Perisai Palsu di Balik Kartu Pers: Menguliti Oknum “Bodrek” Pelindung Mafia 303 Blitar

- Kontributor

Kamis, 23 April 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamis, 23/04/2026.

BLITAR Tribuncakranews. com – Aroma darah ayam dan kepulan asap rokok di arena judi sabung ayam “raksasa” di wilayah Njari dan sekitarnya kini dibungkus rapi oleh sebuah tembok tak kasat mata. Bukan tembok beton, melainkan tembok “pengondisian” yang dibangun oleh oknum-oknum yang mengaku jurnalis, namun bermental makelar.

Fenomena ini adalah tamparan keras bagi wajah pers di Blitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat jurnalis sejati bertaruh nyawa mengungkap kebenaran, sekelompok oknum “wartawan bodrek” justru berkumpul bukan untuk meliput, melainkan untuk menjadi barisan pertahanan (bumper) bagi bisnis judi 303 beromzet ratusan juta.

Modus Operandi: Menjual Marwah demi Rupiah

Oknum-oknum ini bermodalkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Surat Tugas dari media yang seringkali tidak jelas eksistensi kearsipannya. Mereka berperan sebagai “filter”. Tugas utama mereka adalah mengondisikan wartawan asli—baik lokal maupun dari luar daerah—agar menutup mata terhadap praktik sabung ayam di Blitar.

Strateginya sistematis: mereka membentuk paguyuban atau lingkaran kecil untuk memantau siapa saja “orang baru” (wartawan luar) yang masuk ke wilayah tersebut. Jika ada yang mencoba meliput, mereka akan segera mendekati, merangkul, lalu mencoba menyuap atau mengintimidasi atas nama “kerukunan wilayah”. Ini bukan lagi pers, ini adalah mafia berbaju pers.

Pelanggaran Telak Kode Etik Jurnalistik (KEJ)

Tindakan oknum-oknum ini bukan sekadar nakal, tapi merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi dan profesi. Berikut adalah pasal-pasal KEJ yang mereka injak-injak dengan sengaja:

Pasal 1 KEJ: Independensi dan Akurasi.

Bunyi: “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.”

Analisis Kritis: Menjadi “penerima upeti” dari bandar judi adalah bukti mutlak hilangnya independensi. Menghalangi pemberitaan adalah itikad buruk paling nyata untuk menyembunyikan kejahatan dari publik.

Pasal 2 KEJ: Cara Profesional.

Analisis Kritis: Menggunakan identitas pers untuk memeras atau melindungi bisnis ilegal adalah cara yang sangat tidak profesional dan melanggar hukum pidana.

Pasal 6 KEJ: Menyalahgunakan Profesi.

Bunyi: “Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.”

Analisis Kritis: Inilah jantung masalahnya. Menjadikan KTA sebagai “kartu akses” masuk ke lingkaran mafia 303 untuk mendapatkan jatah bulanan adalah definisi murni dari penyalahgunaan profesi dan suap.

Blitar “Dikdaya” atau Blitar “Berbahaya”?

Slogan Blitar Dikdaya akan menjadi hampa jika hukum di bawah meja lebih kuat daripada hukum di atas meja. Ketika aparat penegak hukum dan pers—sebagai pilar keempat demokrasi—bisa dikooptasi oleh jaringan judi melalui perantara “wartawan bodrek”, maka keadilan di Blitar sedang berada di ujung tanduk.

Oknum-oknum ini harus sadar: KTA dan Surat Tugas Anda bukanlah lisensi untuk menjadi kebal hukum (immunity).

Pers adalah alat kontrol sosial, bukan alat kontrol kriminal agar tidak terendus media.

Kesimpulan

Kepada rekan-rekan wartawan asli di Blitar: jangan biarkan martabat profesi kita lumat oleh ulah segelintir orang yang mencari makan dari kotoran judi. Kepada aparat penegak hukum: jangan jadikan keberadaan oknum “bodrek” ini sebagai alasan untuk melegalkan pembiaran.

Publik sudah cerdas. Mereka tahu mana jurnalis yang membawa pena untuk kebenaran, dan mana “makelar” yang membawa kamera hanya untuk memotret amplop. Pers bukan pelindung mafia, dan mafia tidak boleh bersarang di balik kartu pers.

Berita ini akan terus running , hingga ada tindakan tegas dari APARAT PENEGAK HUKUM (APH)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Wonogiri Amankan Laga Semifinal Bintang Muda Cup III, Ratusan Penonton Saksikan Duel Sengit Krandegan vs Ngaglik
Polri Dukung Layanan Kesehatan Terintegrasi di Purwantoro, Ratusan Warga Desa Kepyar Ikuti Skrining Penyakit Gratis
FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia
Babinsa Koramil 10/Sambi dan Warga Kompak Gotong Royong Bangun Talud di Tempursari
DUGAAN TAMBANG EMAS ILEGAL DI SEMPOK PANDEGLANG, DIKELOLA OKNUM LURAH DAN KOORDINATOR “PAPIH”
Sukindar, S.H.,C.PFW.,C.MDF.,C.JKJ.,C.FTAX Ketua PC LDII Kecamatan Ngaliyan: Pembinaan Generasi Muda Harus Intensif dengan 29 Karakter Luhur
SMKN 5 Semarang Raih Penghargaan Sekolah Teraktif Pendukung Program Rengganis Mengajar pada Jateng Green Industry Summit 2026
FERADI WPI Dukung Penyidikan Polda Banten, Pembuktian Dugaan Pengeroyokan Uun Diserahkan kepada Mekanisme Hukum
Berita ini 315 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:27 WIB

Polres Wonogiri Amankan Laga Semifinal Bintang Muda Cup III, Ratusan Penonton Saksikan Duel Sengit Krandegan vs Ngaglik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:23 WIB

Polri Dukung Layanan Kesehatan Terintegrasi di Purwantoro, Ratusan Warga Desa Kepyar Ikuti Skrining Penyakit Gratis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:30 WIB

FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:31 WIB

Babinsa Koramil 10/Sambi dan Warga Kompak Gotong Royong Bangun Talud di Tempursari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:02 WIB

DUGAAN TAMBANG EMAS ILEGAL DI SEMPOK PANDEGLANG, DIKELOLA OKNUM LURAH DAN KOORDINATOR “PAPIH”

Berita Terbaru