Semarang, Tribuncakranews.com -Semakin dekat dengan kelulusan, pasti ada rasa bangga dan sedikit sedih karena harus berpisah dengan teman-teman dan guru-guru yang sudah menjadi keluarga kedua, itulah yang dirasakan orangtua dan anak anak hebat KB-TK Bintang Kecil Semarang, yang mengadakan kegiatan acara kegiatan akhirussanah yang dikemas dengan kegiatan pentas seni, out bond dan parenting di Wujil , kata ketua panitia kegiatan mama Putri
KB TK Bintang Kecil, yang berlokasi di Candi Kencana Selatan No 2, Semarang, Jawa Tengah, dikenal sebagai sekolah yang memadukan metode belajar sambil bermain dengan lingkungan yang aman dan suportif. Misi mereka adalah menumbuhkan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak.
Pada acara akhirussanah, ada penampilan seni, seperti musik, tarian, dan drama yang dibawakan oleh siswa-siswa KB TK Bintang Kecil. Ini juga momen spesial bagi orang tua untuk melihat perkembangan anak-anak mereka selama di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sekolah KB TK Bintang Kecil, Ibu Ninuk Sumaryati, dan tim guru pasti sangat proud dengan pencapaian anak-anak. Selamat atas kelulusan KB TK Bintang Kecil sebanyak 33 orang. Acara akhirussanah dan outbond serta parenting yang diselenggarakan oleh paguyuban orangtua dari KB hingga TK A dan B telah sukses dilaksanakan. Acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan keluarga dan meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak.
Dalam acara ini, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti workshop parenting, outbond, dan belajar alam yang di kemas lewat akhirussanah. Para orang tua juga berbagi pengalaman dan tips dalam mengasuh anak.
“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai orang tua. Kami bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan tips baru dalam mengasuh anak,” kata salah satu peserta. Kegiatan parenting didampingi narasumber dari dewan pakar PD APPAUDI Jawa Tengah Tri Leksono Ph
Acara ini juga dihadiri oleh narasumber yang ahli di bidang parenting. Mereka memberikan materi tentang bagaimana menjadi orang tua unggul dan membangun keluarga yang unggul. Acara ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengasuh anak dan membangun keluarga yang unggul .
Mencetak anak unggul dan tangguh di karir bukan tentang les sebanyak-banyaknya. Ini tentang menanam pondasi mental yang benar, memberi ruang eksplorasi, dan hadir sebagai coach yang mendukung. Anak yang unggul tanpa tangguh akan mudah patah. Anak yang tangguh tanpa unggul akan sulit bersaing. Gabungkan keduanya, dan orangtua menyiapkan anak bukan hanya untuk dapat kerja, tapi untuk membangun karir yang bermakna tentunya dibangun bersama antara orangtua dan anggota keluarga (anak) dengan pola asuh yang sesuai dengan usia pertumbuhan dan perkembangan anak
Anak tidak akan unggul dan tangguh karena ditekan, tapi karena orang tua menjalankan 5 peran penting dalam pengasuhan anak. yatitu Teori PERAN = Penantang, Ekosistem, Reflektor, Afirmator, Navigator. Mengutip dari Growth Mindset Carol Dweck, Self-Determination Theory Deci & Ryan, dan riset tentang Resilience dari Ann Masten.
Penantang yang Aman fungsinya Adalah mendorong anak keluar dari zona nyaman, tapi tetap jadi jaring pengaman saat jatuh. Anak tangguh lahir dari tantangan yang terukur. Kalau hidup anak terlalu mulus, dia gak punya kekuatan mental. Tapi kalau tantangannya terlalu berat tanpa dukungan, dia akan trauma. Yang dilakukan orang tua : Beri tantangan bertahap
Ekosistem Belajar diujudkan dengan mendesain lingkungan rumah yang memicu rasa penasaran dan kerja keras. Anak unggul butuh ekosistem, bukan sekadar les atau ikut bimbel. Ekosistem yang dimaksud Adalah apa yang anak lihat, dengar, dan lakukan setiap hari di rumah Ini sebagai modeling , Batasi distraksi Gawai bukan musuh, tapi harus ada jam dan tempat khusus.
Reflektor, Bukan Penghakim, fungsi nya membantu anak memahami dirinya sendiri: kekuatan, kelemahan, dan nilai. Anak yang unggul di karir tahu “aku jago apa” dan “aku mau kontribusi apa”. Dia dapat menjelaskan pada orang tua yang dijadikan model, bukan hakim.
Afirmator Proses, menguatkan motivasi intrinsik anak dengan memberikan apresiasi, strategi, dan ketekunan. apresiasi pada hasil “Kamu pinter” bikin anak takut mencoba hal sulit karena takut dianggap “tidak pinter” lagi. Pujian pada proses bikin anak berani ambil risiko.
Navigator bukan hanya membantu anak menemukan arah karirnya sendiri, bukan menuruti keinginan orang tua. Anak tangguh punya tujuan yang dia yakini sendiri. Tugas orang tua bukan menentukan tujuannya, tapi jadi GPS yang membantu dia menemukan arah jalan, Izinkan anak mengubah arah Jalan karir itu zig-zag, bukan garis lurus. Semoga lulusan KB-TK Bintang Kecil menjadi anak yang ber PERAN di dunia karir masing masing.
( Sukindar)













