Klaten, Tribuncakranews.com – Kegiatan ekstrakurikuler kemah yang diikuti siswa SMKN 2 Gedangsari di kawasan bumi perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo mendadak geger setelah puluhan siswa diduga mengalami kesurupan pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Insiden tersebut membuat suasana perkemahan menjadi panik dan gaduh hingga dini hari. Akibat kejadian itu, pihak guru akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan kemah yang semula direncanakan berlangsung selama tiga hari dua malam.
Salah satu siswa yang ditemui di wilayah Klaten pada Rabu (13/5/2026) mengatakan, lokasi bumi perkemahan tersebut memang dikenal angker oleh sebagian masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut informasi warga, tempat itu memang angker walaupun sering dipakai untuk bumi perkemahan,” ujar salah satu siswa.
Ia juga menyoroti sikap sejumlah guru pendamping saat para siswa mengalami kesurupan. Menurutnya, salah satu guru berinisial MT justru terlihat bermain ponsel dan beristirahat saat kejadian berlangsung.
“Bukannya menolong, Pak MT malah enak-enak main HP padahal melihat siswa kesurupan. Bahkan salah satu guru lain cuma mondar-mandir tidak jelas,” ungkapnya.
Keluhan juga disampaikan salah satu siswi terkait minimnya pengawasan dan fasilitas selama kegiatan berlangsung. Ia menyebut jumlah guru penjaga sangat terbatas dibanding jumlah peserta kemah.
“Guru yang berjaga sekitar tujuh orang. Tenda untuk perempuan juga gelap dan kurang penerangan. Banyak tenda sudah rusak dan tidak layak pakai,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, para siswa juga diminta iuran sebesar Rp20 ribu untuk biaya pencucian tenda.
Selain itu, muncul dugaan adanya intimidasi terhadap salah satu siswi yang hendak dijemput pulang oleh keluarganya setelah insiden kesurupan terjadi. Beberapa siswa menyebut ketua panitia bernama Kusnanti diduga mengeluarkan ancaman terkait nilai kepramukaan dan kenaikan kelas.
“Katanya kalau pulang tidak akan diberi nilai pramuka dan tidak dinaikkan kelas,” kata salah satu siswa menirukan ucapan yang diduga disampaikan panitia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang diduga mengalami kesurupan disebut mencapai lebih dari 20 orang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
(Tim Redaksi)













