Nusakambangan, Tribuncakranews.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan bermanfaat bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan pengolahan air laut menjadi air konsumsi yang dilaksanakan pada Senin (11/05) di area Sentolo, Nusakambangan.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh jajaran petugas Lapas Batu dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di antaranya dari Bidang Perawatan, Bidang Giatja, petugas PPNPN, serta lima orang WBP dari Lapas Nirbaya. Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias sebagai bentuk pengembangan keterampilan dan pengetahuan dalam proses penyulingan air laut menjadi air layak konsumsi.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya inovasi dan pengembangan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat produktif, kreativitas, serta kesiapan warga binaan untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Kepala Lapas Batu.
Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman teknis mengenai proses desalinasi atau penyulingan air laut, mulai dari tahapan pengolahan, penggunaan mesin penyulingan, hingga standar air hasil olahan yang aman untuk digunakan. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung program pembinaan kemandirian bagi WBP melalui penguasaan keterampilan yang aplikatif dan bernilai guna.
Dalam pelaksanaannya, program pengolahan air laut ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pengembangan teknologi mesin penyulingan air. Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan inovasi tepat guna di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di wilayah Nusakambangan yang dikelilingi kawasan laut.
Petugas dan peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pengoperasian alat penyulingan. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, air laut yang sebelumnya tidak layak konsumsi dapat diolah menjadi air bersih yang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Lapas Batu Nusakambangan dalam mendukung pembinaan yang produktif, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan. Diharapkan melalui pelatihan ini, WBP tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui inovasi dan sinergi bersama dunia pendidikan, Lapas Batu Nusakambangan terus mendorong terciptanya program pembinaan yang berdampak positif, baik bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.
#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#Pemasyarakatan
#ditjenpas
#ditjenpasjateng
#lapasbatu
#nusakambangan
Penulis : Khanza Haryati
Editor : Khanza Haryati
Sumber Berita: Humas Lapas Batu Nusakambangan













