Diduga Pungli Berkedok SPP, Orang Tua Siswa SMAN 1 Tuhemberua Mengaku Terbebani

- Kontributor

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribuncakranews | 11 Februari 2026. Nias Utara – Dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, mencuat ke publik dan menjadi polemik di tengah masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan adanya pungutan yang disebut-sebut sebagai iuran SPP dan biaya lainnya yang dinilai memberatkan.

Berdasarkan keterangan beberapa wali murid yang enggan disebutkan namanya, pihak sekolah bersama komite diduga mewajibkan pembayaran iuran dengan nominal bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per siswa. Jika dikalkulasikan dari jumlah siswa yang mencapai ratusan orang, total pungutan per tahun diduga bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Orang tua menilai pungutan tersebut bertentangan dengan kebijakan pemerintah terkait program pendidikan gratis 12 tahun pada sekolah negeri yang didukung melalui Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka juga mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Dinas Pendidikan Wilayah XIII Nomor: 4003.8/797 Cabdisdik Wil XIII/XI/2024 tentang Tertib Laporan SPP SMA Negeri, yang merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Nomor: 421.3/12934/Bid.PSMA/XI/2024 tertanggal 11 November 2024 tentang Tertib Laporan SPP SMA Negeri.

Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa terdapat dugaan ancaman terhadap siswa yang belum melunasi iuran.

“Anak kami diancam tidak diberikan kartu ujian dan tidak bisa mengikuti ujian semester jika belum membayar iuran. Alasannya untuk peningkatan fasilitas sekolah dan pembayaran honor, tapi sifatnya seperti wajib dan nominalnya sudah ditentukan. Kami yang kurang mampu merasa keberatan,” ujarnya kepada wartawan, 11/02/2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Tuhemberua saat ditemui di ruang kerjanya pada 11 Februari 2026 membantah adanya pungutan maupun pemaksaan terhadap siswa. Ia menyatakan bahwa saat ini tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apa pun di sekolah tersebut.

Namun, kepala sekolah sempat meminta identitas siswa yang dimaksud kepada tim jurnalis. Ia juga menyebutkan sedang memiliki kesibukan lain dan menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada komite sekolah.

Sikap tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa terkait transparansi pengelolaan dana, termasuk penggunaan Dana BOS. Mereka mempertanyakan hasil rapat komite sekolah bersama orang tua dan guru mengenai pengelolaan anggaran serta peruntukannya.

Para orang tua menilai bahwa segala bentuk pungutan yang ditentukan nominal dan batas waktunya, terlebih disertai ancaman larangan mengikuti ujian bagi siswa yang belum membayar, merupakan pelanggaran serius karena berkaitan langsung dengan hak peserta didik untuk mengikuti proses evaluasi pendidikan.

Masyarakat pun mendesak Dinas Pendidikan terkait agar segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pungli tersebut dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran. Orang tua berharap adanya transparansi serta pengembalian dana apabila terbukti terdapat pungutan yang tidak sesuai ketentuan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di wilayah Nias Utara dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh satuan pendidikan agar menjalankan tugas sesuai regulasi yang berlaku. (Tim Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polantas Menyapa: Hari Pertama Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Karanganyar Edukasi Pentingnya Kepemilikan SIM yang Sah
Modus BLT Palsu di Getasan, Lansia Kehilangan Emas dan HP, Pelaku Kabur Tinggalkan Korban di Tengah Jalan
Korcam sppg sekaligus kepala sppg gunung sari satu Aan Indrayani SA.K bungkam saat di konfirmasi terkait dugaan semerawut nya tata kelola MBG di wilayah gunung sari 
Tim Wasev dan BPKP Laksanakan Monitoring dan Evaluasi KDKMP di Wilayah Kodim 0701/Banyumas
Operasi Cipta Kondisi, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan Pesta Miras Pemuda Asal Boyolali
Polres Wonogiri Kawal Ketat Kegiatan Tes Jago PSHT di Sejumlah Kecamatan, Situasi Aman dan Kondusif
DPC FERADI WPI Jakarta Timur Gelar Pelantikan Pengurus Ketua Umum FERADI WPI Hadir Langsung
Turnamen Voli Sumber Cup II di Purwantoro Berlangsung Meriah, Polsek Purwantoro Lakukan Pengamanan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 06:10 WIB

Polantas Menyapa: Hari Pertama Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Karanganyar Edukasi Pentingnya Kepemilikan SIM yang Sah

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:43 WIB

Modus BLT Palsu di Getasan, Lansia Kehilangan Emas dan HP, Pelaku Kabur Tinggalkan Korban di Tengah Jalan

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:06 WIB

Korcam sppg sekaligus kepala sppg gunung sari satu Aan Indrayani SA.K bungkam saat di konfirmasi terkait dugaan semerawut nya tata kelola MBG di wilayah gunung sari 

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:02 WIB

Tim Wasev dan BPKP Laksanakan Monitoring dan Evaluasi KDKMP di Wilayah Kodim 0701/Banyumas

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:10 WIB

Operasi Cipta Kondisi, Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan Pesta Miras Pemuda Asal Boyolali

Berita Terbaru