Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

- Kontributor

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARMASIN, TRIBUNCAKRANEWS.COM  – Senin 26 0ktober 2026, Di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, sebuah kekuatan besar bangkit dari Asrama Haji Kelas I Banjarmasin. Bukan kekuatan alat berat, melainkan kekuatan doa.

Lebih dari 5.000 santri bersama para ulama, kiai, dan keluarga besar Kementerian Agama memanjatkan doa bersama agar   Lambung Mangkurat senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana karhutla.

Doayang khidmat dan menggetarkan itu menjadi puncak dari Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar melalui upacara akbar di Asrama Haji Kelas I Banjarmasin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut diikuti santri dan pegawai Kemenag dari tiga daerah, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Tema ini menegaskan bahwa peran santri tidak hanya di bilik pesantren, tetapi juga di jantung pembangunan bangsa, melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta keteladanan akhlak mulia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Tambrin, dalam amanatnya mengatakan, Hari Santri adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

“Jika dahulu santri berjuang dengan bambu runcing mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangan santri adalah berjuang meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menguasai ilmu pengetahuan, dan mengabdi kepada masyarakat. Santri harus menjadi penguat negeri,” ujar Tambrin.

Suasana haru menyelimuti Asrama Haji ketika Tambrin mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala dan memanjatkan doa khusus.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk terus berdoa agar Banua tetap aman, kondusif, dan dijauhkan dari berbagai bencana, khususnya karhutla yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

Baca Juga:  Antisipasi Kenakalan Remaja Saat Libur Sekolah, Polda DIY Bersama BNNP dan Satpol PP Gencarkan Patroli Skala Besar

Tak hanya itu, doa juga secara khusus ditujukan bagi para petugas dan relawan yang saat ini tengah berjibaku di lapangan.

“Di lapangan, saudara-saudara kita dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat sedang berjuang memadamkan api. Mari kita doakan mereka diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ajaknya.

Ribuan tangan menengadah. Gemuruh kata amin menggema, menggetarkan Asrama Haji. Sebuah pemandangan yang menjadi simbol bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan gotong royong seluruh elemen bangsa.

Dukungan moril dari para ulama dan santri ini menjadi energi besar di tengah perjuangan memadamkan api dan mengendalikan dampak karhutla di Kalsel.

Lebih dari sekadar seremoni, semangat Hari Santri juga diharapkan menjadi penggerak kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.

Tambrin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, di antaranya Polda Kalimantan Selatan, para pimpinan pondok pesantren se-Kalsel, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, kita berharap para santri terus mengambil peran dalam menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Doa santri adalah harapan bagi Banua,” pungkasnya.

Di tengah tantangan bencana yang dihadapi, doa para ulama dan ribuan santri yang menggema dari Asrama Haji Banjarmasin menjadi simbol harapan, bahwa Kalimantan Selatan akan senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana, dan dianugerahi kekuatan bagi seluruh pihak yang berjuang menjaga bumi Lambung Mangkurat tercinta.(Han)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap
Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI
Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara
Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme
Tindak Lanjuti Keluhan Nelayan, Wapres Tinjau Langsung Pendangkalan Sungai di Cilacap
Depo Pencucian Pasir Beroperasi 24 Jam, Timbulkan Keresahan Warga, Surat Pernyataan Hentikan Aktivitas Jadi Sorotan
Polda Jateng Gelar Operasi Patuh Candi 2026, Pelanggaran Berisiko Kecelakaan Fatal Seperti Lawan Arus Jadi Prioritas
Danrem 072/Pamungkas Ajak Mahasiswa Pesantren Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Hari Santri Nasional 2026 di Kalsel: 5.000 Santri dan Ulama Doakan Banua Terhindar dari Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Produk Lokal, Wapres Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kembangkan Tangan Bionik dan Alat Rehabilitasi, UNDIP Raih Penghargaan Menteri Pertahanan RI

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Polisi Gelar Ekshumasi Makam Ibu Rumah Tangga di Bangsri Jepara

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perkuat Strategi Pembinaan Napiter, Lapas Pati Ikuti Rakornas Pendalaman Akar Radikalisme dan Motif Terorisme

Berita Terbaru