Simalungun, Tribuncakranews.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Simalungun berlangsung dengan penuh semangat, meriah, namun tetap mengusung nuansa kesederhanaan. Acara puncak dilaksanakan di Gedung Islamic Center Perdagangan pada hari Jumat, 1 Mei 2026, dan dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, SE., MM, beserta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Kegiatan dimulai tepat waktu dengan pembukaan yang khidmat. Seluruh peserta yang hadir berdiri tegak untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Azlan Fandika. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar, penuh berkah, serta mampu menjadi momentum penguatan perjuangan dan persatuan seluruh elemen pekerja di daerah ini.
Setelah doa bersama, suasana semakin menyatu ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Suara lantang yang berkumandang menjadi simbol rasa cinta tanah air dan kesadaran bahwa perjuangan para buruh adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pelaksana, Akirmen Siregar, SE., SH., MH, dalam sambutannya yang disampaikan secara singkat namun padat menyampaikan tujuan utama diselenggarakannya acara ini. Menurutnya, May Day bukan sekadar perayaan rutin, melainkan momen penting untuk mengenang dan menghargai jasa serta perjuangan panjang para pekerja dan buruh yang telah berkontribusi besar dalam memajukan perekonomian daerah maupun nasional.
“Peran dan kontribusi para buruh sangat dibutuhkan dan menjadi tulang punggung kemajuan negara ini. Oleh karena itu, momentum ini harus dimaknai sebagai bentuk rasa terima kasih dan komitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka,” ujar Akirmen.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini sepenuhnya didanai melalui sistem patungan yang dihimpun dari berbagai serikat pekerja dan kelompok buruh yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun. Dukungan juga turut mengalir dari para donatur yang peduli terhadap nasib dan kemajuan dunia ketenagakerjaan di daerah ini.
Mewakili seluruh ketua serikat pekerja dan komunitas buruh, Muhammad Arif Namora Sitanggang menyampaikan sambutan sekaligus membacakan pernyataan sikap kolektif. Kehadirannya sebagai pembicara utama menjadi hal yang istimewa, mengingat ia baru saja memegang amanah sebagai Ketua SPSI FSP Kep. Siantar-Simalungun selama satu tahun, namun telah diberikan kepercayaan besar untuk mewakili suara seluruh rekan kerja di lapangan.
Dalam pernyataan sikap yang disusun secara matang, terdapat 20 poin tuntutan dan harapan yang menjadi agenda perjuangan bersama. Poin pertama menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun agar tidak ada lagi hak pekerja yang terabaikan.
Selanjutnya, disampaikan usulan untuk membentuk Satuan Tugas Pengawas Ketenagakerjaan yang khusus bertugas mengawasi penerapan aturan di lingkungan pemerintahan daerah maupun instansi terkait. Hal ini dianggap penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tenaga kerja.
Poin ketiga menegaskan komitmen untuk memastikan penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten dilakukan melalui proses perundingan yang demokratis dan menghasilkan kesepakatan bersama antara asosiasi pengusaha dan perwakilan pekerja, bukan ditetapkan secara sepihak.
Para pekerja juga menuntut adanya jaminan upah layak serta perlindungan jaminan sosial yang menyeluruh bagi setiap tenaga kerja, tanpa terkecuali. Hak atas kesejahteraan dasar dipandang sebagai hak asasi yang harus dipenuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam hubungan industrial.
Tuntutan lain yang disampaikan adalah penghapusan praktik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak tanpa alasan yang sah dan prosedur yang benar. Sebagai solusi, diusulkan pembentukan satuan tugas khusus yang menangani kasus-kasus PHK agar dapat diselesaikan secara adil dan berkeadilan.
Poin kesembilan belas kembali menegaskan pentingnya penerapan aturan keselamatan kerja secara ketat dan konsisten. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi setiap nyawa yang terlibat dalam proses produksi dan pelayanan.
Sebagai penutup dari pernyataan sikap, disampaikan usulan yang penuh makna sejarah, yaitu pembangunan Tugu Patung Pahlawan Marsinah di wilayah Kabupaten Simalungun. Pembangunan ini diharapkan menjadi monumen pengingat abadi atas perjuangan dan pengorbanan para aktivis buruh, serta memotivasi generasi muda untuk terus memperjuangkan keadilan sosial.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Simalungun, Riando P. Purba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Ia mengusung semangat persatuan sebagai tema utama, yaitu “Bersatu Semangat, Bersatu Tekad, Bersatu Tujuan, Bersatu Mewujudkan Kesejahteraan Bersama”.
“Semoga peringatan May Day ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang berlalu begitu saja, melainkan menjadi momen refleksi mendalam atas perjuangan panjang yang telah dilalui, serta penguatan komitmen untuk terus bergerak maju,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Ahmad Saragih, SE., MM, memberikan tanggapan yang positif dan dukungan penuh terhadap aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa tanpa peran serta dan kerja keras para buruh, mustahil pembangunan di daerah ini dapat berjalan dan terwujud dengan baik.
“Kehadiran saudara-saudara sekalian hari ini sangat berarti dan kami maknai sepenuh hati. Anda semua adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah ini menuju kemajuan dan kesejahteraan,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan tentang landasan hukum peringatan ini, yaitu Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013 yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Sejak diberlakukannya keputusan tersebut, peringatan Hari Buruh telah dirayakan secara resmi di seluruh Indonesia, termasuk di Simalungun, mulai tahun 2014 hingga saat ini.
Untuk tahun 2026 ini, peringatan May Day mengambil motto “Satu Tekad, Satu Tujuan, Kesejahteraan Bersama”. Motto tersebut dipilih untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan kesatuan visi di antara seluruh elemen masyarakat, baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah.
Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya para pekerja dan buruh, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesolidaritasan. Menurutnya, dengan kekuatan persatuan, stabilitas ekonomi dapat terjaga dengan baik, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup dan kemakmuran bersama.
Selain rangkaian acara seremonial dan penyampaian aspirasi, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Sebagai wujud kepedulian sosial, dilakukan pembagian santunan kepada 50 orang anak yatim piatu yang berasal dari lingkungan sekitar.
Suasana semakin meriah dengan diadakannya undian berhadiah atau lucky draw yang dinanti-nantikan oleh seluruh peserta. Berbagai hiburan seni dan budaya juga ditampilkan untuk menghibur hadirin dan mempererat kebersamaan antar sesama peserta.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting lainnya, antara lain Kapolres Simalungun, Dandim 0207/SML, Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, serta para kepala organisasi serikat pekerja dari berbagai tingkatan.
Kehadiran perwakilan pekerja dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Simalungun serta antusiasme masyarakat umum yang memadati lokasi acara menjadi bukti bahwa peringatan May Day 2026 ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah perjuangan dan harapan yang sama.
Penulis : Andi Alfiano
Editor : Ardhianna Rizka
Sumber Berita: Redaksi Medan













