Ulat mirip Lintah dalam Menu MBG, Alarm Keras untuk Standar Higienitas SPPG Meranti

- Kontributor

Selasa, 28 April 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purworejo, Tribuncakranews. com 28 April 2026 — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menjadi penopang asupan gizi pelajar justru tercoreng oleh temuan tak lazim. Seekor hewan menyerupai ulat ditemukan dalam menu tumis cesin yang disajikan kepada siswa SMP Negeri 2 Purworejo, Selasa (28/4). Insiden ini memantik pertanyaan serius soal standar kebersihan dan pengawasan dapur penyedia.

Kepala SPPG Meranti, Haryo Bagas Wicaksono, saat ditemui di lokasi mengakui adanya temuan tersebut. Ia menyatakan pihaknya bergerak cepat mengganti menu begitu laporan diterima dari sekolah.

“Iya benar, menu langsung kita ganti baru. Dari pihak sekolah juga tidak mempermasalahkan. Ulat itu berasal dari sayur, tepatnya dari menu tumis cesin,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pernyataan itu belum cukup meredam sorotan. Dalam penjelasannya, Haryo menegaskan bahwa pihaknya tidak menyalahkan siapa pun dan menyebut kemunculan ulat bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Ia mengklaim evaluasi internal langsung dilakukan.

“Kita berbenah dari setiap divisi, kita rapatkan. Ke depan harus lebih teliti lagi. Walaupun dari segi checking sudah ada, tetap harus ditingkatkan,” tambahnya.

SPPG Meranti sendiri tergolong pemain baru. Berdiri sejak 25 Agustus 2025, dapur ini baru sekitar dua minggu melayani ribuan porsi makanan untuk sejumlah sekolah di wilayah Purworejo, dengan cakupan mencapai 2.500 hingga 2.700 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Di sisi lain, pihak sekolah tidak tinggal diam. Humas SMP Negeri 2 Purworejo, Komsotun Mardiyah, memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak serta-merta menyimpulkan jenis hewan yang ditemukan.

“Kami tidak memastikan itu lintah. Dari warna memang mirip, tapi belum bisa dipastikan. Yang jelas ditemukan dalam sayur cesin yang sudah tercampur dengan wortel, dan kondisinya sudah mati,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa prosedur pengecekan makanan sebenarnya sudah dilakukan sebelum dikonsumsi siswa. Temuan tersebut, menurutnya, langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak penyedia.

“Begitu ditemukan, langsung kami laporkan dan menu diganti. Ke depan, kami akan lebih waspada, cek dan cross-check sebelum makanan dikonsumsi. Kalau ada kekurangan, harus segera dilaporkan untuk evaluasi,” tegasnya.

Dengan jumlah penerima MBG di SMP Negeri 2 Purworejo mencapai sekitar 640 siswa (32 siswa per kelas di 20 kelas), insiden ini bukan perkara sepele. Dalam skala distribusi massal, satu kelalaian kecil berpotensi berdampak luas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG tidak cukup hanya mengandalkan niat baik dan kecepatan distribusi. Standar higienitas, pengawasan bahan baku, hingga kontrol kualitas harus berjalan tanpa kompromi.

Sementara itu, ketua DPW LSM Tamperak Purworejo, Sumakmun, menyampaikan kritik keras atas insiden tersebut. Saat dikonfirmasi di kantornya di jalan Dewisartika, Sindurjan, iya menilai temuan tersebut tidak dapat dianggap sepele.

“Bagaiman bisa di atas piring ditemukan cacing penghisap darah? Itu sangat menjijikan dan tidak pantas. Program MBG ini bertujuan untuk pemenuhan gizi anak, bukan malah berpotensi menjadi sumber penyakit,” tegasnya

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya peningkatan standar kebersihan serta pengawasan dalam penyediaan makanan bagi siswa. ( Surjono )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyambut bulan kemerdekaan, PJW luncurkan HALO PJW, kanal pengaduan warga Wonogiri
Polantas Menyapa Hadirkan Pendampingan Pengisian Formulir SIM, Satlantas Polres Karanganyar Permudah Pelayanan kepada Masyarakat
Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK
Meriahkan HUT ke-7, FWJ Indonesia Lantik Pengurus Baru Periode 2026-2029
Kapolres Simalungun Bersama Kajari Kompak dan Solid Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional
Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Kodim 0730/Gunungkidul Gelar Kegiatan Non-Fisik TMMD Ke-129 Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Umbulrejo
Kasus Dugaan Penipuan Rp1,05 Miliar Naik Babak Baru, Pasutri Pengusaha Walet Berstatus Tersangka
Kapolres Pematangsiantar Terima Piagam Penghargaan Pelayanan Prima Kategori A dari Kapolri, Diserahkan Kapolda Sumut
Berita ini 256 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:18 WIB

Menyambut bulan kemerdekaan, PJW luncurkan HALO PJW, kanal pengaduan warga Wonogiri

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Polantas Menyapa Hadirkan Pendampingan Pengisian Formulir SIM, Satlantas Polres Karanganyar Permudah Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:12 WIB

Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:23 WIB

Meriahkan HUT ke-7, FWJ Indonesia Lantik Pengurus Baru Periode 2026-2029

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kapolres Simalungun Bersama Kajari Kompak dan Solid Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Berita Terbaru