Jombang Tribuncakranews. com Kalau ada lomba “bangunan baru paling cepat bikin publik kaget”, Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, tampaknya layak masuk nominasi teratas. Bagaimana tidak, proyek revitalisasi senilai Rp3,9 miliar justru menyisakan ironi—atap kanopi di sebagian bangunan pasar malah lebih dulu ambruk.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kabar robohnya atap langsung menyebar cepat di kalangan pedagang dan warga, bahkan sebelum aktivitas pasar dimulai.
Yusuf, salah satu pedagang, mengaku mengetahui kejadian tersebut dari rekan sesama pedagang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekitar pukul 01.00 WIB ada kabar atap pasar ambruk. Saya tahunya dari teman-teman sebelum berangkat jualan,” ujarnya.
Yang membuat publik semakin heran, Pasar Ploso bukan bangunan lama yang rapuh dimakan usia. Justru sebaliknya, pasar ini baru saja direvitalisasi melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Timur tahun 2025, dengan nilai proyek mencapai Rp3,9 miliar, yang dikerjakan oleh CV Panama.
Alih-alih menghadirkan kenyamanan bagi pedagang, insiden ini justru memunculkan tanda tanya besar soal kualitas pengerjaan.
“Saya juga heran, ini kan baru selesai direvitalisasi. Kok bisa tiba-tiba atapnya ambruk,” tambah Yusuf.
Beruntung, kejadian terjadi saat pasar masih sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, rasa khawatir sudah terlanjur muncul di kalangan pedagang.
Bukan hanya takut pada bangunan, tapi juga pada kepercayaan. Jika proyek yang baru selesai saja sudah menunjukkan tanda-tanda kerentanan, publik pun wajar mempertanyakan: ada apa sebenarnya di balik pembangunan ini?
Sejumlah pedagang mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap konstruksi pasar. Mereka berharap kejadian ini tidak dianggap sepele, mengingat pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab ambruknya kanopi tersebut. Padahal, proyek dengan nilai miliaran rupiah seharusnya tidak hanya tampak baru di permukaan, tetapi juga kokoh dalam kualitas.
Sebab jika tidak, yang ambruk bukan hanya atap—melainkan juga kepercayaan publik.
Red:kvn













