Kabupaten Semarang, TRIBUNCAKRANEWS.COM — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, saat rombongan bantuan air bersih akhirnya tiba di lokasi penyaluran, Senin. Puluhan warga telah menunggu sejak pagi, dan sorak gembira pun terdengar begitu kendaraan-kendaraan berisi air bersih memasuki area desa.
Bantuan air bersih ini berkat inisiatif dan peran sentral Bapak Miftah, yang telah mendirikan dan mengerahkan sejumlah kendaraan untuk mengangkut air bersih ke desa ini secara berkelanjutan. Bersama Paguyuban Silaturahmi (PASIR) dan SSC Salatiga, bantuan ini kemudian disalurkan dan diterima langsung oleh Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, beserta jajaran perangkat desa, untuk didistribusikan secara merata kepada seluruh warga yang membutuhkan.
Dua Bulan Berjuang di Tengah Kekeringan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, didampingi Ketua Paguyuban PASIR, Cak Mul, menjelaskan bahwa Desa Plumutan telah dilanda kekeringan ekstrem selama lebih dari dua bulan terakhir. Sumber-sumber air warga mengering, sehingga kebutuhan dasar rumah tangga seperti minum, mandi, dan mencuci menjadi sangat sulit dipenuhi.
“Kondisi sungai dan sumur warga sudah mengering cukup lama. Warga harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih yang layak pakai. Ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan, dan sungguh membuat warga sangat kesulitan,” ungkap Suji Haryanto.
Ia menambahkan, upaya penanggulangan tidak menunggu kedatangan bantuan hari ini saja. Sejak masalah ini muncul, Bapak Miftah berperan sangat besar dengan mendirikan dan mengerahkan beberapa kendaraan untuk mengangkut air bersih setiap hari ke Desa Plumutan. Bersama perangkat desa, air dikirimkan siang hingga malam hari tanpa henti, memastikan warga tetap mendapatkan pasokan air.
“Selama ini kami terus berupaya membantu warga. Bapak Miftah telah menyediakan dan mengerahkan beberapa kendaraan untuk mengangkut air bersih setiap hari, siang hingga malam, karena warga sangat membutuhkan air bersih. Kami tidak bisa membiarkan warga kami kehausan,” tegas Suji.
25 Kendaraan Kirim Harapan
Penyaluran kali ini terlihat sangat luar biasa. Sebanyak 25 unit kendaraan — terdiri dari mobil L300, truk, hingga mobil tangki — berjejer rapi membawa kiriman air bersih yang sangat dinantikan warga. Armada ini merupakan gabungan dari kendaraan yang dikerahkan oleh Bapak Miftah, PASIR, SSC Salatiga, serta dukungan berbagai pihak yang peduli. Kendaraan-kendaraan ini berangkat dari titik pengisian menuju Desa Plumutan dengan harapan membawa kesejukan bagi warga yang telah lama menahan dahaga.
Saat air mulai dialirkan ke dalam jeriken dan ember-ember warga, pemandangan yang menyentuh hati pun terlihat. Bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, bahkan anak-anak, semuanya antre dengan tertib namun penuh semangat. Wajah-wajah yang sebelumnya tampak cemas dan lelah kini berubah berseri-seri. Saling membantu mengangkat jeriken, berbagi antrean, dan senyum tulus terpancar di setiap sudut lokasi pembagian.
Rasa Syukur dan Harapan Solusi Permanen
Salah seorang warga yang sedang mengisi jerikennya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. Di samping rasa syukur, ia juga menyampaikan harapan agar persoalan ketersediaan air bersih di desanya bisa diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kades, dan terkhusus kepada Bapak Miftah yang tak kenal lelah mengirimkan air untuk kami setiap hari, serta seluruh paguyuban yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami semua. Namun kami juga berharap, semoga ke depannya ada solusi yang lebih permanen, agar Desa Plumutan tidak lagi kesulitan air seperti ini setiap musim kemarau tiba,” ucapnya dengan nada haru.
Kehadiran bantuan air bersih ini bukan sekadar pasokan air sementara. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata kekuatan kebersamaan — peran kepedulian tokoh masyarakat, dukungan paguyuban, dan sinergi dengan pemerintah desa yang bahu-membahu menjawab kesulitan yang dihadapi warga. Semangat gotong royong inilah yang menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan, seberat apa pun bentuknya.
Laporan: Tim Patroli86














