang awalnya diperkirakan aman ternyata berkembang menjadi aksi pada tengah malam. Kita tidak ingin kecolongan untuk kedua kalinya. Karena itu, seluruh personel harus tetap siaga dan siap digerakkan sewaktu-waktu,” tegas AKBP Heru Antariksa Cahya.
Kapolres menjelaskan, hingga saat apel dilaksanakan, waktu dan kebutuhan pengerahan personel belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, seluruh personel Dalmas diminta tetap berada di sekitar Mako, menjaga kesiapan, serta memastikan dapat segera dikumpulkan apabila situasi membutuhkan penambahan kekuatan.
Personel tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas yang diperlukan, termasuk berolahraga, selama tidak meninggalkan area sekitar Mako dan tetap siap menerima perintah.
“Kita belum mengetahui kapan perkembangan situasi akan membutuhkan kehadiran personel. Yang terpenting, rekan-rekan tetap berada di sekitar Mako, mudah dihubungi, dan sewaktu-waktu dikumpulkan harus siap. Jangan sampai ketika dibutuhkan, personel justru sulit dihadirkan,” lanjutnya.
Kesiapsiagaan personel dilakukan seiring pemantauan perkembangan situasi di tiga wilayah, yakni Semarang, Pati, dan Solo.
Di Semarang, aksi massa mengangkat isu terkait pemerintahan.
Sementara di Pati, dinamika berkaitan dengan perkembangan pascaputusan terhadap mantan bupati. Adapun di Solo, situasi menjadi perhatian menyusul perkembangan pascapenangkapan terkait dugaan perusakan warung di wilayah Suwatu.
Pengamanan di wilayah yang menjadi lokasi aksi telah dipersiapkan oleh satuan kewilayahan masing-masing dengan dukungan satuan atas maupun polres sekitar. Dalam skema dukungan tersebut, satu Satuan Setingkat Kompi (SST) Dalmas inti diperbantukan untuk pengamanan di Semarang.
Sementara itu, Polres Sragen tetap menyiagakan kekuatan personelnya sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan pengerahan tambahan.
Kapolres menegaskan, pemantauan tidak boleh berhenti pada wilayah yang saat ini menjadi pusat kegiatan. Kemungkinan meluasnya aksi ke wilayah lain juga harus diperhitungkan berdasarkan perkembangan informasi di lapangan.
“Kita terus memantau situasi di Semarang, Pati, maupun Solo. Kita tidak boleh hanya melihat kondisi saat ini, tetapi juga harus mengantisipasi kemungkinan perkembangan berikutnya. Karena itu, kesiapan personel menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Selain menekankan kesiapan personel, Kapolres Sragen juga mengingatkan pentingnya mekanisme pergeseran pasukan yang tertib, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan.
Apabila sewaktu-waktu diperlukan pengerahan, seluruh personel harus bergerak dalam ikatan kelompok sesuai arahan pimpinan.
Anggota tidak diperkenankan melakukan pergeseran secara sendiri-sendiri tanpa koordinasi karena dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan personel maupun menghambat pengendalian pasukan.
Untuk mendukung kelancaran pergerakan, koordinasi dengan satuan lalu lintas akan dilakukan guna menyiapkan kendaraan dan mengatur mekanisme pergeseran pasukan agar tetap terorganisasi.
“Apabila nanti ada perintah pergeseran, seluruh personel harus bergerak bersama dalam ikatan kelompok. Tidak ada yang bergerak sendiri-sendiri. Kita akan berkoordinasi dengan satuan lalu lintas untuk menyiapkan kendaraan sehingga pergeseran dapat berjalan aman, tertib, dan terkoordinasi,” ujar Kapolres.
Ia juga menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar berkumpulnya personel di Mako, melainkan kesiapan menyeluruh yang mencakup kedisiplinan, kecepatan merespons perintah, koordinasi antarsatuan, serta kesiapan perlengkapan pendukung tugas.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Polres Sragen berupaya memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat, tepat, dan profesional. Di sisi lain, pelaksanaan pengamanan tetap harus mengedepankan pendekatan humanis, menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kesiapsiagaan personel Dalmas menjadi bagian dari upaya Polri menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus memastikan kekuatan pengamanan dapat digerakkan secara terukur apabila dibutuhkan oleh perkembangan situasi di lapangan.














