Gunungkidul, Tribuncakranews.com – Galuh Rismawati mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian pengisian Ulu-ulu, dan Aminudin Erwansah juga mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian pengisian dukuh di Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (4/11/2026).
Untuk pengisian kedua pamong yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Bedoyo itu berjalan lancar. Sesi pertama dengan jumlah semua peserta ada 12 peminat, semua peserta diuji pratek kemampuan mengoperasikan komputer dan sesi kedua diuji teori tentang pemerintahan desa. Peserta yang mendapat nilai tertinggi untuk pengisian Ulu-ulu bukan orang asing di Kalurahan Bedoyo karena sudah menjabat selaku dukuh Alasombo dan berhasil mengalahkan 9 orang dalam merebutkan jabatan Ulu-ulu.
Sedangkan yang unggul untuk mengisi jabatan dukuh, Aminudin Erwansah hanya bersaing dengan 1 lawan. Sempat ada pertanyaan dari warga kalau masih aktif menjabat dukuh, Galuh Rismawati, kok bisa mendaftarkan ikut seleksi Ulu-ulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jawaban dari salah satu panitia seleksi, itu boleh asal mendapat ijin dari Lurah.
“Boleh saja mengikuti seleksi walaupun masih menjabat sebagai dukuh. Itu ada mekanismenya, antara lain mendapat ijin dari lurah, ” jelas salah satu panitia seleksi.
Sedangakan lurah Bedoyo, Sulardi, menjelaskan kepada media penyelenggaraan seleksi pengisian pamong, dibuat transparan, pembuat soal teori dari akademisi dan tokoh masyarakat. Sedangkan soal teori dibuat mendadak sehingga tidak ada soal yang bocor. ketika ditanya untuk dua formasi apakah soal teorinya sama atau berbeda?
“Menurut aturan yang tertuang dalam peraturan daerah pembuatan soal teori boleh sama walaupun untuk 2 formasi yaitu Ulu-ulu dan Dukuh,” jelas Sulardi.
Karena ada dukuh yang menduduki jabatan baru, menjadi Ulu-ulu maka di Kalurahan Bedoyo ada kekosongan Dukuh.
Nampak hadir dalam acara itu Kapolsek Ponjong, dari Pemerintah Daerah, Koramil dan tamu undangan lainya. Untuk pelantikan akan dilaksanakan setelah mendapat rekomendasi dari Bupati Gunungkidul melalui Kapanewon Ponjong.
(rep. pur)
Editor : Khanza Haryati














