Penonaktifan PBI Dan Percepatan UHC di Subang Harus Segera Ditangani

- Kontributor

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, Tribuncakranews.com — Ketua BARA Barisan Relawan Arul, Khairul Anwar, menyampaikan keprihatinan serius atas dampak kebijakan penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional di wilayah Kabupaten Subang. Hal tersebut disampaikan dalam rencana agenda audiensi bersama DPRD Kabupaten Subang dengan tema Evaluasi Kebijakan Penonaktifan PBI, Perlindungan Masyarakat Rentan, dan Percepatan Universal Health Coverage (UHC).

Audiensi ini dilaksanakan sebagai respon atas terbitnya kebijakan pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia yang memberlakukan penonaktifan kepesertaan PBI BPJS Kesehatan mulai 1 Februari 2026.

Dampak Kebijakan Penonaktifan PBI

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi awal, jumlah warga Subang yang terdampak mencapai puluhan ribu jiwa. Banyak di antaranya merupakan kelompok miskin dan rentan miskin yang selama ini bergantung pada jaminan kesehatan negara.

Perubahan basis data dari DTKS ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menyebabkan:

Peserta PBI aktif tiba-tiba nonaktif tanpa pemberitahuan

Warga sakit kronis tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan

Potensi keterlambatan pengobatan penyakit serius

Beban biaya kesehatan beralih ke masyarakat

“Ini bukan hanya soal administrasi. Ini menyangkut keselamatan nyawa. Ada pasien gagal ginjal yang tidak bisa cuci darah karena status kepesertaannya mendadak hilang,” tegas Khairul Anwar.

Desakan Perlindungan Pasien Sakit

BARA meminta pemerintah daerah segera membuat mekanisme darurat bagi warga sakit berat seperti:

kanker

gagal ginjal

stroke

penyakit kronis lainnya

Langkah yang didorong antara lain:

Reaktivasi otomatis peserta sakit kronis

Jaminan pelayanan rumah sakit selama masa verifikasi

Koordinasi cepat Dinsos, Dinkes, dan fasilitas kesehatan

Target Universal Health Coverage Belum Tercapai

BARA juga menilai capaian Universal Health Coverage (UHC) di Subang masih belum optimal. Padahal UHC merupakan mandat nasional agar seluruh masyarakat mendapat layanan kesehatan tanpa kesulitan finansial.

Beberapa hambatan yang ditemukan:

Data kependudukan belum sinkron

Kuota PBI APBD terbatas

Koordinasi lintas instansi belum efektif

Monitoring capaian belum berkala

BARA meminta Pemkab Subang segera membuat roadmap percepatan UHC lengkap dengan target waktu dan anggaran.

Masalah Faskes Tidak Sesuai Domisili

Banyak peserta PBI terdaftar pada fasilitas kesehatan jauh dari tempat tinggal sehingga pelayanan dasar sulit diakses, terutama warga desa.

BARA mendorong:

Pembaruan database faskes berbasis alamat riil

Integrasi data BPJS dan Disdukcapil

Pemutakhiran berkala setiap semester

PBI Salah Sasaran

Ditemukan pula ketidaktepatan penerima bantuan: warga mampu masih terdaftar sementara warga miskin belum tercover.

BARA menilai perlu:

Verifikasi lapangan ulang Pelibatan BPS daerah

Sistem pengaduan masyarakat terbuka

Rekomendasi Resmi

Dalam audiensi, BARA menyampaikan tuntutan:

-Transparansi jumlah warga Subang yang dinonaktifkan

-Reaktivasi darurat bagi pasien kronis

-Penambahan kuota PBI dari APBD

-Percepatan pencapaian UHC daerah

-Perbaikan database penerima bantuan agar tepat sasaran

Khairul Anwar menegaskan, kesehatan merupakan hak dasar warga negara.

“Negara tidak boleh terlambat hadir ketika masyarakat sakit. Administrasi bisa menyusul, nyawa manusia tidak bisa menunggu.”

BARA berharap DPRD dan Pemerintah Kabupaten Subang segera mengambil langkah konkret agar tidak ada lagi warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan. Red/Nopian

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minggu Kasih, Kapolres Sragen Hadiri Misa Suci dan Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Katolik
Dua Terduga Pelaku Pencurian Di Kembaran Banyumas Ditangkap, Burung Dan Helm Jadi Sasaran
Hari Kedua Verval KDKMP, Tim Mabes TNI Sasar Tujuh Koperasi di Kecamatan Maos
Food Festival dan Cultural Night di UNDIP Satukan Keragaman 15 Negara Mahasiswa Internasional
Banggakan Garut! Maryani, Siswi SLBS Putra Hanjuang Bungbulang Raih Dua Medali di PESONAS II 2026 ​NUSA TENGGARA TIMUR
Sinergi Polisi dan Masyarakat Batang: Kapolresta Gandeng Ulama hingga Warga Berantas Tawuran dan Bullying.
Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolresta Batang Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di GKJ Batang
ATLET MUDA DEMAK BERPRESTASI! DIMAS PUTRA LINARDI SABET MEDALI EMAS DI KEJURNAS PPAD 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Sragen Hadiri Misa Suci dan Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Katolik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Dua Terduga Pelaku Pencurian Di Kembaran Banyumas Ditangkap, Burung Dan Helm Jadi Sasaran

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Hari Kedua Verval KDKMP, Tim Mabes TNI Sasar Tujuh Koperasi di Kecamatan Maos

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Food Festival dan Cultural Night di UNDIP Satukan Keragaman 15 Negara Mahasiswa Internasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Banggakan Garut! Maryani, Siswi SLBS Putra Hanjuang Bungbulang Raih Dua Medali di PESONAS II 2026 ​NUSA TENGGARA TIMUR

Berita Terbaru