Enam Bulan Tanpa Kejelasan, HUDA Peudada Desak Bupati Ganti Camat yang Dinilai Pasif

- Kontributor

Kamis, 24 September 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN, Tribuncakranews.com  — Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Camat Peudada. Hingga kamis (24/09/2026), pihak kecamatan dilaporkan belum memberikan respons atau tindak lanjut atas surat rekomendasi resmi yang telah diajukan sejak enam bulan lalu.

“Kalau memang camat hadir di sini hanya sebagai pelengkap administrasi saja, mending Bupati menunjuk figur lain yang segera mampu bekerja, mendengar aspirasi masyarakat Peudada, serta menindaklanjutinya. Masyarakat Peudada butuh perhatian serius dan kemajuan dari segala bidang,” tegas perwakilan tokoh masyarakat setempat yang mencerminkan keresahan warga.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bermula dari Silaturahmi Alumni Dayah

Surat rekomendasi krusial tersebut lahir dari forum Silaturahmi Alumni Dayah Sekecamatan Peudada yang dihelat di Aula Kantor Camat Peudada pada Kamis, 21 Mei 2026 lalu. Forum strategis itu dihadiri langsung oleh jajaran pengurus inti HUDA Kecamatan Peudada, di antaranya Ketua Tgk. Rusli Ismail, S.Pd.I., Sekretaris Tgk. Haryadi, S.Pd.I., M.Pd., serta Dewan Mutasyar Tgk. H. Kamaruzzaman dan Tgk. Fauzi ABD.

Lambannya respons dari pihak kecamatan memicu gelombang keluhan di tengah masyarakat.

Camat Peudada dinilai kurang peka dan tidak responsif dalam menangani berbagai persoalan krusial di wilayahnya. Kondisi ini melahirkan desakan kuat dari warga dan tokoh agama agar Bupati Bireuen segera mengevaluasi dan mengganti posisi Camat Peudada dengan figur yang lebih bijaksana dan solutif.

 

Poin Utama Tuntutan Kemaslahatan Umat

Surat rekomendasi yang dilayangkan oleh HUDA Peudada memuat sejumlah poin penting demi menjaga kemaslahatan umat serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Peudada, yang meliputi:

Baca Juga:  KONFERCABLUB GMNI Kota Metro Tetapkan Kepengurusan Baru Periode 2026–2028

 

Penertiban Kriminalitas Remaja:

Mendesak penertiban pemuda atau remaja pada malam hari dari perilaku kriminal yang meresahkan masyarakat, khususnya antisipasi aksi pembegalan di wilayah Peudada.

 

Penegakan Syariat Islam di Warung Kopi: 

Menyerukan kepada pemilik warung agar melarang aktivitas yang melanggar syariat islam, seperti judi online, permainan domino, game online ilegal, serta penertiban pengunjung yang berpakaian tidak islami.

 

Pembatasan Akses Wi-Fi untuk Pelajar: 

Menginstruksikan penyedia fasilitas Wi-Fi agar melarang anak usia sekolah mengakses gawai saat jam belajar, baik pada pagi maupun malam hari.

 

Pemberantasan Narkoba: 

Memperketat pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kecamatan Peudada.

 

Pelibatan Tokoh Agama: 

Mendorong pelibatan lembaga HUDA dan para ulama secara aktif dalam setiap musyawarah yang berkaitan dengan kemaslahatan umat dan pembangunan masyarakat Peudada.

 

Sorotan Tajam Lintas Sektor

Sebagai bentuk koordinasi lintas sektor, surat rekomendasi yang diajukan enam bulan lalu tersebut sebenarnya juga telah ditembuskan kepada unsur Muspika lainnya, yaitu Kapolsek Peudada, Danramil Peudada, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Peudada.

Kendati demikian, mandeknya eksekusi serta ketiadaan jawaban konkret dari Camat selaku pimpinan wilayah kini menjadi sorotan tajam publik yang menuntut adanya perubahan nyata dan gerak cepat demi kemajuan Kecamatan Peudada.

 

Robet/red

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel tribuncakranews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IGIC 2026 di Jakarta Targetkan 500 Peserta, “Jakarta Understanding” Disiapkan sebagai Rekomendasi Bersama
Perkuat Penanganan dan Tracing TB Paru, Kapolda Jateng Tinjau Pelaksanaan Program TOSS TB di Tegal
Hari Tani Nasional ke-63, Petani Bangunsari Suarakan Irigasi, Jalan Usaha Tani, dan Pupuk Subsidi
Kapolres Wonogiri Rangkul Perguruan Silat, Jaga Kamtibmas Jelang Parapatan Luhur
Jelang Perapatan Luhur di Madiun, Polres Wonogiri Perketat Patroli di Wilayah Perbatasan
Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 22 Siswa SMA Negeri 1 Sampang Cilacap Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Hari Tani Nasional 2026, Sejumlah Kelompok Tani di Jateng Siapkan Kegiatan dan Penyampaian Aspirasi; Polda Jateng siapkan Pelayanan
Kedepankan Edukasi, Polda Jateng Ajak Peserta HTN 2026 Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Bertanggung Jawab
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:30 WIB

Enam Bulan Tanpa Kejelasan, HUDA Peudada Desak Bupati Ganti Camat yang Dinilai Pasif

Kamis, 24 September 2026 - 10:26 WIB

IGIC 2026 di Jakarta Targetkan 500 Peserta, “Jakarta Understanding” Disiapkan sebagai Rekomendasi Bersama

Kamis, 24 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Penanganan dan Tracing TB Paru, Kapolda Jateng Tinjau Pelaksanaan Program TOSS TB di Tegal

Kamis, 24 September 2026 - 04:37 WIB

Hari Tani Nasional ke-63, Petani Bangunsari Suarakan Irigasi, Jalan Usaha Tani, dan Pupuk Subsidi

Rabu, 23 September 2026 - 20:18 WIB

Kapolres Wonogiri Rangkul Perguruan Silat, Jaga Kamtibmas Jelang Parapatan Luhur

Berita Terbaru