Boyolali, Tribuncakranews.com – Klinik Pengobatan Tradisional Panti Sehat “YANMU” yang beralamat di Selogan RT 02/RW 03, Desa Jaten, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, melayani berbagai pengobatan tradisional seperti saraf kejepit, amandel, ambeien hingga patah tulang.
Klinik ini dikenal masyarakat karena banyak pasien yang datang untuk berobat dan mengaku merasakan kesembuhan setelah menjalani pengobatan di tempat tersebut.
Pemilik Klinik Panti Sehat “YANMU”, Sartono (66), saat ditemui awak media TribuncakraNews.com di kediamannya yang tidak jauh dari lokasi praktik, menceritakan perjalanan awal dirinya menekuni pengobatan tradisional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekitar tahun 1980-an saya mengobati secara keliling dari masjid ke masjid di wilayah Kemusu seperti Desa Ngrombo, Nglencong, Genengsari hingga Grobogan dan Purwodadi. Banyak pasien yang saya tangani rata-rata sembuh dan tidak ada komplain, bahkan mereka mengucapkan terima kasih karena penyakitnya bisa sembuh,” ujar Sartono, Minggu (9/3/2026).
Ia menambahkan, sekitar tujuh tahun lalu klinik pengobatan tersebut telah resmi terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Saat ini praktik pengobatan juga dilanjutkan oleh tiga anaknya yang telah menekuni bidang pengobatan tradisional tersebut.
“Sekarang yang menangani pasien amandel, ambeien, saraf kejepit dan patah tulang adalah tiga anak saya yang sudah lama belajar dan menekuni pengobatan tradisional ini,” tambahnya.
Salah satu pasien, Daman, warga Kemusu yang datang untuk berobat karena mengalami saraf kejepit, berharap penyakit yang dideritanya dapat segera sembuh setelah menjalani pengobatan di klinik tersebut.
Sementara itu, Sofyan, salah satu anak Sartono yang juga menekuni pengobatan tradisional, mengaku pernah mengikuti berbagai kegiatan pengobatan dan seminar hingga ke luar negeri seperti Maroko, Arab Saudi dan Singapura.
Menurutnya, metode pengobatan di Klinik Panti Sehat “YANMU” dilakukan dengan teknik pijat terapi untuk beberapa penyakit seperti saraf kejepit, amandel dan ambeien, serta didukung dengan pemberian obat herbal dan minyak terapi.
“Sebagian besar pasien yang datang merasakan kesembuhan dan hingga saat ini tidak ada keluhan. Biaya pengobatan juga relatif terjangkau,” pungkasnya.
Redaksi: Sudarmanto













