DPRD Tanah Laut Gerak Cepat Tindaklanjuti Keluhan Nelayan Kuala Tambangan, Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi Mulai Diusut

- Kontributor

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Laut – Tribuncakranews. com – Menindaklanjuti aksi demonstrasi mahasiswa yang sempat berlangsung beberapa waktu lalu, DPRD Kabupaten Tanah Laut bergerak cepat dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan turun langsung ke lapangan pada Senin (26/05/2026) guna melakukan investigasi tatap muka bersama para nelayan di Desa Kuala Tambangan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPRD Tanah Laut, aparat penegak hukum (APH), instansi pemerintah terkait, serta pihak yang berkaitan dengan pengelolaan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan). (Pengangkut )Kehadiran rombongan pemerintah disambut antusias masyarakat dan para nelayan yang sengaja tidak melaut demi menyampaikan langsung berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan.

Salah seorang nelayan yang meminta identitasnya disamarkan, sebut saja (A), mengaku senang karena akhirnya pemerintah turun langsung mendengar aspirasi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hari ini tidak melaut karena dapat kabar DPRD turun langsung ke desa. Kami senang sekali akhirnya bisa menyampaikan keluhan kami secara langsung,” ujarnya.

Kedatangan DPRD bersama instansi terkait bertujuan memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menelusuri berbagai informasi yang beredar mengenai dugaan ketidaktepatan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di SPBUN Kuala Tambangan.

Dalam proses investigasi tersebut, anggota DPRD bersama APH melakukan sesi tanya jawab secara terbuka kepada para nelayan. Setiap nelayan diminta memberikan keterangan terkait mekanisme pengambilan BBM subsidi, penggunaan barcode, hingga keberadaan logbook penyaluran.

Hasil sementara dari keterangan para nelayan menunjukkan adanya kesamaan jawaban. Beberapa nelayan mengaku barcode dan logbook tidak berada di tangan mereka sebagaimana mestinya.

“Barcode itu bukan kami yang pegang, logbook juga bukan di tangan nelayan. Setahu kami semua dipegang admin pengelola SPBUN,” ujar salah satu nelayan di hadapan tim investigasi.

Nelayan lainnya berinisial H juga menyampaikan bahwa seharusnya barcode dan logbook berada dalam penguasaan nelayan sebagai penerima BBM subsidi.

“Seharusnya nelayan yang pegang barcode dan menulis sendiri jumlah liter BBM yang diterima di logbook. Tapi kami tidak tahu mekanismenya seperti itu. Yang kami tahu, ada yang dapat 60 liter, ada yang cuma 30 liter setiap kali BBM datang,” ungkapnya.

Masyarakat berharap hasil investigasi DPRD, APH, Pertamina, dan BPH Migas dilakukan secara terbuka dan transparan. Mereka meminta apabila ditemukan adanya penyimpangan distribusi BBM subsidi, maka proses hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  DPC GRIB JAYA Banyumas Gelar “Jumat Berkah”, Bagikan 670 Paket kebutuhan Pokok

“Kami berharap yang benar dibenarkan dan yang salah disalahkan. Kalau memang ada penyalahgunaan BBM subsidi atau dugaan manipulasi data, kami minta APH transparan menindaklanjutinya. Kami ini orang kecil, tidak paham hukum, kami hanya tahu mencari ikan untuk keluarga,” ujar warga lainnya.

Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan manipulasi data, penyalahgunaan kewenangan, penguasaan barcode secara tidak sah, hingga indikasi penggelapan atau penyelewengan distribusi BBM subsidi, maka hal tersebut dapat berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum. Di antaranya Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi, serta ketentuan dalam KUHP mengenai dugaan pemalsuan data, penggelapan, ancaman, maupun dugaan penguasaan barang milik orang lain tanpa hak apabila terbukti ada unsur pidana

Selain itu, beberapa warga juga menyampaikan penolakan terhadap pengelola SPBUN saat ini. Mereka berharap pemerintah daerah bersama pihak Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh demi menghindari konflik berkepanjangan di tengah masyarakat nelayan.

“Kami tidak ingin lagi pengelolaan seperti sekarang terus berulang. Persoalan ini sudah bertahun-tahun terjadi. Kadang berubah sebentar, setelah itu kembali lagi seperti semula,” ungkap salah seorang warga.

Warga juga mengaku khawatir untuk berbicara lebih jauh karena takut mendapat tekanan maupun ancaman. Bahkan sebagian masyarakat menduga adanya pihak-pihak tertentu yang diduga membekingi persoalan tersebut.

“Kami rakyat kecil takut bersuara. Kami takut kalau terlalu terbuka nanti justru kami yang dipermasalahkan,” ujar seorang warga dengan nada penuh harap agar pemerintah benar-benar hadir melindungi masyarakat kecil.

Para nelayan berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka. Menurut warga, kehidupan nelayan sangat bergantung pada akses BBM subsidi yang adil dan tepat sasaran demi menunjang aktivitas melaut serta memenuhi kebutuhan keluarga.

Kegiatan investigasi dan tatap muka tersebut berlangsung sekitar dua jam dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat mengaku lega karena selama bertahun-tahun persoalan distribusi BBM subsidi kerap memicu ketegangan setiap kali pasokan BBM datang.

Kini masyarakat menaruh harapan besar kepada DPRD Tanah Laut, pihak Pertamina, BPH Migas, dan aparat penegak hukum agar hasil investigasi benar-benar memberikan perubahan nyata demi masa depan nelayan yang lebih baik.

Penulis : Iswandi dan mugiono

Editor : Ardhianna Rizka

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengeroyokan Maut di Pantura Demak Terungkap, 3 Orang Ditangkap Resmob
Program Pernikahan Massal Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kemenag Dorong Edukasi Pernikahan Sesuai Syariah dan Adat
Danrem 072/Pamungkas Silaturahmi dengan Kapolda DIY, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Hadapi Kontijensi Situasi Kamtibmas di Masa Pilkades Serentak, Polres Semarang Simulasikan Penanganan Gangguan
FBI Beri Penghargaan Ditressiber Polda Jateng atas Pengungkapan Kasus Pig Butchering Scam
Yuwanto, PhD Apresiasi Soliditas Organisasi, Newsroom Jaga Desa dan FGD Jadi Agenda Prioritas
Rotasi Perangkat Desa Kembaran: Tiga Pejabat Resmi Dilantik, Mengisi Kekosongan Sekretaris Desa
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Pengeroyokan Maut di Pantura Demak Terungkap, 3 Orang Ditangkap Resmob

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Program Pernikahan Massal Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kemenag Dorong Edukasi Pernikahan Sesuai Syariah dan Adat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Danrem 072/Pamungkas Silaturahmi dengan Kapolda DIY, Perkuat Sinergi TNI-Polri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Hadapi Kontijensi Situasi Kamtibmas di Masa Pilkades Serentak, Polres Semarang Simulasikan Penanganan Gangguan

Berita Terbaru